Internasional
Dunia Bernapas Lega! Saham Asia Meledak Usai Perang Dagang AS-China Mereda
"Kemenangan sesungguhnya di sini adalah perubahan nada dari AS dan China. Kata-kata seperti 'saling menghormati' dan 'martabat' menandai perubahan taj
Penulis: Sri Anggun Oktaviana | Editor: Muhammad Hadi
Lembaga pemeringkat Fitch Ratings mencatat bahwa rata-rata tarif efektif AS kini turun menjadi 13,1 persen dari sebelumnya 22,8 persen.
Namun angka ini masih jauh lebih tinggi dibandingkan akhir tahun 2024 yang hanya 2,3 persen, dan bahkan setara dengan tingkat tarif yang terakhir terlihat pada tahun 1941.
Baca juga: Harga Emas Terjun Bebas! Sinyal Damai Perang Dagang AS-Tiongkok Guncang Pasar Safe-Haven
Dolar AS dan Aset Global Lainnya
Setelah pengumuman kesepakatan dagang, nilai tukar dolar AS sempat melonjak terhadap yen Jepang, euro, dan franc Swiss.
Namun pada Selasa pagi, nilainya sedikit melemah, meski tetap mempertahankan sebagian besar keuntungannya.
Investor saat ini sedang menunggu rincian lebih lanjut dari perjanjian dagang ini serta apa yang akan terjadi setelah masa 90 hari jeda tarif berakhir.
Selain itu, perhatian pasar juga tertuju pada data inflasi AS yang akan dirilis hari ini. Angka inflasi ini penting karena bisa memengaruhi keputusan bank sentral AS dalam menentukan suku bunga.
Harga Bitcoin, Minyak, dan Emas
Di pasar mata uang kripto, harga bitcoin turun tipis sebesar 0,5 persen menjadi $102.146 pada hari Selasa (13/5/2025).
Meski turun, bitcoin masih berada di atas level penting $100.000 yang ditembus minggu lalu.
Sementara itu, harga minyak dunia sedikit melemah setelah mencapai titik tertinggi dua minggu sebelumnya.
Penurunan ini terjadi setelah optimisme terkait kesepakatan dagang mulai mereda. Harga emas juga stabil setelah turun 2 persen pada hari Senin karena investor mulai keluar dari aset-aset safe haven seperti emas untuk beralih ke aset berisiko seperti saham.
Baca juga: Gempar! Trump Janjikan Kesepakatan Dagang Raksasa, Dunia Tunggu Arah Baru Perdagangan Global
(Serambinews.com/Sri Anggun Oktaviana)
| Iran Serang Pangkalan AS di Arab Saudi, 15 Prajurit Amerika Serikat Terluka |
|
|---|
| Houthi Yaman Bantu Iran Lawan AS-Israel, Ini Dampaknya Jika Selat Bab al-Mandab Diblokade |
|
|---|
| Daftar Negara dengan Utang Tertinggi di Dunia, Ada yang Tembus 380 Persen dari PDB |
|
|---|
| Ekonomi India Terancam, Dampak Perang AS–Israel Lawan Iran Picu Krisis Energi Global |
|
|---|
| Sosok Ahmad Vahidi, Panglima Baru IRGC, Pernah Dituduh Tewaskan 85 Yahudi Dalam Ledakan di Argentina |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/derap-311024-f.jpg)