Berita Lhokseumawe
Angka Stunting di Wilayah Puskesmas Mon Gedong Lhokseumawe Turun, Ini Datanya
"Walaupun angka stuntingnya menurun dari 134 balita di tahun 2024 menjadi 108 di tahun 2025," katanya.
Penulis: Saiful Bahri | Editor: Nurul Hayati
"Walaupun angka stuntingnya menurun dari 134 balita di tahun 2024 menjadi 108 di tahun 2025," katanya.
Laporan Saiful Bahri I Lhokseumawe
SERAMBINEWS.COM, LHOKSEUMAWE - Puskesmas Mon Geudong Lhokseumawe menggelar pelatihan kader Posyandu selama dua hari, 20-21 Mei 2026 di Puskemas setempat.
Kepala Puskesmas Mon Geudong dr Amroelloh, saat pelatihan berlangsung awalnya memaparkan kalau program penurunan stunting masih .enjadi program prioritas di wilayah kerja Puskesmas Mon Geudong.
Upaya menurunkan angka stunting di wilayah kerja Puskesmas Mon Geudong masih menjadi tantangan yang terus harus dilakukan dengan usaha lebih keras lagi.
"Walaupun angka stuntingnya menurun dari 134 balita di tahun 2024 menjadi 108 di tahun 2025," katanya.
Didasari data tersebut, dia mengucapkan terimakasih kepada seluruh kader atas keberhasilan menurunkan angka stunting.
Namun para kader juga diharapkan agar terus berjuang, supaya tidak bertambah lagi kasus baru Balita stunting di tahun 2025.
"Kita mengupayakan segera merealisasikan program PMT untuk bumil dan balita tahun ini. Memastikan ibu hamil agar mendapatkan pemeriksaan kehamilan yang lebih spesifik dengan memperhatikan faktor resiko penyebab stunting, termasuk memperhatikan higiene dan sanitasi lingkungan," paparnya.
Untuk tahun ini, dalam penanganan stunting, Kecamatan Banda Sakti mengusung tema, menjalin sinergitas pemerintah, dunia usaha dan masyarakat dalam pencegahan stunting.
"Semoga semua pihak bisa mengambil peran sesuai porsi dan kemampuan, seperti masyarakat bisa menjaga kebersihan lingkungan dan rumah, terutama di dalam rumah agar bebas dari debu. Serta memperhatikan sirkulasi udara dan cahaya matahari yang cukup," paparnya.
Baca juga: Aceh Maju: Kunci Memutus Pengangguran Kemiskinan dan Stunting
Masyarakat juga diminta berperan aktif, pada pelaksanaan Posyandu untuk membawa balitanya dan ibu hamil memeriksa kehamilannya minimal 6 kali selama kehamilan.
Untuk wanita yang masih memiliki resiko tinggi, bisa menunda merencanakan kehamilan dengan KB.
"Seperti ibu yang sangat kurus, menunda kehamilan bila usia masih di bawah 20 tahun, terlalu dekat jarak kehamilan kurang yakni 2 tahun, terlalu tua hamil di usia lebih 35 tahun, dan terlalu banyak anak," pungkasnya.(*)
Baca juga: Jenguk Bayi Hidrosefalus, TP PKK Aceh Tamiang Dorong Peran Posyandu
PNL Plus Dua Lembaga Raih Juara Pengelolaan BMN Paling Produktif pada KPKNL 2025 |
![]() |
---|
Taruna Putra Satya Jadi Kadis Kominfo Lhokseumawe, Ini Profil dan Jenjang Karirnya |
![]() |
---|
Ini 11 Nama yang Menjadi Kadis Hasil Lelang Jabatan di Lhokseumawe |
![]() |
---|
FK Unimal Gelar Research Workshop Internasional Bersama University Malaysia |
![]() |
---|
Ini Rincian Formasi yang Diajukan Pemko Lhokseumawe untuk PPPK Paruh Waktu ke Kemenpan RB |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.