Berita Pidie

Ratusan Tenaga Bakti Nakes Lakukan Demo RSUD Tgk Abdullah Syafii Beureunuen

Aksi unjuk rasa dilakukan tenaga bakti di rumah sakit plat merah itu, diketahui setelah beredar foto dan video di media sosial.

Editor: mufti
For serambinews.com
Direktur RSUD Tgk Abdullah Syafi'i Beureunuen, dr Kamaruzzaman, menjelaskan kepada ratusan nakes terhadap jasa di musalla rumah sakit pemerintah tersebut, Rabu (4/6/2025). Berkurangnya jasa diterima nakes tenaga bakti, menyebabkan mereka melancarkan aksi demo. 

Di sisi lain, Direktur RSUD Tgk Abdullah Syafi'i Beureunuen, dr Kamaruzzaman MKes kepada Serambi, Rabu (4/6/2025) mengungkapkan, klaim BPJS Januari 2025 terdiri empat item. Adalah layak dibayar klaim Rp 3,8 miliar lebih. 

Juga ditunda pembayarannya karena tidak cukup adminitrasi terhadap hasil diagnosa dokter spesialis. Jika kekurangan adminitrasi, maka RSUD akan menjawab dengan mempertahankan hasil diagnosa tersebut. 

Selain itu, sebutnya, ada klaim yang dipending BPJS klaim Januari sekitar Rp 1,7 miliar lebih. " Klaim dipending itu kapan dibayar BPJS, kita tidak diketahui. Karena, BPJS akan memeriksa lagi adminitrasi secara lengkap. Sesudah dijawab rumah sakit, yang kemudian baru dibayar BPJS yang jadwalnya pembayarannya tidak pasti. Ada pun, klaim BPJS sekitar Rp 1,2 juta tidak dibayar karena BPJS menilai tidak layak lagi Januari," ungkapnya. 

Dikatakan, Manajemen RSUD menjelaskan sistem klaim dari BPJS karena memang klaimnya sedikit, maka ketika dibayar tetap sedikit. Bukti sedikit adanya surat lengkap dari BPJS. 

" Kita perlihatkan surat BPJS kepada tenaga bakti untuk dibaca. Namun, tenaga bakti tetap bersikukuh, bahwa jasa medis harus ditingkatkan, meski rumah sakit tidak memiliki sumber untuk meningkatkan pembayaran jasa," jelasnya. 

Ia menambahkan, manajemen pusing mencari solusi karena klaim sedikit yang diketahui nilai klaim tersebut tidak bisa perbesar. "Tenaga bakti minta tanda tangan sebagai komitmen mau menaikkan jasa. Saya sudah menjelaskan jika mau ditingkatkan jasa, maka harus ditingkakan klaim. Jika klaim dinaikkan, maka pasien harus penuh," pungkasnya. (naz)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved