Senin, 20 April 2026

Kupi Beungoh

Karantina Haji Sabang: Wisata Religius dan Historis Identitas Indonesia

Gedung karantina Haji merupakan tempat transit bagi jamaah haji yang akan berangkat ke tanah suci melalui jalur laut kala itu.

Editor: Firdha Ustin
FOR SERAMBINEWS.COM
Faquwinta, Mahasiswi Prodi Hukum Ekonomi Syariah (HES) Sekolah Tinggi Ilmu Syariah (STIS) Al -Aziziyah Sabang. 

Beberapa bagian telah direstorasi agar tetap kokoh, namun tetap mempertahankan keaslian arsitekturnya.

Penataan kawasan yang asri, informasi sejarah yang terpampang di berbagai titik, serta pemandangan laut yang memukau menjadikan kunjungan ke tempat ini tak sekadar wisata, tetapi ziarah sejarah dan spiritualitas.

Wisata Edukatif dan Reflektif

Karantina Haji Sabang cocok untuk semua kalangan pelajar, peneliti, hingga wisatawan umum yang ingin memperdalam wawasan sejarah dan keislaman.

Tempat ini memberikan pemahaman nyata tentang bagaimana haji di masa lalu penuh perjuangan, sekaligus memperlihatkan kuatnya akar keagamaan masyarakat Indonesia.

Melalui wisata ini, generasi muda diajak untuk:

Menghargai perjuangan spiritual dan fisik jemaah haji zaman dahulu, menyadari pentingnya persatuan dan nasionalisme yang tumbuh dari nilai-nilai agama, mengenal lebih dalam sejarah lokal yang menjadi bagian dari identitas nasional, serta merawat warisan dan menumbuhkan identitas.

Karantina Haji Sabang adalah bagian dari warisan sejarah yang berharga. 

Keberadaannya menunjukkan bahwa Indonesia bukan hanya kaya akan alam, tetapi juga menyimpan memori kolektif yang membentuk karakter bangsa. 

Wisata ke situs ini menjadi cara kita untuk merawat ingatan sejarah dan menguatkan jati diri sebagai bangsa yang religius, tangguh, dan berbudaya.

Jika Anda berkunjung ke Aceh, sempatkanlah singgah ke Sabang dan telusuri jejak para jemaah haji Nusantara di Karantina Haji sabang.

Di sana, Anda tidak hanya menyaksikan bangunan tua, tetapi juga merasakan getaran nilai-nilai luhur yang membentuk Indonesia.

Karantina Haji Sabang bukan sekadar tempat, ia adalah cerita panjang perjalanan spiritual, sejarah, dan kebangsaan yang hidup kembali dalam setiap langkah wisatawan yang datang.

*) PENULIS adalah Mahasiswi Prodi Hukum Ekonomi Syariah (HES) Sekolah Tinggi Ilmu Syariah (STIS) Al -Aziziyah Sabang.

KUPI BEUNGOH adalah rubrik opini pembaca Serambinews.com. Setiap artikel menjadi tanggung jawab penulis.

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved