Salam
Pastikan Rumah Aman Sebelum Ditinggal Mudik
Trisna Zunaidi, menyarankan, warga kota yang melakukan mudik Lebaran agar menitipkan huniannya sehingga dapat menekan angka pencurian yang sering terj
HARIAN Serambi Indonesia edisi Senin (24/3/2025) memberitakan, kasus pencurian mulai menunjukkan gejala peningkatan menjelang mudik Lebaran. Hal ini disebabkan Banda Aceh merupakan kota tempat di mana banyak perantau, terutama mahasiswa dan pekerja yang lebih memilih pulang kampung untuk merayakan Idul Fitri bersama keluarga.
Kapolresta Banda Aceh, Kombes Pol Fahmi Irwan Ramli, melalui Kasi Humas, Ipda Trisna Zunaidi, menyarankan, warga kota yang melakukan mudik Lebaran agar menitipkan huniannya sehingga dapat menekan angka pencurian yang sering terjadi di rumah kosong. “Titip huniannya kepada tetangga terdekat, aparat desa, dan bhabinkamtibmas yang bertugas di desa binaannya. Kasus pencurian sudah mulai menunjukkan gejala peningkatan,” kata Ipda Trisna saat dihubungi Minggu (23/3/2025).
Ia juga mengingatkan warga kota untuk tidak meninggalkan barang berharga di rumah saat pulang kampung. Bila ada tindakan yang berpotensi merusak keamanan dan kenyamanan warga, Ipda Trisna mempersilakan masyarakat melapor ke aparat desa, pos polisi terdekat, atau Nomor WA Curhat Kapolresta melalui kontak 082316851998 untuk mendapatkan layanan kepolisian.
Hari raya Idul Fitri 1446 Hijriah hanya tinggal menghitung hari. Seperti biasa, warga yang tinggal di perantauan umumnya pulang ke kampung halaman untuk merayakan Lebaran bersama keluarganya. Dalam konteks Aceh, salah satu kabupaten/kota yang penduduknya banyak pendatang atau perantau adalah Banda Aceh. Karena itu, tak heran jika setiap Lebaran terutama hari raya Idul Fitri, ibu kota Provinsi Aceh ini nyaris kosong ditinggal oleh masyarakatnya yang mudik. Kondisi tersebut tentu menimbulkan kekhawatiran terjadinya kejahatan seperti pencurian atau perampokan serta masalah kelistrikan dan kebakaran.
Karena itu, ajakan Polresta Banda Aceh agar pemudik menitipkan rumahnya kepada tetangga terdekat, aparat desa, dan anggota bhabinkamtibmas yang bertugas di desa tersebut, harus direspons oleh semua masyarakat. Sebab, ajakan tersebut merupakan salah satu upaya tepat untuk menghindari rumah kosong menjadi sasaran pencurian atau perampokan serta berbagai masalah lain. Apalagi, Polresta Banda Aceh sudah mendeteksi bahwa kasus pencurian mulai meningkat menjelang masa mudik tahun ini tiba.
Selain upaya dari pihak kepolisian, kewaspadaan sejak dini dari warga sendiri juga merupakan hal yang tak bisa diabaikan untuk mengantisipasi terjadinya pencurian saat rumah kosong. Hal ini harus jadi atensi serius dari kita semua karena sering kali rumah yang ditinggalkan dalam kondisi kosong menjadi sasaran pencurian. Apalagi, masa libur dalam rangka Idul Fitri tahun ini tergolong panjang dibanding sebelumnya. Kewaspadaan sejak dini dimaksud, antara lain, memastikan semua pintu dan jendela rumah sudah terkunci dengan baik serta menitipkannya kepada tetangga atau petugas keamanan dan melaporkan ke aparat desa setempat.
Selain itu, cabut dan rapikan kabel peralatan elektronik untuk mencegah terjadinya kebakaran; matikan aliran gas dan air untuk mencegah kebakaran dan banjir, pasang lampu otomatis di halaman rumah agar rumah itu terkesan tetap ada penghuni, sehingga mengurangi risiko pencurian. Kemudian, pasang CCTV pada rumah Anda; serta hindari membagikan rencana mudik di media sosial karena hal ini dapat memberikan informasi kepada pihak yang tak bertanggung jawab bahwa rumah Anda sedang kosong. Dengan melakukan langkah-langkah tersebut, kita harapkan tak ada lagi--atau minimal berkurang--jumlah rumah kosong yang pemiliknya mudik atau berlibur menjadi sasaran pencurian atau perampokan serta berbagai masalah lain seperti kelistrikan dan kebakaran. Dengan demikian, mudik kita akan lebih tenang dan nyaman tanpa dihantui rasa waswas terhadap rumah yang ditinggalkan dalam kondisi kosong. Semoga! (*)
POJOK
Kasus pencurian meningkat
Ini artinya warga yang ingin mudik harus pastikan rumah aman sebelum ditinggal kan?
Warga Gampong Teungoh gerebek penginapan
Cocoknya ditutup saja penginapan yang membandel ya?
Pria 60 tahun nekat bacok IRT
Sudah lansia tapi kok masih berani bacok orang ya?
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Trisna-Zunaidi-Kasi-Humas-Polresta.jpg)