Breaking News

Berita Abdya

Empat Kasus DBD Terjadi di Abdya Periode Januari-April 2025, Dinkes: Jaga Kebersihan Lingkungan

Dari empat kasus tersebut, tiga di antaranya diderita oleh anak-anak yang masih berumur 7 hingga 16 tahun, sisanya orang tua.

Editor: Saifullah
For Serambinews.com
FOGGING - Petugas dari Dinas Kesehatan Kabupaten Aceh Barat Daya (Dinkes Abdya) melakukan fogging di permukiman masyarakat sebagai upaya pencegahan terjangkitnya penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD). 

Laporan Masrian Mizani | Aceh Barat Daya 

SERAMBINEWS.COM, BLANGPIDIE – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) mencatat empat kasus penderita Demam Berdarah Dengue (DBD) selama periode Januari–April 2025. 

Dari empat kasus tersebut, tiga di antaranya diderita oleh anak-anak yang masih berumur 7 hingga 16 tahun, sisanya orang tua.

“Untuk tahun ini, baru empat kasus DBD yang kita temukan,” kata Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Abdya, Safliati kepada Serambinews.com, Kamis (10/4/2025), di Blangpidie.

“Sedangkan pada tahun 2024 lalu, sebanyak 31 kasus dan itu juga banyak diderita oleh usia anak-anak dan remaja,” ujar Safliati.

Dari 31 kasus DBD pada tahun 2024, beber Safliati, semua pasien dinyatakan sembuh setelah ditangani secara medis. 

“Alhamdulillah, setelah dirawat dan ditangani, semua pasien sembuh, tidak ada yang meninggal dunia,” ujar Safliati.

Ia menjelaskan, dalam menangani kasus DBD selama ini, pihak Dinkes rutin melakukan penyuluhan kebersihan dan melakukan fogging di permukiman masyarakat.

“Pada dasarnya, fogging itu perlu, apalagi penyuluhan menjaga kebersihan, tapi yang lebih penting adalah kesadaran kita untuk menjaga kebersihan lingkungan dari sampah, terutama sampah plastik,” ucap Saflitati.

Sebab, jelas Kadinkes, sampah plastik terutama botol bekas minuman yang masih berisikan air menjadi tempat berkembangbiaknya nyamuk jenis Aedes Aegypti yang dapat membawa virus dengue—penyebab penyakit demam berdarah.

“Nyamuk-nyamuk ini sangat mudah berkembang biak di sampah-sampah plastik yang berisikan air, baik di botol bekas air mineral, kaleng, bahkan di tempurung kelapa,” urainya.

“Maka, kita meminta jangan membuang sampah sembarangan karena saat turun hujan, sampah-sampah yang terbuka itu bisa dimasuki air,” pesan Safliati.

Ia menuturkan, selama ini tim di Dinas Kesehatan dan puskesmas rutin memberikan penyuluhan kepada masyarakat agar menjaga kebersihan lingkungan.

“Kita berharap adanya kesadaran dalam menjaga kebersihan, termasuk pengelolaan sampah yang baik agar terhindar dari penyakit,” pungkas Safliati.(*)

 

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved