Minggu, 10 Mei 2026

Wawancara Eksklusif

Iskandar Usman Al-Falarky, Saya Jamin Keamanan Investor

Bupati Aceh Timur, Iskandar Usman Al-Falarky siap menjami keamanan dan kenyamanan investor yang berniat masuk dan berinvestasi.

Tayang:
Editor: mufti
IST
Bupati Aceh Timur, Iskandar Usman Al-Falarky 

Bupati Aceh Timur, Iskandar Usman Al-Falarky siap menjami keamanan dan kenyamanan investor yang berniat masuk dan berinvestasi. Al-Farlaky akan berdiri di depan untuk memastikan hal itu. Termasuk juga soal memberikan kemudahan dalam hal pengurusan administrasi. Hal itu ditegaskan Bupati Aceh Timur dalam program Podcast ‘Membedah Konsep Aceh Timur Garang' di sela kunjungannya ke Kantor Harian Serambi Indonesia di Banda Aceh, Rabu (26/3/2025). Podcast tersebut dipandu langsung oleh Pemimpin Redaksi (Pemred) Harian Serambi Indonesia, Zainal Arifin M Nur. Berikut petikan wawancara Pemred Serambi dengan Bupati Aceh Timur:

Membedah konsep Aceh Timur Garang. Mungkin bisa dijelaskan awal mula munculnya ide untuk memilih kata ‘Garang'?

Inspirasi garang ini dari saya sendiri. Saya saat maju pemilu legislatif (pileg), sebenarnya orang sudah mendorong saya untuk maju sebagai kepala daerah, tetapi waktu itu saya tidak begitu yakin. Saya mungkin akan melanjutkan pengabdian di DPR Aceh untuk periode ketiga. (Pilkada) Ini pertarungannya pasti. Saya juga tidak ingin ribut-ribut secara internal. Dinamikanya seperti itu.

Tapi lambat laun, saya lihat dorongan itu semakin kuat. Jadi begitu dorongan kuat, saya meski pernah menyampaikan kepada teman-teman di Aceh Timur yang terus mendesak agar maju, tapi saya sudah memikirkan konsepnya. Apa kira-kira tagline yang paling tepat kalau saya maju? Apa konsep tim pemenang yang paling tepat kalau saya maju? Jadi konsep itu sudah saya kantongi sejak waktu Pileg walaupun saya tidak maju Pilkada.

Lalu, kenapa memilih kata ‘Garang?'

Garang. Saya berpandangan begini. Ini sesuatu yang baru tentunya. Harus dengan semangat yang baru. Garang itu memiliki filosofi. Filosofinya adalah bagaimana kita memiliki semangat bangkit. Garang itu bagaimana kita ini memiliki terobosan baru. Garang itu bagaimana kita ingin menyemangati teman-teman yang lain. Nah, mari kita bergerak. ‘Beugarang', karena ‘beugarang' itu harus mulai dari diri kita, dari diri kita sendiri, tidak mungkin orang lain yang ‘peugarang'.

Jadi Aceh Timur harus bisa tampil di provinsi, di nasional. Harus. Dimanapun harus tampil. Maka saya berharap ada potensi-potensi sumber daya manusia yang akan membantu kabinet saya nanti, yang memiliki jangkauan luas, tidak hanya di kabupaten. Seorang ayam petarung itu dia tidak hanya bertarung di kandangnya, tapi bagaimana dia keluar kandang dan mampu melakukan pertarungan. Itu baru hebat. Nah, itu filosofi ‘garang'-nya.

Seorang kepala dinas misalnya mampu melakukan lobi-lobi dengan kementerian, mampu membuat proposal dengan baik, mampu berbicara dengan baik di forum-forum lokal, provinsi, dan nasional. Itu yang kita butuhkan. Kalau tidak ada seperti itu, tidak ada yang mengenal Aceh Timur. 

Apakah ada program super prioritas, misalnya dalam 100 hari kerja ini saya harus selesaikan persoalan  ini? 

Ada. Dari beberapa itu yang menjadi resume catatan saya, dalam 100 ini ada 11 poin yang harus kami lakukan. Artinya, kegiatan-kegiatan yang bisa kami lakukan dalam waktu cepat, yang tidak menguras misalnya secara finansial yang besar, itu akan segera kita tuntaskan. Karena kita tahu pemerintahan (Pemkab Aceh Timur) juga terkena imbas efisiensi anggaran yang sekitar Rp 100 miliar lebih.

Kemudian, kita juga belum duduk dengan tim untuk melakukan proses pergeseran-pergeseran yang disyaratkan oleh pemerintah. Kegiatan yang kita lakukan dari 11 item ini beberapa sudah terlaksana dengan baik. Termasuk kemarin kita melakukan peninjauan lahan untuk pembangunan rumah singgah bagi masyarakat Aceh Timur yang berobat ke Banda Aceh. Nanti akan ada rumah singgah di Banda Aceh. Jadi masyarakat Aceh Timur yang ke Banda Aceh, yang selama ini tidak punya tempat tinggal, harus menyewa hotel dengan kemampuan keuangan yang sangat kekurangan atau dia ke tempat keluarga, ke depan bisa tinggal di rumah singgah. Jadi ketika ayahnya atau ibunya dirawat di rumah sakit, dia selang-seling dengan adik atau abangnya menjaga dan yang lainnya tinggal di rumah singgah.

Rumah singgah itu akan difasilitasi dengan ambulans. Ambulans itu kita perlukan kalau ada lansia, karena rumah sakit (RSUDZA) tidak menanggung ambulans. Jadi kita fasilitasi dengan ambulans sampai ke rumah. Di rumah singgah nanti standby driver, dia yang akan mengantar hingga ke tujuan. 

Jadi itu sedang proses survei atau belum? 

Belum. Kita akan DED dulu. Kita buat DED dulu. Sementara untuk setahun ini, kita cari rumah sewa. Nanti di rumah yang kita sewa itu, ranjang kita buat, kemudian kasur, dan fasilitas lainnya. Setelah setahun DED selesai, baru kita akan bangun. Termasuk apel ASN kemarin itu masuk dalam 11 item prioritas. 

Saya melihat di video apel itu, kayak ada permasalahan yang dihadapi di Aceh Timur. Nah, kira-kira apa permasalahan terbesar yang sedang dihadapi Bupati terpilih, Bupati baru ini? 

Kalau saya menyampaikan secara rinci, banyak persoalan lain. Saya masuk ke rumah baru di mana rumah itu infrastrukturnya rusak, piringnya kotor, kemudian di dalam centan perenang, yang harus saya perbaiki sedikit demi sedikit. Lima hari serasa seperti setahun permasalahan yang kami hadapi. Pak Sekda dan jajaran dinas melaporkan berbagai persoalan. Kita cari solusi bersama-sama. Termasuk persoalan yang paling mendasar adalah terkait dengan persoalan keuangan. Apalagi kena efisiensi. Ya, imbas efisiensi juga berpengaruh kepada persoalan keuangan.

Yang kedua, mengenai dengan tata kelola pemerintahan. Ini sedikit demi sedikit, ke depan kita runut, kita perbaiki, karena tujuan lain, tak lain adalah membangun Aceh Timur untuk lima tahun yang akan datang. Program-program strategis yang sudah kami canangkan kita harapkan bisa dijalankan oleh seluruh OPD yang ada dan juga mendapat dukungan dari seluruh stakeholder. Saya sangat mengharapkan dukungan masyarakat, stakeholder, karena tidak mungkin kita mampu ini membangun sendiri. Membangun hanya mengandalkan pemerintah saja tidak mungkin. Dengan keterbatasan dan upaya-upaya ke depan, bagaimana kita menjemput anggaran-anggaran yang ada di pusat dan juga di provinsi. Nah, ini salah satu strategi yang akan dilakukan termasuk untuk peningkatan PAD nantinya dengan berkerja sama dengan perusahaan-perusahaan di Aceh Timur, itu berkantor di Aceh Timur, singgah pajaknya di Aceh Timur, kendaraan-kendaraannya juga menggunakan plat Aceh Timur.

Ada nggak strategi yang sudah disusun untuk melobi pemerintah Aceh, membangun komunikasi dengan pemerintah pusat untuk membawa pulang program strategis?

Ada. Sebelum dilantik, beberapa pertemuan sudah kita gagas dengan teman-teman di Jakarta, dengan lintas kementerian, tinggal saja kami melakukan follow-up, mungkin setelah lebaran ini, kita akan ke Jakarta, termasuk dukungan dari teman-teman Harian Serambi Indonesia untuk kegiatan di bidang ekonomi kreatif, termasuk Pak Menteri Ekonomi Kreatif (Menekraf) Teuku Riefky Harsya juga akan saya undang ke Aceh Timur untuk melihat langsung situasi dan potensi yang ada di Aceh Timur. Di bidang perikanan juga demikian, di bidang perkebunan juga demikian, dan juga di sektor pertambangan pariwisata, termasuk untuk industri. 

Sisi lain, untuk investasi. Jadi investasi kita akan buka selebar-lebarnya dan persoalan misalnya ada investor yang ragu masuk karena persoalan keamanan dan lainnya, saya Bupati akan berdiri di depan untuk menjamin bagaimana stabilitas keamanan ini terwujud, dengan dukungan tentunya Forkopimda yang ada di Aceh Timur. Jadi tidak perlu sungkan-sungkan investor masuk ke Aceh Timur. Nanti kita akan presentasikan ke teman-teman investor, banyak sekali yang bisa mereka kerjakan, termasuk di sektor perikanan. 

Kenyamanan dan kepastian hukum dua-duanya kita jamin. Administrasi juga tidak ada yang akan dipersulit. Tetapi investor yang masuk tetap harus menghargai lokal wisdom. Artinya, dia akan melibatkan putra daerah dan sumber daerah setempat dengan kolaborasi dengan sumber daya yang mereka miliki.

Di jajaran birokrasi kan sudah dilaksanakan apel. Artinya, kalau mau cepat, kayaknya ya kabinetnya seperti yang sudah ada atau mungkin ada warning-warning khusus yang disampaikan?

Warning yang saya sampaikan termasuk dalam pelantikan dan juga dalam apel sudah didengar oleh semua kabinet. Kita tidak akan serta-merta. Kita tetap objektif, kita tetap profesional. Silakan tunjukkan kinerja yang baik. Mari bekerja dengan sepenuh hati, nanti seleksi alam akan terjadi. Jadi, kehebatan pemerintah itu kehebatan tim, bukan kehebatan personal. Kita tidak perlu superman, tapi kita butuh supertim.(yos)

 

‘Serambi Menjadi Titik Balik Karier Politik Saya'

BUPATI Aceh Timur, Iskandar Usman Al-Farlaky mengatakan bahwa Serambi Indonesia menjadi titik balik kariernya di dunia politik. Hal itu disampaikannya dalam pelantikannya sebagai bupati pada 19 Maret 2025 lalu dan pada saat berkunjung ke Harian Serambi Indonesia, Rabu (26/3/2025).

Ini merupakan kunjungan kerja perdananya sebagai bupati sejak dilantik seminggu lalu. Al-Farlaky membawa hampir seluruh kabinetnya, mulai dari sekretaris daerah, para asisten, hingga para kepala dinas. Kunjungan Bupati Aceh Timur itu disambut oleh Pemimpin Redaksi Harian Serambi Indonesia, Zainal Arifin M Nur, Pemimpin Perusahaan Mohd Din, dan para manager dan editor.

"Yang saya hormati, teman-teman keluarga besar Harian Serambi Indonesia, dimana Serambi Indonesia merupakan titik balik karier politik saya, dan saya pernah bergabung dengan keluarga besar Serambi selama lima tahun. Banyak pengalaman di lapangan yang saya dapatkan. Saya ucapkan ribuan terima kasih," kata Iskandar dalam pidato sambutannya dalam acara pelantikan pekan lalu.

Dalam kunjungan ke Kantor Harian Serambi Indonesia kemarin, hal ini kembali diungkit oleh Pemred Serambi, Zainal Arifin M Nur. Menjawab hal itu, Al-Farlaky menyampaikan bahwa apa yang disampaikannya dalam pidato sambutan saat pelantikan adalah sebuah pengakuan terhadap apa yang dia alami saat bergabung dengan Harian Serambi Indonesia.

"Serambi banyak memberi inspirasi bagi saya dalam berbuat di tengah masyarakat. Nah saat itu (saat menjadi wartawan) saya menemukan banyak persoalan-persoalan keumatan yang harus diperjuangkan dengan jalur menulis. Dan Alhamdulillah, ternyata kekuatan menulis juga bisa mengubah kebijakan kepala daerah saat itu," ujarnya.

Berawal dari hal tersebut, Al-Farlaky mengaku banyak mendapat tempat di hati masyarakat. Sehingga ketika memutuskan maju pemilu legislatif (pileg) 2014, semua masyarakat, para tokoh, dan desa-desa yang ia bantu melalui jalur pemberitaan, mendukung penuh pencalonannya sebagai anggota DPR Aceh.

"Alhamdulillah terpilih, walaupun baru pertama maju. Saya (sebelumnya) tidak pernah mencalonkan diri di level DPRK, langsung ke DPRA. (Waktu itu) saya terpilih sebagai anggota DPR Aceh termuda, termuda di seluruh Aceh," sebut Al-Farlaky.

Bupati Aceh Timur ini mengenang, ketika pertama sekali bekerja sebagai wartawan, berita yang ia buat yaitu kasus laka lantas di Pereulak dan kondisi Krueng Peureulak yang airnya keruh langsung tayang di Koran Serambi Indonesia berserta dengan foto-fotonya. Hal itu membuatnya semakin bersemangat untuk lebih kreatif lagi mencari sumber-sumber berita di lapangan.

Al-Farlaky mengakui Harian Serambi Indonesia telah banyak berubah. Dulu saat ia bergabung, Serambi masih menggunakan gedung yang lama. 

"Tapi sekarang sudah luar biasa perubahannya, ruang kerjanya juga lumayan, bagus sekali, ruang rapat juga demikian. Potensi anak-anak muda yang bergabung sekarang juga mungkin berbeda dengan kami. Kalau dulu kita masih memakai alat-alat kerja manual, sekarang kan berteknologi canggih. Nah, harapan saya semoga ke depan Serambi juga terus berkontribusi untuk pembangunan Aceh," harap Bupati Aceh Timur ini.(yos)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved