KUPI BEUNGOH
Serba Serbi Ramadhan Karim
Lantas, bagaimana cara akita agar dapat memaksimalkan ibadah dan mampu memanfaatkan kesempatan ini dengan baik?
*) Oleh: Nauratul Islami, M.Pd
RAMADHAN dengan segala keistimewaannya akan selalu menjadi hal yang selalu dinantikan oleh setiap kaum muslim.
Ramadhan yang kesekian kali adalah kesempatan terbaik untuk mengumpulkan berkah-berkah untuk bekal dan akhirat kita nanti.
Ramadhan merupakan bulan yang penuh kebaikan, berkah, Rahmat, dan juga merupakan bulan pengampunan dosa serta pembebasan dari api neraka.
Pada bulan ini pula Allah melipat gandakan pahala puasa dengan nilai tiada terhingga, dan hanya Allah lah yang mengetahuinya.
Munculnya rasa bahagia dalam diri seseorang ketika datangya Ramadhan adalah bagian dari wujud keimanan.
Lantas, bagaimana cara akita agar dapat memaksimalkan ibadah dan mampu memanfaatkan kesempatan ini dengan baik?
Awali Pagi dengan Kegiatan Produktif
Dalam sebuah artikel disebutkan bahwa, dalam konteks psikologi, rutinitas di pagi hari menentukan bagaimana kita akan menjalani hari tersebut.
Di mana hal tersebut dapat menjadi pondasi utama dalam membangun struktur dan stabilitas dalam kehidupan sehari-hari.
Di saat pagi hari tiba, kita akan dihadapkan dengan dua pilihan, ada yang meluangkan waktunya dengan hal yang bermanfaat maka ia telah menyelamatkan dirinya dengan kebaikan.
Ada pula yang menghabiskan waktunya dengan hal yang tidak bermanfaat,
Sebagaimana yang kita ketahui bahwa kesibukan manusia hanya ada dua, kesibukan yang bermanfaat untuk dunia maupun akhirat, dan kesibukan yang mudharat bagi dunia maupun akhirat.
Salah satu bentuk syukur atas nikmat waktu adalah dengan mengatur waktu dengan baik.
Manajemen waktu dalam Islam adalah proses mengatur dan mengalokasikan waktu secara efektif dan efisien untuk mencapai tujuan hidup yang sesuai dengan syariat dan nilai-nilai Islam.
Dengan memanfaatkan waktu secara bijak, umat Islam akan mencapai kesuksesan dunia dan akhirat. Serta meningkatkan kualitas hidup dan juga ibadah.
Dalam konteks Islam, manajemen waktu yang efektif juga melibatkan penghindaran dari kegiatan yang tidak berguna.
Sebaliknya waktu harus diisi dengan kegiatan yang produktif, seperti membaca al-Qur’an, mendengarkan kajian ilmu agama dan ceramah, atau melakukan kegiatan social yang bermanfaat.
Mengatur waktu sedemikian rupa dengan membagi untuk ibadah dan pekerjaan yang diniatkan untuk akhirat.
Di mana segala aktivitas tersebut dapat menjadi wasilah seorang hamba untuk mendekatkan diri kepada Allah, serta memohon pengampunan Allah SWT.
Amalan Khusus untuk Wanita
Sebagai seorang wanita, tak jarang yang merasa sedih kala tak bisa menjalankan ibadah puasa Ramadhan secara penuh.
Lantaran harus berhenti sejenak di masa haid. Banyak wanita banyak yang mengeluh tentang “haid”nya.
Hal ini dikarenakan mereka beranggapan bahwa dengan datangnya haid dapat meminimalisir ibadah yang dikerjakan. Sehingga akan berkurangnya berkah dan pahala yang didapatkan.
Begitu juga dengan orang yang dalam keadaan bernifas, dan juga sebagai seorang ibu.
Notabennya seorang ibu tentunya memiliki aktivitas yang sangat padat. Baik itu mengurus anak, suami, dan juga menyelesaikan berbagai macam pekerjaan rumah lainnya.
Hal tersebut tidak perlu dirisaukan. Karena segala sesuatu yang sudah digariskan oleh Allah semua ada hikmahnya.
Tidak perlu bersedih karena tak bisa menjalankan rangkaian ibadah tertentu di bulan Ramadhan.
Masih ada sejumlah amalan bagi wanita uzur di bulan Ramadhan yang bisa dilakukan agar tetap bisa mendapatkan berkah dan ridha Allah.
Salah satu amalan yang bisa dikerjakan oleh wanita haid ataupun benifas yaitu berzikir.
Seperti yang sudah masyhur bahwa zikir merupakan ibadah yang bisa diamalkan di mana pun dan kapan saja.
Tidak terbatas waktu dan tempat. Allah telah menjanjikan di dalam al-Qur’an bahwa Allah akan memberikan keteenangan hati bagi siapa saja yang berzikir.
Syaikh Ali al-Murshafi dalam kitabnya Manhaj as-Salik ila Asyrafi al-Masalik menjelaskan faidah berzikir, di antaranya adalah kita akan selalu mendapatkan keridaan Allah, dan kita akan termasuk ke dalam golongan al-Dzakiriin (orang-orang yang menyebut Allah),
serta Allah akan menjadikan hati dan tubuh kita lebih mudah dalam berbuat taat, sehingga kita akan mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Amalan selanjutnya yang dapat diamalkan yaitu bersalawat. Salawat merupakan hal yang sangat mudah diamalkan.
Namun di balik ringannya lafaz salawat, ada begitu banyak keutamaan yang akan didapatkan.
Di antaranya adalah mendapatkan syafaat di hari akhirat kelak, pelebur dosa, terijabah doa, hingga terkabulkan segala hajat, dan yang terlebih utama yaitu sebagaimana yang diriwayatkan dalam sebuah hadis.
“Barang siapa yang bersalawat atasku satu kali, maka Allah akan bersalawat kepadanya sepuluh kali”.
Terlebih lagi kita membacanya di bulan suci ini. Tentunya akan dilipatgandakan berkali-kali.
Dua amalan di atas merupakan amalan yang sangat mudah untuk kita kerjakan.
Hanya saja kembali kepada kita, apakah kita mau mengamalkannya ataupun tidak.
Bahkan ibadah ini dapat diamalkan oleh para ibu rumah tangga sembari mengerjakan aktivitasnya.
Mempertahankan spirit Ramadhan
Sukses dalam ibadah merupakan harapan setiap hamba. Di bulan Ramadhan tentunya kita selalu mengusahakan agar hati dan jiwa kita selalu dilembutkan dengan berbagai amal ibadah.
Pasca Ramadhan nanti juga tetap harus dijaga segala amal salih yang dikerjakan. Meskipun nantinya Ramadhan akan berlalu bukan berarti kita akan berhenti melakukan ibadah yang kita lakukan selama Ramadhan.
Salah satu hikmah Ramadhan adalah menahan diri dari perbuatan dosa dan meningkatkan ibadah.
Ibrah yang kita dapatkan ini harus menjadi pegangan kita sepanjang tahun. Bulan Ramadhan mampu memberikan pelajaran yang mendalam tentang ketakwaan.
Sudah semestinya kerinduan setelah berlalunya Ramadhan menjadi pendorong bagi ita untuk terus meningkatkan ketakwaan kita kepada Allah SWT. Pun agar kualitas dan kuantitas ibadah kita tidak turun.
Mari kita gunakan kesempatan berharga ini untuk memperbanyak doa dengan menghadirkan dan memantapkan hati. Jangan menyiakan waktu istimewa dengan hal yang tidak berguna.
Sudah seyogyanya bagi kita setiap muslim untuk menjadi hamba-hamba yang cerdas dalam memanfaatkan kesempatan ini untuk mengumpulkan pundi-pundi keberkahan, serta memperbanyak bekal menghadap Allah SWT.
Semoga kita tidak melepas Ramadhan tanpa takwa. Pun demikian jangan sampai selepas Ramadhan seleseai pula semangat kita dalam beribadah dan beramal.
Begitu pula di saat kita berbuka, sertakan selalu rasa harap untuk mendapatkan kenikmatan berbuka di hari-hari berikutnya, serta kenikmatan di hari akhirat kelak.
Mari kita jadikan kesempatan beramal kali ini sebagai hari-hari yang lebih bermakna dari sebelumnya. Aamiin ya rabbal ‘alamin. (*)
*) PENULIS adalah Anggota DPP ISAD Aceh, Dosen Universitas Islam Al-Aziziyah Indonesia (UNISAI) dan Ma’had Aly Darul Munawwarah
KUPI BEUNGOH adalah rubrik opini pembaca Serambinews.com. Setiap artikel menjadi tanggung jawab penulis.
Artikel KUPI BEUNGOH lainnya baca DI SINI
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Pengurus-Ikatan-Sarjana-Alumni-Dayah-ISAD-Aceh-Tgk-Nauratul-Islami.jpg)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.