KUPI BEUNGOH
Ramadhan: Bulan Berbagi Sarana Aktualisasi Diri
Bulan ini menjadi istimewa dengan banyak alasan, diantaranya; pada bulan ini Alquran diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW
*) Oleh: Ihsan Sulis
RAMADHAN adalah bulan yang dinanti oleh seluruh kaum muslimin di berbagai belahan dunia.
Ibarat tamu VVIP yang disambut gegap gempita dengan segala persiapan dan persembahan yang ada.
Bulan ini menjadi istimewa dengan banyak alasan, diantaranya; pada bulan ini Alquran diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW sebagaimana firman Allah SWT:
"Bulan Ramadhan adalah (bulan) yang di dalamnya diturunkan Al-Qur`ān, sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang benar dan yang batil)" (QS: 2:185)
Juga karena pada bulan ini ibadah puasa diwajibkan oleh Allah SWT kepada setiap Mukallaf ; "Wahai orang-orang yang beriman! Diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang sebelum kamu agar kamu bertakwa" ( QS: 2 : 183)
Disamping itu bulan ini juga merupakan bulan dilipat gandakan segala kebaikan yang ada, pahala ibadah Sunnah seperti ibadah wajib, ibadah wajib dilipat gandakan hingga 70 kali lipat dan ibadah puasa dilipat gandakan oleh Allah SWT dengan bilangan yang tak terbatas, sesuai sabda Nabi SAW:
"Setiap amalan kebaikan anak Adam [manusia] akan dilipatgandakan dengan 10 kebaikan yang semisal hingga 700 kali lipat. Allah Ta’ala berfirman 'Kecuali amalan puasa. Amalan puasa tersebut adalah untuk-Ku. Aku sendiri yang akan membalasnya. Disebabkan dia telah meninggalkan syahwat dan makanan karena-Ku. Orang yang berpuasa akan mendapatkan dua kebahagiaan yaitu kebahagiaan ketika dia berbuka dan kebahagiaan ketika berjumpa dengan Rabbnya. Sungguh bau mulut orang yang berpuasa lebih harum di sisi Allah daripada bau minyak kasturi ” (H.R. Bukhari)
Karena demikian banyak keutamaan, Ramadhan menjadi bulan yang dinanti, bahkan para salafussoleh sejak bulan rajab sudah berdoa dengan penuh harap agar dipertemukan dengan bulan agung ini; “Allahumma bariklana fi rajaba wa sya’bana wa balighna ramadhan” (Ya Allah berkahi kami di bulan rajab dan sya’ban, dan sampaikanlah kami hingga di bulan Ramadhan)
Karena kemuliannya juga Ramadhan memiliki banyak nama, satu diantaranya adalah syahrul Jud (bulan berbagi), penamaan ini disebabkan karena baginda Rasulullah SAW dibulan ini sangat royal didalam berderma, sebagaimana disebutkan dalam hadis riwayat Bukhari; “Rasulullah SAW adalah orang yang paling dermawan, dan beliau semakin dermawan saat berada di bulan Ramadhan” di hadis yang lain Rasulullah SAW juga bersabda:
“Orang yang dermawan dekat dengan Allah, dekat dengan manusia, dekat dengan surga, dan jauh dari neraka. Sedangkan orang yang kikir jauh dari Allah, jauh dari manusia, jauh dari surga dan dekat dengan neraka. Orang jahil yang dermawan lebih disukai Allah daripada ahli ibadah yang kikir." (HR At-Tirmidzi)
Hadis-hadis diatas menjelaskan keutamaan berderma kepada makhluk-makhluk ciptaan Allah SWT, keutamaan ini bukan saja berefek sebatas pahala ukhrawi namun demikian ia juga berefek secara langsung kepada para pelakunya yang terbukti secara ilmiah.
Adalah Elizabeth Dunn seorag Psikolog Associate Profesor Department of Psychology University of British Colombia penulis buku Happy Money; The new science of smarter spending yang telah melakukan riset di beberapa negara di Eropa dan Asia lewat tulisan yang ia publish di jurnal international berjudul Spending Money on others make us happier than spending it on ourselves.
ia berkesimpulan bahwa dengan memberi sesuatu kepada orang lain ternyata lebih ampuh untuk meningkatkan kebahagiaan dibanding dengan membeli barang untuk kepentingan pribadi, kebahagiaan ini serupa dengan efek bahagia dari olahraga yang dapat memiliki efek langsung dan jangka panjang ujarnya
Perilaku dermawan dan suka memberi ini adalah prilaku yang erat kaitannya dengan sosok Baginda Rasulullah SAW, kata Ibnu Abbas ketika menceritakan kedermawanan Rasulullah SAW, beliau berkata; “Nabi adalah orang yang paling ringan tangan dan paling dermawan dan paling suka memberi terutama saat bulan Ramadhan, saat Jibril datang mengajarinya Al Qur’an” (HR. Mutafaqqun Alaih)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Ihsan-Sulis-Anggota-Ikatan-Sarjana-Alumni-Dayah-ISAD-Aceh.jpg)