Konflik Palestina dan Israel
Donald Trump Ancam Hamas: Jika Sandera Tidak Dibebaskan, Kalian MATI!
"Juga, kepada Rakyat Gaza: Masa depan yang indah menanti, tetapi tidak jika kalian menyandera. Jika kalian melakukannya, kalian MATI!"
Penulis: Sri Anggun Oktaviana | Editor: Agus Ramadhan
Negara kecil namun berpengaruh ini memainkan peran besar dalam membentuk hasil diplomatik di Timur Tengah, termasuk pembicaraan dengan Iran, Taliban, dan Rusia.
Dengan latar belakang pernyataan keras dari Presiden Donald Trump dan pembicaraan yang tengah berlangsung antara AS dan Hamas, situasi di Gaza semakin memanas.
Sementara itu, Israel dan negara-negara Barat seperti AS terus mencari jalan untuk menyelesaikan masalah sandera, yang terus menjadi titik fokus dalam konflik yang telah menewaskan puluhan ribu orang.
Trump, meski mengeluarkan ancaman yang tajam, tampaknya juga berupaya mengamankan kepentingan rakyat Amerika melalui diplomasi yang jarang terjadi dengan Hamas, sekaligus menegaskan posisi keras terhadap kelompok teroris tersebut. (*)
| Pemukim Israel Masuk Al-Aqsa Dikawal IOF, Ketegangan Meluas hingga Yerusalem dan Tepi Barat |
|
|---|
| Setelah Berbulan-bulan Ditutup, Rafah Gaza-Mesir Akhirnya Dibuka, Tapi Ada Syaratnya |
|
|---|
| Hamas Ingin Tetap Kuasai Keamanan Gaza, Tak Bisa Janjikan Pelucutan Senjata |
|
|---|
| Pengakuan Jurnalis Palestina, Saleh Aljafarawi Sebelum Gugur di Gaza: Saya Hidup dalam Ketakutan |
|
|---|
| Pengakuan Aktivis GSF Gaza: Disiksa di Sel Israel sebelum Akhirnya Dideportasi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Presiden-Amerika-Serikat-AS-Donald-Trump-memberi-isyarat.jpg)