Minggu, 19 April 2026

Wawancara Eksklusif

Bupati Bireuen Gandeng Investor Lokal Bangun Pabrik Refinery

program apa saja yang akan dilakukan Mukhlis dan Razuardi lima tahun mendatang, Pemred Serambi Indonesia, Zainal Arifin mengundang Mukhlis Takabeya

Editor: mufti
SERAMBI/HENDRI
BERBINCANG - Bupati Bireuen periode 2025-2030, Haji Mukhlis Takabeya berbincang dengan Pemred Serambi Indonesia, Zainal Arifin M Nur dalam program Serambi Spotlight di Studio Serambinews.com, Meunasah Manyang Pagar Air, Aceh Besar, Kamis (17/4/2025). 

Bupati Bireuen periode 2025-2030, Haji Mukhlis Takabeya, ternyata bukan hanya sosok pengusaha dan politisi sukses. Dia juga terkenal sebagai sosok yang jago memasak dan pemburu ulung. Dirinya, dikenal aktif dalam kegiatan-kegiatan sosial masyarakat.

Saat berkunjung ke Gedung Serambi Indonesia, di Meunasah Manyang Pagar Air, Aceh Besar, Kamis (17/4/2025), Haji Mukhlis Takabeya membahas panjang lebar tentang kisah hidupnya yang berasal dari keluarga biasa-biasa saja di Bireuen. Ia dirinya sendiri anak ke-8 dari 13 orang bersaudara. Kondisi masa kecil Mukhlis sama halnya dengan anak-anak pada umumnya.

Pria yang lahir di Gampong Alue Krueb, Kecamatan Peusangan Siblah Krueng, Bireuen pada 17 April 1972, sedari kecil memiliki hobi memasak dan aktif berburu bersama temannya. Lahir dari keluarga yang biasa saja, memaksa Mukhlis harus belajar lebih keras untuk menggapai apa yang ia inginkan. 

Kondisi masa kecil dan remaja ini, mendidik Haji Mukhlis menjadi sosok pejuang tangguh untuk mencapai cita-citanya. Kisah pahit kehidupan sedari kecil hingga mahasiswa menjadikan Haji Mukhlis sebagai sosok yang peduli dengan kehidupan dan kondisi sosial masyarakat, bukan hanya di sekeliling tempat tinggalnya, tapi juga ke seluruh Bireuen, hingga ke kabupaten-kabupaten tetangga. 

Setelah sukses menjadi pengusaha, Haji Mukhlis, kini melebarkan sayapnya ke dunia perpolitikan. Hal itu juga berkat dorongan dari Mantan Bupati Bireuen, almarhum Saifannur yang merupakan abang kandung Haji Mukhlis.

Kini, sosok pengusaha berjiwa sosial ini telah menjadi pemimpin tertinggi di Kabupaten Bireuen. Bersama wakilnya, Ir Razuardi, Mukhlis bertekad untuk mewujudkan cita-citanya, membawa Bireuen ke arah yang lebih baik. 

Guna mengetahui langkah dan program apa saja yang akan dilakukan Mukhlis dan Razuardi lima tahun mendatang, Pemred Serambi Indonesia, Zainal Arifin, mengundang Mukhlis Takabeya untuk membedah arah pembangunan Bireuen 2025-2032, dalam program Serambi Spotlight di Studio Serambinews.com. Berikut petikan wawancara eksklusif yang disiarkan melalui kanal Youtube dan Facebook Serambinews.com dan saluran media sosial lainnya di bawah Serambi Indonesia Group.

Pak Mukhlis, mungkin bisa bercerita sedikit tentang latar belakang keluarga dan kemudian memilih menjadi pengusaha?

Saya memiliki 13 saudara dari dua orang mama dan satu ayah. Saya punya dua mama, dimana mama yang pertama itu meninggal dunia dan meninggalkan empat orang anak. Lalu ayah saya, menikah dengan mama saya dan melahirkan 9 orang anak. Anak pertama almarhum Pak Saifan mantan bupati dan saya anak nomor 8. 

Meski beda orang tua, kami seperti keluarga besar dan tidak ada perbedaan. Karena saudara yang empat orang itu masih kecil sekali saat mamanya meninggal dunia?

Lalu, ketika umur 3 tahun ayahnya saya meninggal dunia. Saat ditinggal ayah, kami termasuk orang miskin di kampung. Lalu saat musim tanam padi, semua keluarga kita turun semua untuk menanam padi ke sawah. Saat semua keluarga dan saudara saya turun ke sawah, saya  hanya dirumah saja. Sebab, waktu kecil saya tidak kuat terkena sinar matahari.

Saya saat itu disuruh pilih, mencangkul atau memasak. Lalu saya lebih memilih memasak supaya tidak kena matahari. Jadi saya memasak, cuci piring, masak nasi sampai menggoreng ikan dan sebagainya. Begitu mama dan saudara pulang sawah sebelum shalat sebelum magrib, makanan sudah kita siapkan. Terlebih pas masa kuliah dengan hidup serba pas-pasan, di kos kami juga memasak. Akhirnya, keseringan memasak dan hobi bisa jadi juga. Sampai hari ini ketika kita lihat ada belanga besar, kita masak terus. Saya memasak ini bukan untuk saya, melainkan ketika teman-teman mencicipi apa yang saya masak, saya begitu puas. aya puas ketika teman-teman mencicipi apa yang saya masak.

Selain memasak saya juga berburu. Karena kita orang kampung dan tinggal di kawasan pegunungan. Jadi, berburu awalnya pakai ketapel, jerat burung, binatang kancil dan kejar babi juga suka. Kemudian pakai senapan angin tembak tupai, dan petualang jadi hobi saya. Jadi, pas saya sudah jadi Direktur Takabeya, dan kita ikut kelompok Perbakit, sehingga setiap ada event berburu, saya sering sekali ikut. Sampai kita urus surat izin senjata api untuk berburu dan sampai hari ini masih hobi.

Bagaimana ceritanya terjun ke medan usaha? 

Saya sendiri kuliah di Jurusan Teknik Sipil di Politeknik Lhokseumawe (masa itu Politeknik Unsyiah). Nama Takabeya sendiri terinspirasi saat masih kuliah. Dulu Takabeya Perkasa yang terinspirasi dari pelajaran tentang mekanika teknik di Politeknik dengan menggunakan metode Takabeya. Takabeya ini seorang penemu dari Jepang. Kalau bicara menggunakan metode itu untuk menghitung sesuatu terhadap konstruksi, membuat kita terkesan. Karena satu pertanyaan, bisa 15 lembar jawabannya. Jawabannya selalu indah.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved