Senin, 18 Mei 2026

Harta Kekayaan Elon Musk Lenyap 34 Miliar Dolar Gegara Perang Dingin Dengan Trump

Trump menyebut miliarder itu "gila" dan mengancam akan membatalkan kontrak federal perusahaannya.

Tayang:
Editor: Faisal Zamzami
Tangkap layar YouTube The White House
KONFLIK MUSK VS TRUUMP - Harta kekayaan Elon Musk dilaporkan susut sebanyak 34 miliar dollar AS, usai berseteru dengan Presiden Trump di platform X-buntut kritikan atas RUU anggaran baru yang di rancang pemerintahan AS. 

SERAMBINEWS.COM – Kekayaan miliarder kondang sekaligus bos Kendaraan otomotif Elon Musk dilaporkan susut sebanyak 34 miliar dollar AS pada akhir Kamis (5/6/2025).

Menurut laporan Bloomberg Billionaires Index, amblasnya kekayaan Trump terjadi akibat dari anjloknya saham Tesla tepat setelah Elon Musk terlibat perang terbuka dengan presiden AS Donald Trump di media sosial.

Ketegangan dimulai ketika Trump menyerang Musk karena ia mengkritik rancangan undang-undang (RUU) anggaran terbaru.

Trump menyebut miliarder itu "gila" dan mengancam akan membatalkan kontrak federal perusahaannya.

Musk yang sebelumnya menyebut dirinya sebagai "sahabat utama" Trump, langsung membalas cuitan Trump lewat media sosial di platform X-nya.

Musk mengunggah cuitan, menyebut bahwa Trump tidak akan pernah memenangkan kembali Gedung Putih tanpa bantuannya.

Tak sampai di situ, Musk bahkan berjanji akan menonaktifkan wahana antariksa Dragon yang sangat penting yang menopang Stasiun Luar Angkasa Internasional, yang selama ini menjadi andalan pengiriman kargo dan kru ke Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS).

Baca juga: Trump Vs Elon Musk Terlibat Perang Kata, Saling Tuduh Soal Epstein hingga Sindir Kemenangan Pemilu

Elon Musk Masih Jadi Orang Terkaya di Dunia

Pertikaian ini memicu kekhawatiran investor terhadap masa depan Tesla dan bisnis-bisnis lain di bawah kendali Musk, terutama di tengah ketidakpastian regulasi kendaraan otonom.

Yang pada akhirnya memicu penurunan saham Tesla, rontok sebanyak 14 persen membuat kapitalisasi pasar Tesla menyusut sebesar 152 miliar dollar AS atau sekitar Rp 2.400 triliun (asumsi kurs Rp 16.000 per dollar AS).

"Politik Elon terus berdampak buruk terhadap saham. Dulu dia mendukung Trump, sekarang berbalik melawan. Dua-duanya mengasingkan banyak calon pembeli," ujar Dennis Dick, pemegang saham Tesla, dikutip dari Reuters.

Terbaru, nilai perusahaan kini berada di bawah ambang batas 1 triliun dollar AS, dan ditutup pada posisi 916 miliar dollar AS.

Ini adalah kerugian terbesar kedua dalam sejarah indeks, masih menurut Bloomberg. Meski demikian, kerugian itu seperti hanya mengurangi setetes air dari ember kekayaan kepala Tesla dan SpaceX itu.

Hingga 5 Juni, Musk masih menjadi orang terkaya di dunia, dengan kekayaan bersih sekitar 334 miliar dolar AS.

Baca juga: Elon Musk Tinggalkan Pemerintahan Donald Trump! Ini Alasan di Baliknya dan Fokus pada Tesla & SpaceX

Bagaimana Masa Depan Tesla ?

Adapun ketegangan Trump dengan Elon Musk kembali menimbulkan risiko pembalasan kebijakan, seperti pencabutan insentif kendaraan listrik atau pengurangan kontrak pemerintah AS.

CEO Gerber Kawasaki Wealth Ross Gerber bahkan turut memperingatkan Elon Musk untuk waspada lantaran konflik ini dapat menghambat proses perizinan dan membuka peluang penyelidikan baru oleh pemerintah.

 
 "Semua keuntungan yang tadinya diperkirakan akan dia dapatkan, kini berbalik menjadi kerugian," kata Gerber.

Senada dengan yang lain, analis ekonom bank kondang JP Morgan, memperkirakan hal ini dapat memangkas laba tahunan Tesla hingga 1,2 miliar dolar AS atau setara Rp19,50 triliun.

Ditambah potensi kerugian 2 miliar dolar AS atau Rp 32,51 triliun dari penjualan kredit regulasi akibat RUU Senat yang menyerang mandat kendaraan listrik di California.

Meski begitu, ia menilai Tesla masih akan menjadi produsen mobil paling bernilai di dunia, dengan kapitalisasi pasar sekitar 1 triliun dolar AS hingga Rabu (4/5). Nilai ini jauh di atas Toyota yang hanya berada di angka 290 miliar dolar AS.

Baca juga: Harga dan Spesifikasi Rolex GMT-Master II, Jam Tangan Hadiah Prabowo kepada Pemain Timnas

Baca juga: Jokowi Tanggapi Usulan Pemakzulan Gibran dari Wapres: Negara Ini Memiliki Sistem Ketatanegaraan

Baca juga: Dirjen Dikti Khairul Munadi: Pendidikan Harus Berdampak dan Relevan untuk Siapkan Generasi Emas 2045

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved