Rabu, 20 Mei 2026

Kesehatan

Picu Efek Samping Gagal Ginjal Hingga Kerusakan Hati, Ini Batas Konsumsi Obat Paracetamol Per Hari

Paracetamol akan mulai meredakan nyeri dan menurunkan suhu tinggi sekitar 30 menit setelah dosis diminum. Kemudian, efeknya biasanya berlangsung

Tayang:
Penulis: Yeni Hardika | Editor: Ansari Hasyim
KOLASE SERAMBINEWS.COM/GENERATED BY AI
OBAT PARACETAMOL - Berikut efek samping mengonsumsi obat paracetamol secara berlebihan serta batas konsumsi yang aman per hari. 

Kemudian, efeknya biasanya berlangsung sekitar 4 hingga 6 jam.

Baca juga: Minum Obat Paracetamol Berlebihan Bisa Picu Efek Samping, Simak Bahaya & Batas Konsumsi Per Harinya

Efek samping konsumsi paracetamol berlebihan

Efek samping paracetamol bisa terjadi ketika obat ini dikonsumsi dalam jumlah berlebih dan menyebabkan overdosis.

Berikut beberapa efek samping konsumsi paracetamol berlebihan:

1. Kerusakan hati

Dilansir dari Kompas.com, Jumat (14/4/2025), Guru Besar Fakultas Farmasi Universitas Gadjah Mada (UGM) Zullies Ikawati mengatakan, overdosis paracetamol dapat terjadi pada penggunaan akut maupun penggunaan berulang.

Adapun salah satu efek samping dari konsumsi paracetamol berlebihan yaitu memicu kerusakan pada hati.

"Overdosis paracetamol akut dapat terjadi jika seseorang mengonsumsi paracetamol dalam dosis besar dalam waktu 8 jam atau kurang," ujarnya, Rabu (9/4/2025).

"Kemudian untuk kejadian toksik pada hati (hepatotoksisitas) akan terjadi pada penggunaan 7,5-10 gram dalam waktu 8 jam atau kurang," tambahnya.

Pada dosis ini, tingkat kematian bisa terjadi, yakni mencapai 3-4 persen kasus, jika paracetamol digunakan sampai 15 gram.

Baca juga: Jangan Resepkan Paracetamol Sirup, Perintah Dinkes Gayo Lues kepada Para Dokter

Dikutip dari British Liver Trust, berikut gejala kerusakan hati yang disebabkan oleh overdosis paracetamol:

  • Warna kuning pada mata atau kulit 
  • Gula darah rendah
  • Berkeringat
  • Menjadi mudah tersinggung
  • Menjadi lebih kikuk atau kurang terkoordinasi dari biasanya
  • Mual
  • Muntah
  • Merasa sangat lelah (kelelahan)
  • Sakit di perut.

2. Gagal ginjal

Pada kasus yang jarang terjadi, paracetamol yang dikonsumsi secara berlebihan bisa menyebabkan gagal ginjal.

Pasalnya, pada dosis terapi 500 mg-2 gram, sebanyak 5-15 persen obat ini umumnya dikonversi oleh enzim sitokrom P450 dalam hati menjadi metabolit reaktifnya yang disebut N-acetyl-p-benzoquinoneimine (NAPQI).

Proses itu disebut sebagai aktivasi metabolik dan dalam hal ini NAPQI berperan sebagai radikal bebas yang memiliki hidup yang sangat singkat.

Zullies mengatakan, meski metabolisme paracetamol melalui ginjal tidak begitu berperan, namun jalur aktivasi metabolik ini terdapat pada ginjal dan penting secara toksikologi.

Dalam keadaan normal, NAPQI akan didetoksikasi secara cepat oleh enzim glutation dari hati.

Glutation mengandung gugus sulfhidril yang akan mengikat secara kovalen radikal bebas NAPQI dan menghasilkan konjugat sistein.

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved