Konflik Rusia dan Ukraina
Perang Drone Memanas! Ukraina Serbu Moskow dan Kursk, Rusia Balas ke Kharkiv dan Odesa
Pada Selasa (6/5/2025), Wali Kota Moskow Sergei Sobyanin mengatakan, “Pesawat nirawak datang dari berbagai arah, dan berhasil dijatuhkan sebelum memas
Penulis: Sri Anggun Oktaviana | Editor: Muhammad Hadi
Serangan ini disebut sebagai bagian dari operasi lanjutan yang telah berlangsung sejak Agustus 2024.
Pada hari Senin, penjabat gubernur wilayah Kursk, Alexander Khinshtein, mengatakan melalui Telegram bahwa dua gardu induk listrik di kota Rylsk rusak akibat serangan Ukraina, menyebabkan aliran listrik terputus.
Ia juga menyebutkan bahwa dua remaja terluka akibat serpihan ledakan tersebut.
Blog militer Rusia melaporkan bahwa pasukan Ukraina berusaha menyeberang ke Tyotkino dengan menggunakan kendaraan lapis baja dan kendaraan pembersih ranjau.
Mereka bahkan mengunggah foto-foto yang belum bisa diverifikasi secara independen menunjukkan kendaraan tempur Ukraina menembus perangkap tank di perbatasan.
“Musuh meledakkan jembatan dengan roket di malam hari dan melancarkan serangan dengan kelompok lapis baja di pagi hari,” kata blogger RVvoenkor seperti dikutip oleh kantor berita Reuters.
Baca juga: Serangan Drone Rusia Hantam Odesa, Dua Tewas dan Belasan Luka-Luka, Infrastruktur Porak-Poranda
Ukraina Klaim Tetap Hadir di Kursk
Dalam pernyataan resmi pada hari Senin, militer Ukraina menyatakan bahwa mereka masih memiliki kehadiran aktif di wilayah Kursk, meskipun Moskow sebelumnya mengklaim telah merebut kembali kendali penuh atas area tersebut pada April lalu.
“Sembilan bulan setelah dimulainya operasi Kursk, Pasukan Pertahanan Ukraina mempertahankan kehadiran militer di wilayah Kursk Rusia,” bunyi pernyataan resmi Ukraina.
Beberapa blogger militer Rusia juga merilis peta pergerakan pasukan yang menunjukkan bahwa Ukraina telah mencoba menyeberang di dua titik dekat Tyotkino, termasuk di area yang sebelumnya diserang oleh drone.
Dampak ke Wilayah Sumy: Warga Diminta Mengungsi
Sementara itu, di wilayah Sumy, yang berada sekitar 12 kilometer dari perbatasan Tyotkino, otoritas Ukraina meminta warga di dua permukiman untuk segera mengungsi sebagai langkah antisipasi, menurut laporan Reuters.
Wilayah Sumy telah lama menjadi perhatian strategis.
Ketika Ukraina melancarkan serangan ke Kursk pada Agustus 2024, tujuan utamanya adalah menciptakan zona penyangga untuk melindungi Sumy dan sekitarnya, sekaligus menjadi alat tawar-menawar dalam negosiasi di masa depan.
Serangan drone kini menjadi senjata yang makin dominan dalam konflik Rusia-Ukraina.
Dalam dua malam terakhir, Moskow dan kota-kota Rusia lainnya diserang, sementara Rusia membalas ke Kharkiv, Odesa, dan wilayah lainnya.
Di sisi lain, ketegangan di perbatasan Kursk kembali meningkat, memperlihatkan bahwa konflik ini belum menunjukkan tanda-tanda mereda.
Baca juga: Emas Melesat! Harga Tertinggi dalam Dua Minggu di Tengah Guncangan Tarif Trump
(Serambinews.com/Sri Anggun Oktaviana)
| Perang Rusia vs Ukraina Semakin Meluas, Kini Berkecamuk di Darat dan Laut Front Timur |
|
|---|
| Rusia Lancarkan Serangan Udara Besar-besaran ke Ukraina, Polandia Siaga Jet Tempur |
|
|---|
| Trump Ubah Haluan! Dukung Ukraina Rebut Krimea dan 20 Persen Wilayah yang Dikuasai Rusia |
|
|---|
| 3 Tahun Perang, Presiden Rusia & Ukraina Akhirnya Siap Bertemu 2 Pekan Lagi |
|
|---|
| Janji Damai Omong Kosong? Putin Sebut Ingin Damai, Tapi Malam Itu Juga Ukraina Dibombardir 270 Drone |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Ledakan-dahsyat-dari-serangan-drone-Ukraina-di-Pangkalan-Utama-Engels-2-Rusia.jpg)