Puasa Syawal

Bolehkah Mengerjakan Puasa Syawal Tidak Berurutan? Buya Yahya Jelaskan Menurut Mazhab Syafi'i

Untuk puasa sunah, niat boleh dilakukan di siang hari sejauh yang bersangkutan belum makan, minum, dan hal-hal lain yang...

Penulis: Yeni Hardika | Editor: Eddy Fitriadi
SERAMBINEWS.COM/SYAMSUL AZMAN
Buya Yahya di sebuah ruangan dalam Kompleks Masjid Haji Keuchik Leumiek. Bolehkah Mengerjakan Puasa Syawal Tidak Berurutan? Buya Yahya Jelaskan Menurut Mazhab Syafi'i. 

SERAMBINEWS.COM - Momen Idul fitri menjadi momen berkumpul dan bergembira bagi umat muslim setelah menunaikan puasa satu bulan penuh.

Oleh sebab itu, bagi sebagian muslim, lebaran Idul Fitri tak hanya dirayakan sehari pada 1 Syawal saja, tapi juga pada hari-hari berikutnya.

Namun bagi sebagian umat muslim lainnya, ada yang merayakan hari raya Idul Fitri dengan mengerjakan Puasa Syawal.

Puasa syawal merupakan ibadah puasa sunnah yang dikerjakan di bulan syawal, tepatnya setelah hari raya Idul Fitri.

Usai menjalankan ibadah puasa selama satu bulan penuh di bulan Ramadhan, umat Islam dianjurkan untuk melanjutkannya dengan puasa selama 6 hari di bulan syawal.

Oleh sebab itu, puasa syawal juga sering disebut dengan puasa enam atau puasa 6 syawal.

Mengerjakan puasa syawal memiliki keutamaan yang besar.

Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Imam Muslim ra, disebutkan bahwa berpuasa selama enam hari setara dengan berpuasa selama setahun penuh.

مَنْ صَامَ رَمَضَانَ ثُمَّ أَتْبَعَهُ سِتًّا مِنْ شَوَّالٍ كَانَ كَصِيَامِ الدَّهْرِ

“Barangsiapa yang berpuasa di bulan Ramadhan kemudian berpuasa enam hari di bulan Syawal, maka dia berpuasa seperti setahun penuh.” (HR. Muslim, no. 1164).

Lalu, kapankah puasa syawal mulai bisa dikerjakan?

Baca juga: Niat Puasa Syawal 6 Hari Setelah Idul Fitri, Apa Saja Keutamaannya

Waktu mengerjakan puasa sunnah Syawal

Pengasuh Lembaga Pengembangan Dakwah dan Pondok Pesantren Al-Bahjah, Prof. Yahya Zainul Ma'arif, LC, MA, Ph.D atau Buya Yahya dalam sebuah kajian yang diunggah di YouTube Al-Bahjah Tv sebenarnya sudah pernah memberikan penjelasannya mengenai persoalan ini.

Buya Yahya, menjelaskan dalam mazhab Imam Syafi'i, puasa sunnah Syawal sangat dikukuhkan dikerjakan pada tanggal 2 Syawal, dan dikerjakan berurutan selama 6 hari.

"Penjelasan dari Faatbaahu Sittan, puasa 6 Syawal itu disunnahkan, menurut Imam Syafi'i disunnahkan di atas sunnah sangat dikukuhkan, jika ditanggal ke-2 berurutan sampai tanggal ke-6. Itu dalam mazhab Imam Syafi'i radhiallahu 'anhu," kata Buya Yahya.

Berikut tayangan video penjelasan lengkap Buya Yahya soal waktu pengerjaan puasa sunnah Syawal.

Tapi, lanjut Buya Yahya seperti dikutip dalam video tersebut, ada ikhtilaf pendapat ulama lainnya yang berbanding terbalik dengan mazhab Imam Safi'i.

Halaman
123
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved