Breaking News

Berita Banda Aceh

Ajang Debat Pelajar LDBI 2025 Dibuka, Kadisdik Aceh Ajak Siswa Tingkatkan Literasi & Berpikir Kritis

Ajang tahunan ini mempertemukan pelajar terbaik dari seluruh kabupaten dan kota di Aceh yang telah melalui proses seleksi ketat untuk mewakili daerah

Penulis: Yarmen Dinamika | Editor: Mursal Ismail
Serambinews.com/HO
BUKA LDBI - Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Marthunis ST, DEA membuka Lomba Debat Bahasa Indonesia (LDBI) jenjang SMA tingkat Provinsi Aceh pada Kamis (28/8/2025) malam di Hotel Grand Aceh Syariah, Banda Aceh.  Lomba berakhir 31 Agustus 2025. 

Ajang tahunan ini mempertemukan pelajar terbaik dari seluruh kabupaten dan kota di Aceh yang telah melalui proses seleksi ketat untuk mewakili daerah masing-masing.

Laporan Yarmen Dinamika l Banda Aceh 

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Aceh, Marthunis ST, DEA, membuka Lomba Debat Bahasa Indonesia (LDBI) jenjang SMA tingkat Provinsi Aceh, Kamis (28/8/2025) malam. 

Kegiatan bergengsi ini  berlangsung hingga 31 Agustus 2025 di Hotel Grand Aceh Syariah, Banda Aceh.

LDBI tahun ini mengusung tema “Pembinaan Minat, Bakat, dan Kreativitas Siswa melalui Debat Bahasa Indonesia sebagai Puncak Literasi.” 

Ajang tahunan ini mempertemukan pelajar terbaik dari seluruh kabupaten dan kota di Aceh yang telah melalui proses seleksi ketat untuk mewakili daerah masing-masing.

Dalam sambutannya, Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Aceh menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan semata-mata kompetisi, melainkan lebih dari itu, yakni menjadi ruang strategis untuk membina generasi muda Aceh agar memiliki pola pikir kritis, kemampuan komunikasi yang baik, serta etika dalam berpendapat.

“Melalui debat, siswa belajar menyampaikan pendapat secara cerdas dan sopan. Ini adalah bagian penting dari pembentukan karakter sekaligus peningkatan literasi yang sejati,” ujar Marthunis.

Baca juga: VIDEO - Konvoi Ratusan Ojol Lantunkan Shalawat Antar Jenazah Teman yang Tewas Dilindas Rantis Brimob

Ia menegaskan bahwa kemampuan debat adalah refleksi dari literasi seseorang. Menurutnya, mustahil seseorang dapat berdebat dengan baik tanpa kebiasaan membaca dan berpikir kritis yang mendalam.

Lebih lanjut, Marthunis menyebutkan bahwa debat yang baik mengandung tiga unsur utama: isi (content) yang kuat dan berbobot, penyampaian (delivery) yang menarik dan meyakinkan, serta metode (manner) yang sesuai dengan etika dan struktur debat yang benar.

Para peserta, katanya, tidak hanya dituntut untuk menang dalam berargumen, tetapi juga mampu menyampaikan pendapat secara santun dan konstruktif.

“Sebagaimana diajarkan dalam Al-Qur’an, menyampaikan kebenaran harus dilakukan dengan hikmah dan keteladanan,” tambahnya.

Ajang LDBI ini juga disebut sebagai miniatur dari potensi luar biasa pelajar Aceh dalam membangun masa depan bangsa melalui kekuatan literasi dan bahasa. 

Selain melatih kemampuan komunikasi, debat juga mendorong tumbuhnya jiwa kepemimpinan, kolaborasi, serta semangat kebangsaan di kalangan siswa.

Baca juga: Harga Emas Kian Berkilau di Banda Aceh, 29 Agustus 2025 Segini per Mayamnya

“Para peserta sejatinya tengah menerima semacam ‘vaksin literasi’, yakni kemampuan berpikir jernih, menyampaikan pendapat secara etis, dan berdialog secara sehat serta produktif. Kemampuan-kemampuan ini sangat krusial dalam menghadapi tantangan global saat ini,” terang Kadisdik.

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved