Minggu, 19 April 2026

Berita Banda Aceh

Wagub Fadhlullah Minta BPH RI Jadikan Aceh Pusat Embarkasi Haji Indonesia 

Fadhlullah menjelaskan, letak geografis Aceh yang dekat dengan Arab Saudi dibanding daerah lain di Indonesia menjadi salah satu alasan

Penulis: Rianza Alfandi | Editor: Amirullah
SERAMBINEWS.COM/RIANZA ALFANDI
EMBARKASI HAJI – Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah, memberi sambutan pada acara pelantikan pimpinan daerah Gerakan Muslim Indonesia Raya (GEMIRA) Provinsi Aceh, di Hotel Al Hanifi Banda Aceh, Sabtu (17/06/2025). 

Laporan Rianza Alfandi | Banda Aceh 

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH – Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah, meminta Kepala Badan Penyelenggara Haji Republik Indonesia (BPH RI), KH. Mochamad Irfan Yusuf Hasyim alias Gus Irfan, mewujudkan mimpi Aceh sebagai pusat embarkasi jamaah haji seluruh Indonesia.

“Kami mempunyai kekhususan dan keistimewaan, jadi ke depan rencana kami, kami ingin mewujudkan dan menyiapkan fasilitas, ke depan embarkasi haji Indonesia bagian timur dan bagian tengah untuk bisa dipusatkan di Aceh,” kata Fadhlullah. 

Permintaan itu disampaikan Fadhlullah saat menyampaikan sambutan dalam acara pelantikan pengurus Gerakan Muslim Indonesia Raya (Gemira) Aceh, di Hotel Al Hanifi Banda Aceh, Sabtu, (17/5/2025). 

Fadhlullah menjelaskan, letak geografis Aceh yang dekat dengan Arab Saudi dibanding daerah lain di Indonesia menjadi salah satu alasan mengapa Aceh harus dijadikan pusat embarkasi haji. 

Kondisi itu, kata Fadhlullah, juga akan lebih menghemat waktu dan biaya keberangkatan jamaah. 

“Hanya tiga jam berkurang daripada Jakarta. Kalau orang Aceh berangkat umrah diberangkatkan lewat Jakarta, menghabiskan energi dan biaya tiga jam penerbangan. Tetapi kami bisa langsung terbang terus ke Tanah Suci dengan hemat ongkos dan hemat waktu tiga jam,” jelasnya. 

Selain itu, Fadhlullah mengungkap, pada masa lampau yakbi era kesultanan, Aceh juga sudah pernah menjadi pusat embarkasi masyarakat muslim nusantara. 

"Jadi alangkah indahnya ini, apalagi Aceh pernah menjadi pusat manasik se-Asia Tenggara masa dulu ketika kesultanan yang dikuasai oleh Sultan Iskandar Muda dan Aceh pernah menjadi tempat keberangkatan haji dari seluruh penjuru, khususnya untuk di Indonesia,” ungkapnya. 

Baca juga: Kunjungan ke Pabrikan, BPMA Dorong Kemampuan Industri untuk Produksi Dalam Negeri

“Jika ini terwujud tentu akan menjadi salah satu sumber mendongkrak ekonomi Aceh, mengingat selama ini dana fisikal kami masih tergantung pada dana transfer pusat. Mudah-mudahan ini bisa dipertimbangkan oleh Gus Irfan ke depan ini, karena ini yang selalu diimpikan masyarakat Aceh yaitu kota haji,” lanjutnya. 

Menanggapi permintaan itu, Gus Irfan yang juga Ketua Umum Pengurus Pusat Gemira mengaku bakal mempertimbangkan dan melakukan peninjauan lebih lanjut. Hal itu karena mengingat terdapat beberapa embarkasi di Sumatera.

“Nanti kita lihat sejauh mana kemungkinan-kemungkinannya. Karena kita tahu di Sumatera ini ada Padang, ada Medan, ada Aceh, bagaimana kita bisa mengsinkronkan ketiga embarkasi itu, bagaimana bentuknya,” ungkapnya. 

Gus Irfan berharap agar dalam waktu dekat penyelenggaraan ibadah haji dan umrah bisa sepenuhnya dikendalikan oleh BPH, sehingga wacana penambahan kouta haji dan Aceh jadi pusat embarkasi dapat diwujudkan. 

“Karena Aceh menjadi titik awal keberangkatan haji pada tahun-tahun yang lalu. Tentu (bakal dipertimbangkan) tahun ini penyelenggaraan haji masih di Kemenag. Karena undang-undangnya seperti itu, tahun ini sedang direvisi oleh teman-teman DPR. InsyaAllah dua bulan ke depan selesai dan setelah itu kita akan sepenuhnya mengendalikan proses penyelenggaraan haji dan umroh,” pungkasnya. 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved