Serambi Ramadhan
Beramal di Media Sosial
Dr Tgk Sirajuddin Saman MA dalam program ‘Serambi Ramadhan’ Selasa (11/3/2025), yang disirakan secara langsung di kanal Youtube Serambinews.
Ketika kita membaca di media sosial dan ada tulisan yang mengarah pada ghibah, maka segera naikkan (scroll) ke atas, jangan sampai kita membacanya. Tgk Sirajuddin Saman, Dewan Pembina ISAD Aceh
SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Gunakan media sosial untuk menyebarkan kebaikan, bukan sekadar eksistensi. Jadikan media sosial sebagai ladang amal dengan membagikan ilmu dan hal-hal yang bermanfaat bagi orang lain. Jangan sampai media sosial justru menjauhkan diri dari kehidupan nyata dan menjadikannya lupa akan hakikat kebaikan yang sesungguhnya.
Hal itu disampaikan oleh Dewan Pembina Ikatan Sarjana Alumni Dayah (ISAD) Aceh, Dr Tgk Sirajuddin Saman MA dalam program ‘Serambi Ramadhan’ Selasa (11/3/2025), yang disirakan secara langsung di kanal Youtube Serambinews.
“Media sosial ini ibarat senjata dan tergantung siapa yang menggunakannya. Bila itu digunakan oleh orang berniat baik tentunya akan bermanfaat baginya dan orang lain. Kalau digunakan untuk kejahatan, tentunya akan menghasilkan kejahatan. Karena itu, media sosial harus dipergunakan dengan bijak” ujarnya.
Program yang mengangkat tema "Fenomena Ramadhan di Media Sosial: Dakwah atau Ajang Pamer?”, dipandu oleh host Agus Ramadhan. Program kerja sama Serambi Indonesia dengan ISAD Aceh, yang didukung Bank Aceh Syariah dan Kyriad Muraya Hotel Aceh, tayang setiap hari pukul 15.00 WIB selama bulan Ramadhan.
Tgk Sirajuddin mengatakan, berdakwa dalam media sosial tidak mesti dengan berceramah, namun bisa dengan berbagai kebaikan maupun bersedekah dengan fakir miskin, yang kemudian divideokan dan diunggah ke media sosial.
“Hal ini agar orang-orang dapat mengikuti jejak kebaikannya. Persoalan ini tergantung kepada niat hati. Tapi kalau seseorang niat berdakwah supaya orang lain memujinya, maka itu adalah pamer,” tegasnya.
Dalam sebuah hadis, Rasulullah SAW bersabda: Barangsiapa yang memberi teladan (contoh) perbuatan yang baik, ia akan mendapatkan pahala perbuatan tersebut serta pahala orang yang mengikutinya (sampai hari kiamat) tanpa mengurangi pahala mereka sedikit pun. (HR Bukhari dan Muslim).
Nabi SAW juga bersabda: “Barangsiapa memperdengarkan (menyiarkan) amalnya, maka Allah akan menyiarkan aibnya, dan barangsiapa beramal karena riya, maka Allah akan membuka niatnya (di hadapan orang banyak pada hari Kiamat)”. (HR Bukhari dan Muslim).
“Maka berhati-hatilah ketika beramal. Tidak ada faedahnya amal kita diketahui orang. Kita juga tidak bisa mengetahui hati seseorang. Ketika misalnya kita melihat seseorang foto di Mekkah melalui media sosial, kita tidak boleh langsung memvonisnya riya. Belum tentu” terang Tgk Sirajuddin.
Menurut Pimpinan Dayah Khamsatu Anwar Denong, Aceh Besar ini, hal itu semua tergantung pada niat dan latar belakang orang itu membagikan foto atau videonya sedang beribadah ke media sosial. Ada juga orang yang seolah-olah beribadah hanya untuk konten di media sosial. “Mudah-mudahan kita semua bisa beramal dengan tidak riya” paparnya.
Di sisi lain, Tgk Sirajuddin menegaskan bahwa ghibah itu tidak hanya dilakukan melalui mulut, tapi bisa juga di media sosial melalui tulisan. Karena itu, penyebab hilangnya pahala puasa Ramadhan dosa ghibah yang dilakukan di media sosial.
“Ketika kita membaca di media sosial dan ada tulisan yang mengarah pada ghibah, maka segera naikkan (scroll) ke atas, jangan sampai kita membacanya. Alahkah baiknya di bulan Ramadhan ini kita tutup media sosial dan kalau penting sekali buka lah pada malam hari,” ujarnya.
Dalam penutupnya, Tgk Sirajuddin menyampaikan bahwa salah satu seseorang yang tidak dapat mengendalikan dirinya adalah ketika dia merasa dirinya lebih. Maka akan tibul pada orang itu rasa angkuh dan menghina orang lain.
“Bijaklah menggunakan media sosial saat Ramadhan, perbanyak iktikaf, baca Al-Quran, zikir, dan hindari telalu banyak menggunakan handpone. Mudah-mudahan Allah SWT menerima amal ibadah kita semua,” pungkas Peraih gelar doktor di UIN Ar-Raniry Banda Aceh tahun 2020.(ar)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Gunakan-Media-Sosial-untuk-Kebaikan-Bukan-Sekadar-Eksistensi.jpg)