Kupi Beungoh
Gaza dan Bukti Perang Bisa Beradab
Palestina kembali diserang secara membabi-buta oleh tentara zionis Israel Defense Forces (IDF) pada hari Selasa (18/3/2025) pagi.
Oleh Dr. H. Muhammad Heikal Daudy, S.H., M.H*)
Palestina kembali diserang secara membabi-buta oleh tentara zionis Israel Defense Forces (IDF) pada hari Selasa (18/3/2025) pagi.
Sebuah serangan sistematis yang merusak dan berlangsung dalam masa genjatan senjata antara Israel dengan Harakat al-Muqawama al-Islamiyya (HAMAS) yang sudah dimulai sejak 19 Januari 2025 silam.
Publik seluruh dunia mengecam serangan secara pengecut tersebut, karena Israel melakukannya dengan sepihak tanpa dipicu sebab-sebab yang dibenarkan oleh hukum manapun.
Dunia hari ini paham betul, bahwa dalam konflik di Gaza yang telah menghadap-hadapkan HAMAS (Bangsa Palestina pada umumnya) vs Israel selama berpuluh-puluh tahun itu, tidak memerlukan alasan bagi Israel untuk secara sepihak dan sesuka hatinya membantai Bangsa Palestina, toh sejarah mencatatkan demikian.
Ada atau tidak adanya perjanjian semisal genjatan senjata (ceasefire) antara para pihak disana, Israel tetap saja dengan watak aslinya sebagai mesin pembunuh yang saban waktu melanggar setiap perjanjian-perjanjian dengan beragam dalih yang jika dicermati sangatlah diskriminatif, rasis dan tidak berprikemanusiaan.
Seperti yang dilakukannya subuh selasa lalu, saat sahur di bulan Ramadhan. Sejatinya adalah bulan suci bagi Muslim Gaza dan seluruh dunia.
Dimana ummat muslim sedang fokus dengan bersungguh-sungguh melaksanakan serangkaian aktivitas ibadah karena nilainya yang berlipat ganda sesuai ganjaran pahala (rewards) dari Allah Swt dalam bulan ramadhan.
Baca juga: Gaza tidak Sendirian, Hamas Sambut Baik Serangan Houthi Yaman terhadap Israel
Mengingat bulan ini memiliki nilai keutamaan yang berbeda dari penggalan bulan-bulan hijriah lainnya, baik sebelum maupun sesudahnya.
Namun tidak demikian bagi zionis Israel. mereka tetap saja tidak menggubris kondisi-kondisi tersebut, bagi zionis semua itu bukanlah alasan untuk menghalangi mereka berlaku semena-mena terhadap warga Gaza tanpa pandang bulu.
Balita-tua-muda, laki-laki maupun perempuan. Seakan semuanya sama dimata mereka untuk dijadikan subjek santapan pemusnahan (genosida), dan tanah airnya juga harus dirampas (okupasi), sekaligus dijadikan sebagai objek pembumihangusan.
Ujian bertubi-tubi yang dialami Warga Gaza khususnya, berikut pula Bangsa Palestina pada umumnya.
Telah membuka mata hati dunia, bahwa Bangsa Palestina adalah sebuah bangsa yang beradab, entitas bangsa yang memiliki daya tahan (endurance), daya juang (fighting), dan kehormatan (dignity) dalam menjaga agama, tanah air dan bangsanya dari penjajah.
Sekalipun itu semua terjadi pada era modern saat ini yang konon digadang-gadang berperadaban tinggi.
Baca juga: VIDEO Hamas Langsung Balas Agresi Israel, Kirim Rentetan Rudal ke Tel Aviv
Kemampuan Warga Gaza sebagaimana telah ditunjukkan, merupakan manifestasi dari kefahaman total secara kolektif terhadap Dienul Islam yang dianut Bangsa Palestina secara mayoritas.
| Demokrasi yang Diringkas: Pilkada dalam Cengkeraman Elite |
|
|---|
| Refleksi HAB Ke-80 Kemenag Pasca Bencana Aceh-Sumatra: Sinergi Umat Dan Kemajuan Bangsa |
|
|---|
| Bencana Hidrometeorologi dan Kajian Dampak Defisit Komunikasi Lingkungan |
|
|---|
| Bencana Banjir Aceh, Urgensi Pelukan Hangat Lintas Sektoral |
|
|---|
| Pulihkan Hulu Hutan Aceh Mulai dari Kesepakatan Moral ke Kerja Kolektif |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Dr-H-Muhammad-Heikal-Daudy-SH-MH-Sekretaris-Majelis-Hukum-HAM-PW-Muhammadiyah-Aceh.jpg)