Kamis, 16 April 2026

Internasional

Dunia Bernapas Lega! Saham Asia Meledak Usai Perang Dagang AS-China Mereda

"Kemenangan sesungguhnya di sini adalah perubahan nada dari AS dan China. Kata-kata seperti 'saling menghormati' dan 'martabat' menandai perubahan taj

Penulis: Sri Anggun Oktaviana | Editor: Muhammad Hadi
ANTARA FOTO/Erlangga Bregas Prakoso/tom/am
SAHAM ASIA- Pasar saham Asia mengalami kenaikan tajam pada hari Selasa (13/5/2025). Pekerja melihat gawainya di dekat layar digital yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Jumat (28/6/2024). 

Lembaga pemeringkat Fitch Ratings mencatat bahwa rata-rata tarif efektif AS kini turun menjadi 13,1 persen dari sebelumnya 22,8 persen.

 Namun angka ini masih jauh lebih tinggi dibandingkan akhir tahun 2024 yang hanya 2,3 persen, dan bahkan setara dengan tingkat tarif yang terakhir terlihat pada tahun 1941.

Baca juga: Harga Emas Terjun Bebas! Sinyal Damai Perang Dagang AS-Tiongkok Guncang Pasar Safe-Haven

Dolar AS dan Aset Global Lainnya

Setelah pengumuman kesepakatan dagang, nilai tukar dolar AS sempat melonjak terhadap yen Jepang, euro, dan franc Swiss.

Namun pada Selasa pagi, nilainya sedikit melemah, meski tetap mempertahankan sebagian besar keuntungannya.

Investor saat ini sedang menunggu rincian lebih lanjut dari perjanjian dagang ini serta apa yang akan terjadi setelah masa 90 hari jeda tarif berakhir.

Selain itu, perhatian pasar juga tertuju pada data inflasi AS yang akan dirilis hari ini. Angka inflasi ini penting karena bisa memengaruhi keputusan bank sentral AS dalam menentukan suku bunga.

Harga Bitcoin, Minyak, dan Emas

Di pasar mata uang kripto, harga bitcoin turun tipis sebesar 0,5  persen menjadi $102.146 pada hari Selasa (13/5/2025).

 Meski turun, bitcoin masih berada di atas level penting $100.000 yang ditembus minggu lalu.

Sementara itu, harga minyak dunia sedikit melemah setelah mencapai titik tertinggi dua minggu sebelumnya.

Penurunan ini terjadi setelah optimisme terkait kesepakatan dagang mulai mereda. Harga emas juga stabil setelah turun 2 persen pada hari Senin karena investor mulai keluar dari aset-aset safe haven seperti emas untuk beralih ke aset berisiko seperti saham.

Baca juga: Gempar! Trump Janjikan Kesepakatan Dagang Raksasa, Dunia Tunggu Arah Baru Perdagangan Global

(Serambinews.com/Sri Anggun Oktaviana)

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved