Berita Luar Negeri
Pasukan Militer Rusia Bar-bar, Serangan Semakin Menggila, 10.000 tentara Ukraina Terkepung di Kursk
sekitar 10.000 tentara Ukraina di Kursk berisiko dikepung saat pasukan Rusia menerobos garis pertahanan dan mengancam jalur pasokan.
Penulis: Agus Ramadhan | Editor: Muhammad Hadi
Pasukan Militer Rusia Bar-bar, Serangan Semakin Menggila, 10.000 tentara Ukraina Terkepung di Kursk
SERAMBINEWS.COM - Situs analisis yang terkait dengan Kementerian Pertahanan Ukraina, Deep State menunjukkan bahwa situasi pasukan Ukraina di Kursk telah memburuk secara signifikan selama tiga hari terakhir.
Itu terjadi karena pasukan Rusia merebut kembali kendali banyak daerah melalui serangan balik yang memotong formasi Ukraina menjadi dua dan memutus jalur pasokan.
Hampir tiga perempat pasukan Ukraina yang beroperasi di wilayah Kursk telah dikepung dan dipotong setengah, Reuters melaporkan.
Unit Ukraina lainnya di dekat perbatasan Rusia berkomunikasi satu sama lain hanya melalui koridor sepanjang sekitar 1 km dan lebarnya kurang dari 500 m (pada titik tersempitnya).
“Perlu dicatat bahwa musuh (Rusia) memiliki keunggulan dalam UAV baik untuk pengintaian maupun serangan,” kata Deep State.
Pada Jumat (7/3/2025), Deep State melaporkan bahwa tentara Rusia menerobos garis pertahanan Ukraina di selatan kota Sudzha (wilayah Kursk).
Pasukan Ukraina bekerja untuk menstabilkan situasi.
Andriy Kovalenko, kepala Pusat Penanggulangan Disinformasi Ukraina, mengatakan bahwa unit Rusia berusaha menguasai jalan raya penting dari Yunakivka (wilayah Sumy, wilayah Ukraina) ke kota Sudzha.
Ini adalah jalur pasokan utama untuk pasukan Ukraina di wilayah Kursk.
Tiga unit elit Ukraina, termasuk Brigade Lintas Udara ke-95, Brigade Mekanik ke-115, dan Resimen Pasukan Khusus ke-8, masih beroperasi di Kursk, kata Kovalenko.
Menurut Telegraph, sekitar 10.000 tentara Ukraina di Kursk berisiko dikepung saat pasukan Rusia menerobos garis pertahanan dan mengancam jalur pasokan.
“Kami ingin menghindari kerugian. Ketakutan dikepung adalah nyata,” kata seorang sersan Ukraina kepada Telegraph.
Menurut para ahli, situasi di Kursk meningkatkan kemungkinan bahwa negara itu harus menarik pasukannya dari Kursk atau menanggung risiko kerugian besar.
Ini adalah keputusan yang sulit baik secara politik maupun militer bagi Ukraina.
India Nyatakan Perang Dagang dengan AS usai Trump Berlakukan Tarif 50 Persen |
![]() |
---|
Trump Ganti Nama Kementerian Pertahanan Menjadi Departemen Perang |
![]() |
---|
Update Terbaru Runtuhnya Jembatan di Sungai Kuning China: 12 Tewas dan 4 Hilang |
![]() |
---|
FBI Geledah Rumah Eks Penasihat Trump, Diduga Terkait Tulisan ‘Segunung Fakta’ dan Bocornya Rahasia |
![]() |
---|
Kisah Pernikahan Kilat Pegawai Bank, Nikahi Pasangannya 4 Kali Dalam Sebulan, Alasannya Karena Ini |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.