Minggu, 19 April 2026

Konflik Rusia dan Ukraina

Trump dan Zelenskiy Bentrok Lagi, AS Ancam Tinggalkan Meja Perundingan!

“Sudah waktunya bagi Rusia dan Ukraina untuk menyetujui proposal perdamaian AS, atau bagi Amerika Serikat untuk meninggalkan proses ini,” katanya di h

Penulis: Sri Anggun Oktaviana | Editor: Ansari Hasyim
Tangkapan Layar YouTube The White House
ADU MULUT - Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy kembali berselisih pada Rabu (23/4/2025), foto ini merupakan tangkapan layar di YouTube The White House menunjukkan Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky dan Presiden AS, Donald Trump beserta Wakilnya, JD Vance terlibat adu mulut di Ruang Oval Gedung Putih pada Jumat (28/2/2025). 


Sebelumnya, pertemuan mereka di Oval Office pada Maret lalu juga berakhir dengan ketegangan dan tidak menghasilkan kemajuan apa pun.

Zelenskiy membalas dengan menyatakan bahwa pembicaraan di London antara Ukraina, AS, dan Eropa berlangsung dengan “emosi tinggi.” Meski begitu, ia berharap kerja sama ke depan tetap bisa membawa hasil.

Dalam unggahannya di platform X, ia kembali menegaskan bahwa Ukraina akan tetap mematuhi konstitusinya.

Ia juga mengingatkan AS soal sikapnya di masa lalu dengan melampirkan Deklarasi Krimea 2018 dari Mike Pompeo mantan Menlu AS saat Trump menjabat pertama kali:

“Amerika Serikat menolak upaya Rusia mencaplok Krimea dan berjanji untuk mempertahankan kebijakan ini hingga integritas teritorial Ukraina dipulihkan.”

Meskipun situasi semakin tegang, Trump tetap optimis soal kemungkinan tercapainya perdamaian.

“Kami sangat dekat dengan kesepakatan untuk perdamaian,” katanya kepada wartawan, sembari menambahkan bahwa negosiasi di London berjalan “cukup baik.”


Namun, ia juga mengisyaratkan bahwa perdamaian sangat bergantung pada keputusan dua tokoh utama:

“Kita harus mendapatkan dua orang, dua orang yang kuat, dua orang yang cerdas, untuk sepakat. Dan segera setelah mereka sepakat, pembunuhan akan berhenti.”

Sementara itu, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio membatalkan perjalanannya ke London.

Akibatnya, pertemuan besar yang melibatkan menlu dari Ukraina, Inggris, Prancis, dan Jerman juga ikut dibatalkan.

 Hal ini semakin memperlihatkan perbedaan pandangan antara Washington, Kyiv, dan sekutu Eropanya.

Baca juga: Akibat Ulah Trump! Dolar Runtuh, Harga Emas Terbang, Pasar Global Bergejolak

Gedung Putih: "Kesabaran Trump Sudah Menipis"

Juru bicara Gedung Putih, Karoline Leavitt, mengatakan:

“Trump frustrasi dengan lambatnya perundingan. Zelenskiy tampaknya bergerak ke arah yang salah.”


Sumber-sumber yang dekat dengan pembicaraan mengatakan bahwa usulan dari Steve Witkoff, utusan Trump untuk Ukraina, tidak hanya mengakui Krimea sebagai milik Rusia, tapi juga membiarkan Rusia tetap menguasai 20 persen wilayah Ukraina, membatalkan harapan Ukraina masuk NATO, dan mencabut sanksi terhadap Rusia.

Pembicaraan Terus Berlanjut, Witkoff Akan Bertemu Putin

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved