Kamis, 7 Mei 2026

Citizen Reporter

Tradisi Islam di Kota Kazan, Rusia

Kazan Forum adalah forum pertemuan yang dihadiri oleh berbagai delegasi dunia, terutama dari negara-negara Islam.

Tayang: | Diperbarui:
Editor: mufti
IST
Prof. Dr. SYAHRIZAL ABBAS, M.A., Guru Besar Fakultas Hukum dan Syariah serta Ketua Program Studi Doktor Fikih Modern UIN Ar-Raniry Banda Aceh, melaporkan dari Kazan, Rusia 

Meskipun Kota Kazan adalah kota industri dan jasa, tetapi masyarakatnya juga cukup ramah dan senang berkomunikasi dengan siapa saja, termasuk dengan tamu dari luar negeri. Kondisi ini sangat berbeda dengan masyarakat Moskow yang barangkali cukup ‘cuek’ dan penuh kehati-hatian bila berhadapan dengan orang asing.

Oleh karenanya, cukup alasan bagi Kota Kazan untuk menyelenggarakan Kazan Forum dalam rangka memperkuat hubungan ekonomi Ferderasi Rusia dengan Dunia Islam.

Di sela-sela aktivitas di Kazan Forum, kami sempat mengunjungi gedung yang berbentuk

mangkuk atau dikenal dengan Kazan Wedding Palace. Dalam bahasa Tatar, Kazan berarti mangkuk. Gedung ini diperuntukan bagi pasangan calon suami istri yang akan menikah dengan tradisi Tatarstan.

Pengelola tempat ini menyediakan fasilitas pakaian adat, mengatur prosesi adat perkawinan, administrasi, dan imam yang akan memimpin prosesi perkawinan, bahkan disediakan pula ruang jamuan makan bagi para tamu yang mengikuti prosesi perkawinan ala adat Tatarstan.

Menariknya, bagi tamu asing yang akan melangsungkan prosesi pernikahan juga disediakan ruangan, tetapi berbeda dengan ruangan yang digunakan oleh masyarakat Tatarstan.

Bagi tamu asing juga disediakan fasilitas pakaian adat, prosesi perkawinan, administrasi dan imam yang memimpin prosesi perkawinan ala adat Tatarstan.

Pernikahan dilangsunkan berdasarkan rukun dan syarat sebagaimana yang diatur dalam ajaran Islam, khususnya Mazhab Syafi’i dan Mazhab Hanafi.

Saya juga berkesempatan berkunjung ke Kazan Federal University (KFU) dan bertemu Wakil Rektor Bidang Kerja Sama Internasional, Timirkhan Alishev. Kami berdiskusi mengenai tindak lanjut kerjas ama perguruan tinggi di Aceh dengan Kazan Federal University.

Universitas Kazan adalah univeritas terbesar di Kota Kazan yang merupakan gabungan dari beberapa perguruan tinggi yang menyelenggarakan berbagai bidang ilmu pengetahuan, baik dalam rumpun ilmu alam, ilmu sosial, humaniora, ilmu terapan, maupun berbagai subdisipiln ilmu lainnya.

Menariknya, saya sempat memasuki ruangan kuliah tempat belajarnya pemimpin terbesar Uni Soviet, yaitu Vladimir Lenin. Bahkan, saya diminta oleh Profesor Timirkhan untuk menempati kursi yang diduduki Lenin ketika belajar di Kazan Federal University.

Lenin sempat mengenyam pendidikan di Kazan walaupun tidak selesai karena keburu memimpin revolusi Uni Soviet. Ruang kuliah Lenin sangat sederhana, tetapi penuh dengan buku-buku ekonomi, politik, dan militer, sehingga pikiran Lenin dalam menggerakan revolusi besar Uni Soviet penuh dengan pikiran ekonomi, politik, dan militer.

Vladimir Lenin lahir 1870 dan memimpin Uni Soviet sebagai kepala negara sejak tahun 1917-1920. Lenin adalah tokoh besar Uni Soviet yang telah menjalankan revolusi dengan mengamalkan gagasan marxisme dalam politik dan ekonominya.

Bekas gagasan Lenin masih terasa di Kazan, sehingga di depan Kantor Rektorat Kampus Kazan Federal University didirikan patung besar Lenin, sebagai bentuk penghormatan atas gagasan besarnya bagi revolusi Uni Soviet.

Kondisi Kazan hari ini sudah jauh berubah, sebagai negeri dalam Federasi Rusia yang memiliki kekuatan dan otonomi yang luas dalam menjalankan ajaran Islam. Ajaran Islam yang dijalankan dalam kehidupan masyarakat Kazan adalah ajaran Islam yang sangat moderat, saling menghargai, dan menghormati antarumat beragama.

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved