Jumat, 17 April 2026

Kupi Beungoh

Manajemen Ramadhan Dalam Mengasah Akal Dan Mengasuh Hati Menuju Insan Yang Bertaqwa Kepada Allah SWT

Persoalan yang muncul sekarang, umat Islam sepertinya sudah kehilangan arah dalam mengasah akal dan mengasuh hati.

Editor: Agus Ramadhan
FOR SERAMBINEWS.COM
Dosen STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh, Dr. H. Herman, M.A 

*) Oleh: Dr. H. Herman, M.A 

MENGASAH akal dan mengasuh hati memiliki peranan penting dalam kehidupan manusia.

Mengasah akal manusia dapat meningkatkan pengetahuan dan memperluas wawasan serta dapat meningkatkan kemampuan analisis, berpikir kritis dan inovatif serta dapat memperbaiki kemampuan  menyelesaikan masalah, membuat keputusan dan mengevaluasi informasi dalam hidupnya.  

Mengasuh hati manusia dapat meningkatkan kesadaran spiritual dan mempebaiki kemampuan menghubungkan diri dengan Allah SWT., meningkatkan kemampuan mengelola emosi, dan memperbaiki kemampuan menghadapi tantangan, meningkatkan kemampuan berempati dan memperbaiki kemampuan mengerti orang lain, meningkatkan kemampuan mengembangkan kepribadian dan memperbaiki kemampuan menjadi pribadi yang baik. 

Dalam mengasah akal dan mengasuh hati sangat diperlukan manajemen ramadhan efektif supaya dalam mengasah akal dan mengasuh hati dapat membentuk sikap dan perilaku yang bertaqwa kepada Allah SWT.

Manajemen ramadhan efektif dapat mendatangkan kesadaran spiritual dan memperbaiki hubungan dengan Allah SWT., membangun disiplinan dan mengembangkan kemampuan mengontrol diri, mendatangkan sikap empati dan kepedulian terhadap orang lain serta sanggup menjaga kesehatan dari mengkomsumsi makanan dan minuman yang haram. 

Nabi Muhammad SAW menyampaikan pesan bahwa mengasah akal dan mengasuh hati manusia harus dengan berpuasa di bulan suci ramadhan, karena dengan berpuasa dapat melembutkan hati dan membangun kesabaran dalam diri setiap muslim.

Dengan kelembutan hatinya, dia mampu bersikap empati, merasakan kesusahan fakir miskin, berbelas kasih kepada sesamanya, merasa cukup meski sedang merasa kelaparan, dan tidak berlebihan saat berbuka puasa.

Dengan kesabaran akal, dia mampu menahan diri dari berkata kasar dan kotor pada saat sedang kesal atau marah, tetapi dia hanya merespon dengan istigfar. 

Persoalan yang muncul sekarang, umat Islam sepertinya sudah kehilangan arah dalam mengasah akal dan mengasuh hati sehingga membuat sikap dan perilaku seperti kurang terkendali selaku insan bertaqwa kepada Allah SWT.

Maksudnya, dalam mengasah akal dan mengasuh hati masih lemah meningkatkan  kesadaran kehadiran Allah SWT dalam jiwanya, mengembangkan sikap rasa syukur kepada Allah SWT, dan menghindari emosi dari perbuatan yang tidak baik dalam hidupnya.

Berdasarkan hasil temuan penelitian dapat dijelaskan bahwa sebesar 79,5 persen orang mengakui tidak mendapatkan pendidikan terkait mengelola akal dan hati di masa kecil dari orang tua.

Padahal kita tahu bahwa setiap lini kehidupan kita semuanya terkait dengan akal dan hati dan penting bagi peran kita di masa kini.

Misalnya karier yang baik bisa hancur seketika akibat akal dan hati tidak terkoneksi dalam bekerja (Hayail Umroh, 2023). 

Manajemen ramadhan yang efektif dalam mengasah akal dan mengasuh hati harus dibekali dengan perencanaan yang matang, program kegiatan yang nyata,

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved