Kesehatan
Picu Efek Samping Gagal Ginjal Hingga Kerusakan Hati, Ini Batas Konsumsi Obat Paracetamol Per Hari
Paracetamol akan mulai meredakan nyeri dan menurunkan suhu tinggi sekitar 30 menit setelah dosis diminum. Kemudian, efeknya biasanya berlangsung
Penulis: Yeni Hardika | Editor: Ansari Hasyim
Kemudian, efeknya biasanya berlangsung sekitar 4 hingga 6 jam.
Baca juga: Minum Obat Paracetamol Berlebihan Bisa Picu Efek Samping, Simak Bahaya & Batas Konsumsi Per Harinya
Efek samping konsumsi paracetamol berlebihan
Efek samping paracetamol bisa terjadi ketika obat ini dikonsumsi dalam jumlah berlebih dan menyebabkan overdosis.
Berikut beberapa efek samping konsumsi paracetamol berlebihan:
1. Kerusakan hati
Dilansir dari Kompas.com, Jumat (14/4/2025), Guru Besar Fakultas Farmasi Universitas Gadjah Mada (UGM) Zullies Ikawati mengatakan, overdosis paracetamol dapat terjadi pada penggunaan akut maupun penggunaan berulang.
Adapun salah satu efek samping dari konsumsi paracetamol berlebihan yaitu memicu kerusakan pada hati.
"Overdosis paracetamol akut dapat terjadi jika seseorang mengonsumsi paracetamol dalam dosis besar dalam waktu 8 jam atau kurang," ujarnya, Rabu (9/4/2025).
"Kemudian untuk kejadian toksik pada hati (hepatotoksisitas) akan terjadi pada penggunaan 7,5-10 gram dalam waktu 8 jam atau kurang," tambahnya.
Pada dosis ini, tingkat kematian bisa terjadi, yakni mencapai 3-4 persen kasus, jika paracetamol digunakan sampai 15 gram.
Baca juga: Jangan Resepkan Paracetamol Sirup, Perintah Dinkes Gayo Lues kepada Para Dokter
Dikutip dari British Liver Trust, berikut gejala kerusakan hati yang disebabkan oleh overdosis paracetamol:
- Warna kuning pada mata atau kulit
- Gula darah rendah
- Berkeringat
- Menjadi mudah tersinggung
- Menjadi lebih kikuk atau kurang terkoordinasi dari biasanya
- Mual
- Muntah
- Merasa sangat lelah (kelelahan)
- Sakit di perut.
2. Gagal ginjal
Pada kasus yang jarang terjadi, paracetamol yang dikonsumsi secara berlebihan bisa menyebabkan gagal ginjal.
Pasalnya, pada dosis terapi 500 mg-2 gram, sebanyak 5-15 persen obat ini umumnya dikonversi oleh enzim sitokrom P450 dalam hati menjadi metabolit reaktifnya yang disebut N-acetyl-p-benzoquinoneimine (NAPQI).
Proses itu disebut sebagai aktivasi metabolik dan dalam hal ini NAPQI berperan sebagai radikal bebas yang memiliki hidup yang sangat singkat.
Zullies mengatakan, meski metabolisme paracetamol melalui ginjal tidak begitu berperan, namun jalur aktivasi metabolik ini terdapat pada ginjal dan penting secara toksikologi.
Dalam keadaan normal, NAPQI akan didetoksikasi secara cepat oleh enzim glutation dari hati.
Glutation mengandung gugus sulfhidril yang akan mengikat secara kovalen radikal bebas NAPQI dan menghasilkan konjugat sistein.
| 5 Gejala Awal Diabetes yang Sering Tidak Disadari, Jangan Abaikan Tanda-tandanya |
|
|---|
| 7 Cara Menghilangkan Noda Hitam Bekas Jerawat, Bantu Wajah Tampak Lebih Bersih dan Cerah |
|
|---|
| 10 Rempah dan Herbal yang Dipercaya Baik untuk Kesehatan, dari Jahe hingga Kayu Manis |
|
|---|
| 6 Makanan Kaya Serat yang Baik untuk Jantung, Bisa Bantu Turunkan Kolesterol Jahat |
|
|---|
| 5 Makanan yang Sebaiknya Tidak Dikonsumsi Saat Perut Kosong, Bisa Picu Asam Lambung hingga Mual |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/obat-paracetamol-tablet.jpg)