Konflik India dan Pakistan
Militer Dunia akan Pelajari Pertempuran Sengit Jet Tempur India-Pakistan
“Komunitas peperangan udara di Tiongkok, AS, dan sejumlah negara Eropa akan sangat tertarik untuk mencoba dan mendapatkan sebanyak mungkin kebenaran
Penulis: Sri Anggun Oktaviana | Editor: Amirullah
Seorang eksekutif industri pertahanan AS mengatakan, “PL-15 adalah masalah besar. Ini adalah sesuatu yang menjadi perhatian besar militer AS.”
Jika rudal tersebut terbukti efektif di lapangan, maka itu akan menjadi bukti nyata kemampuan militer China yang selama ini disebut-sebut telah berkembang pesat melampaui teknologi warisan era Soviet.
Baca juga: Kardinal Robert Prevost Terpilih Sebagai Paus AS Pertama dengan Nama Leo XIV
AS dan Eropa Bereaksi
Amerika Serikat sendiri saat ini tengah mengembangkan rudal canggih AIM-260 sebagai respons langsung terhadap ancaman rudal seperti PL-15.
Rudal tersebut sedang dikembangkan oleh perusahaan pertahanan Lockheed Martin dan dirancang untuk memiliki kemampuan beyond visual range (BVR) atau kemampuan menyerang target dari luar jangkauan pandang.
Sementara itu, negara-negara Eropa juga tengah mempertimbangkan pembaruan sistem rudal Meteor untuk meningkatkan daya saingnya.
Namun, menurut laporan dari media pertahanan Janes, proses peningkatan ini masih berjalan lambat.
Bentrokan ini menjadi pengingat bahwa keunggulan teknologi militer bukan hanya soal spesifikasi di atas kertas, tapi juga soal bagaimana sistem itu bekerja di medan perang nyata.
Seperti yang dikatakan Byron Callan, pakar pertahanan dari Capital Alpha Partners di Washington, “Akan ada audit terhadap apa yang berhasil dan apa yang tidak, tetapi menurut saya lapisan lainnya adalah kabut perang.”
Saat ini masih banyak informasi yang belum jelas, termasuk apakah rudal Meteor benar-benar digunakan oleh jet Rafale India, dan versi mana dari rudal PL-15 yang dipakai Pakistan.
Sebagian analis meyakini bahwa Pakistan hanya memiliki versi ekspor dari PL-15, yang dikenalkan ke publik pada tahun 2021 dan memiliki kemampuan lebih rendah dibanding versi asli milik Angkatan Udara China (PLAAF).
Gambar-gambar yang tersebar di media sosial menunjukkan kemungkinan pecahan rudal yang gagal mencapai sasaran.
Namun, sumber dari industri pertahanan di negara Barat memperingatkan bahwa penilaian kinerja senjata dari gambar semacam itu harus dilakukan dengan sangat hati-hati.
“Saat ini tidak mungkin untuk menilai apa pun. Kami hanya tahu sedikit,” kata seorang sumber industri dari Eropa.
Produsen jet Rafale, Dassault Aviation, dan konsorsium pembuat rudal Meteor, MBDA, menolak memberikan komentar kepada media karena sedang menjalani hari libur nasional di Prancis.
Namun, diamnya mereka tidak menghentikan spekulasi yang terus berkembang tentang efektivitas teknologi yang mereka kembangkan.
| Pelanggaran Gencatan Senjata India Pakistan: Ketegangan Meningkat, Apa Kesepakatanya? |
|
|---|
| Konflik Memanas, Pakistan Luncurkan Serangan Siber Besar-besaran ke India |
|
|---|
| Ketegangan India-Pakistan Meningkat, Pemerintah India Blokir Media Sosial Instagram dan Youtube |
|
|---|
| Ledakan di Tengah Damai Palsu: India dan Pakistan Saling Serang di Kashmi, Sebenarnya Ada Apa? |
|
|---|
| Konflik Memanas, India dan Pakistan Saling Tembak di Garis Perbatasan yang Pisahkan Kashmir |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Pakistan-Mengklaim-Telah-Menjatuhkan-Jet-Tempur-Rafale-Milik-India.jpg)