Berita Banda Aceh

Aceh Kirim 2 Qori Untuk Ikuti MTQ Internasional DMDI 2025, Bersaing dengan 68 Peserta dari 6 Negara

Ketua Umum DMDI Provinsi Aceh Drs Aidi Kamal MM menjelaskan, bahwa hasil seleksi yang dilakukan oleh DSI Aceh telah menetapkan dua peserta terbaik

Penulis: Yeni Hardika | Editor: Agus Ramadhan
SERAMBINEWS.COM/IST
MTQ Internasional DMDI - Peserta dan pendamping utusan Provinsi Aceh serta LO (tengah) berfoto bersama di Auditorium Kementrian Pemuda dan Olah Raga RI yang menjadi tempat penyelenggaraan Musabaqah Tilawah Al Qur'an Antar Bangsa DMDI ke-15 di Jakarta yang berlangsung dari 20 - 21 Maret 2026. (SERAMBINEWS.COM/IST) 

Kompetisi Musabaqah Tilawah Al Qur'an Antar Bangsa DMDI pertama kali diselenggarakan di Melaka, Malaysia, pada 26-28 Juli 2013. 

Pada saat itu, Aceh berhasil meraih juara pertama melalui Ustaz Takdir Feriza setelah bersaing dengan peserta dari Malaysia, Filipina, Brunei Darussalam, Thailand, Singapura, Afrika, Cina, Timor Leste, serta sejumlah provinsi lain di Indonesia.

"Untuk negara lain, setiap perwakilan membawa nama negara, sedangkan di Indonesia, masing-masing provinsi mengirimkan utusannya," tambah Aidi Kamal.

Sementara itu, Kepala Dinas Syariat Islam (DSI) Aceh Zahrol Fajri SAg MH mengatakan, Aceh juga pernah menjadi tuan rumah ajang MTQ Internasional DMDI, yang diselenggarakan di halaman Masjid Raya Baiturrahman, Kota Banda Aceh pada tahun 2021. 

Saat itu, peserta berasal dari 16 provinsi di Indonesia, sementara beberapa negara seperti Malaysia, Singapura, Brunei Darussalam, Afrika Selatan, Cina, Filipina, dan Thailand berpartisipasi secara virtual.

Baca juga: Bupati Aceh Besar Buka MTQ Tingkat Kemukiman Lamlhom Lhoknga, Diikuti 140 Peserta dari 7 Gampong

Tahun ini, Indonesia kembali dipercaya menjadi tuan rumah ajang MTQ Internasional DMDI yang berlangsung di Jakarta.

PLH UPTD Pengembangan dan Pemahaman Alquran (PPQ) Dinas Syariat Islam Aceh Abdul Rani, SSosI MA menyebutkan, bahwa seluruh biaya keberangkatan peserta ditanggung oleh Dinas Syariat Islam Aceh.

"Ini sebagai bentuk dukungan penuh kita terhadap pengembangan syiar Islam dan tilawah Al-Qur'an di Aceh, sekaligus dukungan penuh kita terhadap visi dan misi gubernur Aceh," katanya, Jumat (21/3/2025).

Ia menambahkan, semua pihak juga dapat mendukung visi dan misi tersebut dengan melaksanakan intruksi Gubernur Aceh no 1 tahun 2025 tentang shalat berjamaah dan pengajian di sekolah.

"Program ini baru di Launching pada 17 ramadhan 1446 H, atau tepatnya 17 Maret 2025," pungkas Abdul Rani.

(Serambinews.com/Yeni Hardika)

BACA BERITA LAINNYA DI SINI

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved