Luar Negeri
India dan Pakistan Terancam Perang Buntut Tragedi Berdarah di Kashmir Tewaskan 26 Wisatawan
Korban dari tragedi berdarah tersebut bukan tentara atau pejabat, melainkan warga sipil yang sedang berlibur di salah satu lembah paling indah India
Serangan itu menargetkan apa yang disebutnya sebagai landasan peluncuran militan di Kashmir yang dikelola Pakistan.
Pada 2019, setelah sedikitnya 40 personel paramiliter India tewas di Pulwama, Kahsmir, negara itu melakukan serangan udara ke lokasi yang diduga kamp militer di Balakot, Pakistan.
Itu menjadi serangan India terdalam ke wilayah Pakistan sejak 1971.
Pakistan pun merespons dengan serrbuan udara, yang berujung pada pertempuran udara dan penangkapan singkat seorang pilot India.
Kedua belah pihak menunjukkan kekuatan tetapi menghindari perang skala penuh.
Dua tahun kemudian, pada 2021, mereka menyetujui gencatan senjata LoC, yang sebagian besar telah dilaksanakan, meski serangan militan berulang kali terjadi di Kashmir yang dikelola India.
Sementara itu, seorang analis kebijakan luar negeri, Michael Kugelman, meyakini bahwa kombinasi tingkat kematian yang tinggi, dan penargetan warga sipil India dalam serangan terbaru, menunjukkan kemungkinan kuat adanya respons militer India terhadap Pakistan.
Hal itu akan terjadi bahkan Delhi menentukan, atau bahkan sekadar berasumsi adanya tingkat keterlibatan Pakistan.
Baca juga: Kepala Penjara Kashmir India Tewas di Rumahnya, Militan Mengaku Bertanggung Jawab
India Perketat Keamanan dan Luncurkan Operasi Perburuan usai Serangan Teroris di Kashmir
Pemerintah India memperketat pengamanan di wilayah Kashmir pada Rabu (23/4/2025), menyusul serangan teroris sehari sebelumnya yang menewaskan sedikitnya 26 orang, sebagian besar wisatawan domestik.
Usai serangan, pasukan keamanan India meluncurkan operasi perburuan besar-besaran terhadap para pelaku yang diyakini berasal dari kelompok militan.
Ribuan polisi dan tentara dikerahkan ke berbagai penjuru wilayah yang disengketakan tersebut.
Pos-pos pemeriksaan ditambah, kendaraan diperiksa secara acak, dan patroli udara menggunakan helikopter digencarkan.
Beberapa mantan milisi juga dipanggil ke kantor polisi untuk dimintai keterangan.
| Pelaku Penembakan Jamuan Trump Segera Didakwa, Ini Dua Tuduhannya |
|
|---|
| Satu Petugas Kena Tembak di Acara Makan Gedung Putih, Trump: Pelaku Tak Terkait dengan Iran |
|
|---|
| Sosok Pelaku Penembakan saat Jamuan Makan Malam di Gedung Putih, Trump dan Istri Selamat |
|
|---|
| Kebakaran Besar Hanguskan Ribuan Rumah di Sabah Malaysia, Lebih dari 9.000 Warga Terdampak |
|
|---|
| Satu Tentara UNIFIL Prancis Tewas dan 3 Terluka dalam Serangan di Lebanon, Macron Desak Usut Tuntas |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/tentara-india-di-kashmir.jpg)