Jumat, 24 April 2026

Kesehatan

Stres Bisa Sebabkan Sakit Lambung? Ini Gejala dan Cara Mengatasinya dari Para Ahli

Stres bisa menyebabkan sakit lambung, dan ternyata gejala – gejala ini bukan sekadar sugesti biasa.

Penulis: Gina Zahrina | Editor: Muhammad Hadi
Freepik jcomp
SAKIT PERUT - Ilustrasi foto stres beriringan dengan mual, bisa menyebabkan sakit lambung, foto di download pada (5/5/2025) di Freepik. Berikut ini beberapa penjelasan ilmiah mengapa stres bisa menimbulkan gangguan pada lambung. 

SERAMBINEWS.COM - Perut terasa melilit, mual datang tibatiba, padahal makan teratur. Apakah ini karena stres?

Ya, stres bisa menyebabkan sakit lambung, dan ternyata gejala – gejala ini bukan sekadar sugesti biasa.

Banyak orang mengalami gejala sakit lambung akibat stres, tanpa menyadari bahwa gangguan itu dipicu oleh tekanan emosional, bukan hanya dari makanan saja.

Dan hubungan stres dan gangguan pencernaan sudah lama dikaji oleh para ahli.

Ternyata, otak dan sistem pencernaan saling berkomunikasi melalui jalur yang disebut gutbrain axis dan ketika stres melanda, lambung bisa menjadi organ pertama yang bereaksi.

Menurut Harvard Health Publishing yang dikutip melalui Kompas, stres emosional bisa memicu berbagai keluhan lambung yang cukup mengganggu, seperti mual, nyeri ulu hati, perut kembung, diare, bahkan sembelit.

Baca juga: Stres Bikin Jerawat Makin Parah? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya Secara Alami dan Medis

Hal ini terjadi meskipun tidak ditemukan masalah medis yang jelas pada organ pencernaan.

Berikut ini beberapa penjelasan ilmiah mengapa stres bisa menimbulkan gangguan pada lambung:

1. Gangguan GutBrain Axis

Otak dan usus saling terhubung lewat sistem saraf, hormon, dan sinyal imun. Saat seseorang mengalami stres, otak mengirimkan sinyal yang mengganggu fungsi normal saluran pencernaan.

Gerakan otot usus bisa melambat atau justru menjadi terlalu cepat, dan lambung menjadi lebih sensitif terhadap rasa tidak nyaman.

2. Perubahan Fisiologis Karena Hormon Stres

Stres memicu pelepasan hormon seperti kortisol dan adrenalin. Kedua hormon ini dapat mengganggu keseimbangan asam lambung, mempercepat gerakan otot lambung, serta meningkatkan kepekaan saraf di saluran cerna.

Akibatnya, muncul gejala seperti mual, rasa terbakar di ulu hati, atau bahkan perubahan pola buang air besar.

Baca juga: Tidak Hanya Menyegarkan, Ternyata Jeruk Bisa Obati Stres!

3. Penurunan Ambang Toleransi Nyeri

Saat stres, tubuh menjadi lebih peka terhadap rasa sakit. Sensasi ringan di lambung bisa terasa sangat menyakitkan, meskipun secara medis tidak ada luka atau peradangan.

Itulah sebabnya, seseorang dengan beban pikiran berat bisa mengalami nyeri lambung berkepanjangan meski hasil pemeriksaan normal.

4. Picu Gangguan Fungsional Seperti Dispepsia dan IBS

Stres sering dikaitkan dengan gangguan pencernaan fungsional seperti dispepsia (rasa penuh dan nyeri di perut atas) dan IBS (Irritable Bowel Syndrome).

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved