Ramadhan 2025
Mengapa Harus Memperbanyak Doa di Penghujung Ramadhan? Ini Keutamaannya
Pengurus ISAD Aceh sekaligus Dosen STAI Tgk Chik Pante Kulu, Tgk Burhanuddin SPdI MA jelaskan kenapa mesti banyak berdoa di penghujung Ramadhan.
Penulis: Sara Masroni | Editor: Mursal Ismail
"Jumhur ulama menjelaskan, secara eksplisit ayat ini dikesankan bahwa tema berdoa menjadi bagian dari ibadah Ramadhan," jelas Tgk Burhan.
Terlebih di sepuluh malam terakhir, terdapat suatu malam yang sangat agung, yaitu malam Lailatul Qadar.
"Di mana kita tahu bahwa malam itu merupakan malam diturunkannya Al-Quran yang terdapat keutamaan seperti beribadah selama seribu bulan," jelas Tgk Burhan.
"Tentunya setiap mukmin yang cerdas tak akan menyia-nyiakan kesempatan ini," tambahnya.
Mengenai malam Lailatul Qadar, dijelaskan bawah Ummul Mukminin pernah bertanya kepada Rasulullah Saw mengenai kapan waktunya.
Rasulullah menjawab, ada di malam-malam ganjil sepuluh terakhir, lalu Aisyah bertanya lagi kepada Rasulullah, Wahai Rasulullah, menurutmu apa yang sebaiknya aku ucapkan jika aku menemukan malam Lailatul Qadar?
Baca juga: Tgk Mustafa Husen Woyla Jelaskan Makna Keihklasan dan Keridhaan dalam Bincang Serambi Ramadhan
Beliau bersabda: Berdoalah: Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘anni. (Ya Allah, sesungguhnya engkau Maha Pengampun dan menyukai sifat pemaaf, maka ampunilah aku). Hadits Riwayat At Tirmidzi, 3513.
"Melalui hadits inilah, kita dianjurkan memperbanyak berdoa, terutama dengan lafadz doa tersebut," jelas Tgk Burhan.
"Sungguh di masyarakat kita pun doa ini sering dibaca di sela-sela tarawih, tinggal diperbanyak saja membaca di waktu yang lain," tambahnya.
Waktu Berdoa
Banyak ulama menjelaskan, terdapat beberapa waktu-waktu mustajabah yang sangat dianjurkan untuk memperbanyak berdoa, berharap dengan penuh keikhlasan dan ketundukan kepada Allah Swt.
Di antara waktu-waktu mustajabah itu adalah hari Jum'at, antara azan dan iqamah, setelah shalat fardhu, saat berpuasa dan berbuka serta di waktu sahur.
"Khususnya di waktu sahur ini, merupakan waktu yang memiliki keutamaan tersendiri pula," jelas Tgk Burhan.
Baca juga: Bincang Serambi Ramadhan - Begini Sejarah Tarawih dan Pengamalannya di Berbagai Belahan Dunia
Sebagaimana yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah, ditulis dalam Kitab Shahih Bukhari Muslim.
"Rabb kita tabaraka wa ta’ala turun ke langit dunia ketika tersisa sepertiga malam terakhir. Lantas Dia berfirman, 'Siapa saja yang berdo’a kepada-Ku, maka akan Aku kabulkan. Siapa yang meminta kepada-Ku, maka akan Aku beri. Siapa yang meminta ampunan kepada-Ku, maka akan Aku ampuni.” (HR. Bukhari no. 1145 dan Muslim no. 758).
Baca juga: Bincang Serambi Ramadhan - Inilah Sejarah Tarawih dan Pengamalannya di Berbagai Belahan Dunia
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/ILUSTRASI-BERDOA-RAMADHAN2.jpg)