Opini
Bangkit Melalui Ekonomi Kreatif
Dalam situasi yang tidak menentu ini, diperlukan strategi yang inovatif dan kreatif untuk membangkitkan kembali perekonomian.
Prof Dr Apridar SE MSi, Dosen FEB USK dan Ketua Dewan Pakar ICMI Orwil Aceh
KONDISI ekonomi Indonesia saat ini sedang mengalami tantangan berat, sebagaimana terungkap dalam survei yang dilakukan oleh LPEM FEB UI. Survei tersebut menunjukkan bahwa 55 persen ahli ekonomi sepakat bahwa kondisi perekonomian Indonesia lebih buruk dibandingkan tiga bulan sebelumnya.Bahkan, tujuh ahli menyatakan bahwa ekonomi jauh lebih buruk, sementara hanya satu ahli yang menganggap perekonomian membaik. Prediksi pertumbuhan ekonomi tiga bulan ke depan juga terlihat pesimistis, dengan sebagian besar ahli memprediksi kontraksi ekonomi. Selain itu, tekanan inflasi yang stagnan, pasar tenaga kerja yang memburuk, dan ekosistem bisnis yang suram menambah kompleksitas permasalahan ekonomi yang dihadapi Indonesia.
Dalam situasi yang tidak menentu ini, diperlukan strategi yang inovatif dan kreatif untuk membangkitkan kembali perekonomian. Salah satu sektor yang memiliki potensi besar untuk berkontribusi dalam pemulihan ekonomi adalah ekonomi kreatif. Ekonomi kreatif merupakan sektor yang mengandalkan ide, kreativitas, dan pengetahuan sebagai aset utama untuk menciptakan nilai tambah. Sektor ini mencakup berbagai industri seperti fashion, desain, film, musik, kuliner, seni, dan teknologi kreatif.
Potensi ekonomi kreatif
Indonesia memiliki potensi besar dalam pengembangan ekonomi kreatif. Menurut data dari Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf), kontribusi ekonomi kreatif terhadap PDB Indonesia pada tahun 2022 mencapai sekitar 7,4 % . Sektor ini juga menyerap tenaga kerja sebanyak 17 juta orang, atau sekitar 14?ri total angkatan kerja di Indonesia. Industri kreatif seperti fashion, kuliner, dan kerajinan tangan telah menjadi tulang punggung ekonomi di banyak daerah, terutama di wilayah-wilayah yang memiliki kekayaan budaya dan sumber daya alam melimpah.
Namun, potensi ini belum sepenuhnya tergarap maksimal. Tantangan utama yang dihadapi oleh pelaku ekonomi kreatif antara lain kurangnya akses terhadap modal, keterbatasan infrastruktur, dan rendahnya tingkat inovasi. Selain itu, pandemi COVID-19 telah memberikan dampak yang signifikan terhadap sektor ini, terutama pada industri yang bergantung pada interaksi langsung seperti pariwisata dan seni pertunjukan.
Strategi ekonomi kreatif
Untuk membangun ekonomi kreatif dalam kondisi ekonomi yang suram, diperlukan langkah-langkah strategis yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan, termasuk pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat. Beberapa strategi yang dapat diimplementasikan, pertama peningkatan akses modal dan pembiayaan, dimana salah satu kendala utama yang dihadapi oleh pelaku ekonomi kreatif adalah kesulitan dalam mengakses modal.
Pemerintah dapat memfasilitasi akses pembiayaan melalui program-program seperti kredit usaha rakyat (KUR) dengan biaya rendah, atau melalui skema pendanaan berbasis crowdfunding. Selain itu, peran lembaga keuangan seperti bank dan fintech juga penting dalam memberikan akses modal kepada pelaku ekonomi kreatif.
Kedua, pengembangan infrastruktur digital. Transformasi digital telah menjadi kunci dalam pengembangan ekonomi kreatif. Pemerintah perlu mempercepat pembangunan infrastruktur digital, termasuk jaringan internet yang cepat dan merata di seluruh wilayah Indonesia. Selain itu, pelatihan dan edukasi mengenai pemanfaatan teknologi digital juga perlu ditingkatkan agar pelaku ekonomi kreatif dapat memanfaatkan platform digital untuk memasarkan produk dan layanan mereka.
Ketiga peningkatan kapasitas dan inovasi agar dapat bersaing di pasar global, pelaku ekonomi kreatif perlu terus meningkatkan kapasitas dan inovasi. Pemerintah dapat mendukung hal ini melalui program pelatihan dan pendampingan, serta dengan memfasilitasi kolaborasi antara pelaku ekonomi kreatif dengan perguruan tinggi dan lembaga penelitian. Selain itu, insentif bagi perusahaan yang melakukan riset dan pengembangan (R&D) juga dapat mendorong terciptanya inovasi baru.
Keempat promosi dan pemasaran produk kreatif yaitu pemerintah khususnya perlu aktif mempromosikan produk-produk ekonomi kreatif Indonesia di pasar domestik dan internasional. Hal ini dapat dilakukan melalui partisipasi dalam pameran dan festival internasional, serta melalui kampanye pemasaran digital. Selain itu, pemerintah juga dapat memfasilitasi pembentukan jaringan distribusi yang efektif untuk memastikan produk-produk kreatif dapat mencapai pasar yang lebih luas.
Kelima perlu adanya regulasi yang mendukung dan tidak menghambat pertumbuhan ekonomi kreatif sangat penting. Pemerintah perlu menyederhanakan perizinan dan mengurangi birokrasi yang menghambat perkembangan usaha kreatif. Selain itu, perlindungan hak kekayaan intelektual (HKI) juga perlu ditingkatkan untuk melindungi karya-karya kreatif dari pembajakan dan plagiarisme.
Beberapa contoh sukses ekonomi kreatif di Indonesia dapat menjadi inspirasi bagi pengembangan sektor ini lebih lanjut. Misalnya, industri batik yang telah diakui sebagai Warisan Budaya Dunia oleh UNESCO. Batik tidak hanya menjadi simbol budaya Indonesia, tetapi juga menjadi sumber penghidupan bagi ribuan pengrajin di berbagai daerah. Selain itu, industri film Indonesia juga mengalami pertumbuhan yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir, dengan film-film seperti "Dilan 1990" dan "KKN di Desa Penari" berhasil menarik minat penonton dalam jumlah besar.
Aceh sebagai daerah yang menerapkan syariat Islam sebagai keistimewaan yang dituangkan UUD 44 tahun 1999 dan UUD 18 Tahun 2001 juga dapat dijadikan sebagai daerah kunjungan wisata halal. Pantai timur dan barat Selatan serta pegunungan yang indah merupakan objek wisata yang sangat indah, baik untuk dikunjungi. Wisatawan asing seperti Malaysia, Singapura, Thailand hingga ke Eropa telah banyak berkunjung ke Aceh. Berbagai produk halal yang sudah menjadi standar makanan sehat menjadi daya tarik khusus baik wisatawan mancanegara maupun lokal.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/apridarrr.jpg)