Selain itu, kata Husaini, dirinya juga menjawab pertanyaan komisioner terhadap tidak semua kecamatan mendapatkan bantuan modal usaha. Sebab, dari 706 proposal yang masuk, ternyata 306 sudah memenuhi kelengkapan adminitrasi.
Sehingga, sebutnya, Kecamatan Kembang Tanjong paling banyak calon penerima bantuan modal usaha. Sebab, hasil verifikasi, mereka lengkap adminitrasi. Sehingga dirinya berani bertanggungjawab terjadap penyaluran bantuan modal usaha tersebut.
"Jadi ketika komisioner mempertanyakan kenapa bantuan modal usaha, yang penerima tidak semua kecamatan. Alasan kami karena tidak lengkap adminitrasi, dan tidak ada usahanya. Sebab, jika kita berikan kepada penerima yang tidak lengkap adminitrasi, nantinya jadi temuan BPK. Sebab, BPK akan turun melakukan pengecekan secara acak," jelasnya.(naz)