Konflik Rusia dan Ukraina
Langit Ukraina Membara! Rusia Luncurkan Serangan Terbesar Sejak Invasi Dimulai!
“Sekarang adalah saat yang tepat bagi Amerika, Eropa, dan semua orang di seluruh dunia untuk menghentikan perang ini bersama-sama dengan menekan Rusia
Penulis: Sri Anggun Oktaviana | Editor: Muhammad Hadi
Langit Ukraina Membara! Rusia Luncurkan Serangan Terbesar Sejak Invasi Dimulai!
SERAMBINEWS.COM – Rusia kembali melancarkan serangan udara besar-besaran terhadap Ukraina pada Jumat pagi (6/6/2025).
Serangan ini menargetkan ibu kota Kyiv dan sejumlah wilayah lain di negara tersebut, menyebabkan setidaknya tiga orang tewas dan 49 orang luka-luka, menurut keterangan resmi Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky.
Dalam pernyataannya di platform media sosial X, Zelensky menyebut serangan kali ini sebagai salah satu yang paling brutal dan terkoordinasi sejak awal invasi Rusia.
“Sekarang adalah saat yang tepat bagi Amerika, Eropa, dan semua orang di seluruh dunia untuk menghentikan perang ini bersama-sama dengan menekan Rusia,” tulis Zelensky.
Ia menambahkan, “Jika seseorang tidak memberikan tekanan dan memberi perang lebih banyak waktu untuk merenggut nyawa – itu adalah keterlibatan dan tanggung jawab. Kita harus bertindak tegas.”
Baca juga: Harga Emas Naik, Siap Cetak Kenaikan Mingguan karena Harapan Penurunan Suku Bunga AS
Serangan Skala Besar
Serangan udara yang diluncurkan Rusia menyasar Kyiv, kota Lutsk, dan wilayah Ternopil di Ukraina bagian barat laut.
Pihak berwenang menyebutkan bahwa lebih dari 400 pesawat tanpa awak (drone) dan lebih dari 40 rudal digunakan dalam serangan tersebut.
Menurut Zelensky, tiga orang yang tewas adalah petugas layanan darurat Ukraina. Ia juga memperingatkan bahwa jumlah korban luka kemungkinan akan terus bertambah seiring dengan proses evakuasi dan penilaian kerusakan.
Wali Kota Kyiv, Vitali Klitschko, menyampaikan bahwa sebuah gedung perumahan terkena serangan langsung, dan sistem kereta bawah tanah mengalami gangguan karena rel metro rusak akibat tembakan.
“Empat orang dilaporkan tewas di ibu kota. Banyak warga sipil yang harus berlindung di bawah tanah selama berjam-jam,” kata Klitschko.
Baca juga: 12 Negara Dilarang Masuk AS oleh Trump, Termasuk Indonesia? Dalihnya: Ancaman Keamanan
Drone dan Rudal Menghantam Tiga Kota
Serangan ini terjadi hanya beberapa hari setelah Ukraina meluncurkan serangan drone jarak jauh terbesar terhadap Rusia, menyerang sedikitnya 40 pesawat tempur di empat pangkalan militer Rusia.
Ukraina menyebut operasi tersebut sebagai bagian dari “Operasi Jaring Laba-laba” yang dilakukan oleh dinas keamanan SBU.
Dalam operasi itu, 117 drone dikirim untuk menyerang target strategis militer Rusia, termasuk pembawa rudal jelajah strategis. Menurut klaim Zelensky, 34 persen pembawa rudal tersebut berhasil diserang.
Rusia mengaku bahwa serangan balasan ini merupakan tanggapan terhadap apa yang mereka sebut sebagai “aksi teroris oleh rezim Kyiv”.
“Angkatan bersenjata kami melancarkan serangan besar-besaran dalam semalam dengan senjata udara, laut, dan darat berpresisi tinggi, serta drone serang,” kata Kementerian Pertahanan Rusia dalam sebuah pernyataan.
Mereka mengklaim bahwa target serangan adalah lokasi-lokasi militer di Ukraina, meskipun kenyataannya, banyak fasilitas sipil yang turut terdampak.
Baca juga: Harga Emas Mulai Turun Lagi, Efek Domino dari Drama Trump vs Xi Jinping?
Kondisi di Wilayah Lain: Ternopil dan Lutsk
Di kota Ternopil, kepala militer wilayah, Vyacheslav Negoda, menyebut serangan hari Jumat sebagai serangan udara terbesar yang pernah dialami wilayahnya.
Wali Kota Ternopil, Igor Polishchuk, menyebut lima orang terluka, dan menyebut bahwa rumah, sekolah, serta fasilitas pemerintah rusak.
Sementara di Lutsk, 15 drone dan enam rudal menghantam kota tersebut, menyebabkan lima orang terluka, kata wali kota setempat.
Pertahanan Udara dan Ketegangan Meningkat
Sistem pertahanan udara Ukraina berusaha keras untuk menangkis serangan ini. Di pusat kota Kyiv, warga mendengar dentuman senjata mesin dari arah pinggiran kota, serta dengungan khas drone di langit.
Ledakan besar dan kilatan cahaya terlihat beberapa detik setelah drone jatuh atau rudal meledak.
Warga sipil menghabiskan malam yang menegangkan di tempat perlindungan bawah tanah, dan layanan publik seperti kereta bawah tanah dan jaringan listrik sempat terganggu.
Sementara itu, Kementerian Pertahanan Rusia juga mengklaim telah menembak jatuh 174 drone Ukraina di wilayah Rusia dan Krimea yang diduduki.
Mereka juga menyebut telah mengintersep rudal jelajah anti-kapal Neptune di Laut Hitam.
Baca juga: Trump Kembali “Menggila”! Tarif Baja Digas Jadi 50 Persen, Ekonomi Global Siaga Satu!
Ancaman Putin dan Respons Trump
Serangan ini terjadi setelah Presiden Rusia Vladimir Putin memperingatkan akan mengambil tindakan keras sebagai balasan atas serangan Ukraina ke pangkalan militer Rusia.
Peringatan tersebut disampaikan dalam panggilan telepon berdurasi lebih dari satu jam dengan mantan Presiden AS Donald Trump pada hari Rabu.
Trump sendiri, yang kembali aktif dalam peran diplomatik informal, mengatakan bahwa Putin akan menanggapi “dengan sangat tegas” jika Ukraina terus menyerang.
Minggu lalu, Trump bahkan memberikan batas waktu dua minggu kepada Putin, sambil mengisyaratkan bahwa ia akan mengubah pendekatan AS terhadap Rusia jika Putin terus "memainkan waktu" dalam pembicaraan damai.
Harapan Damai Masih Jauh
Awal bulan ini, pembicaraan damai langsung antara Rusia dan Ukraina yang berlangsung di Istanbul, Turki, berakhir tanpa kesepakatan berarti.
Delegasi Ukraina menuntut gencatan senjata tanpa syarat, namun Rusia menolak.
Sebaliknya, pihak Rusia hanya menawarkan gencatan senjata dua atau tiga hari di area tertentu, tanpa penjelasan detail.
Situasi di lapangan terus memanas. Dengan serangan balasan yang terus terjadi, dan tidak adanya kesepakatan diplomatik sejauh ini, harapan untuk perdamaian jangka pendek masih sangat kecil.
Baca juga: Gegara Trump dan Rusia, Harga Emas Melonjak, Investor Berlomba Cari Safe Haven
(Serambinews.com/Sri Anggun Oktaviana)
| Perang Rusia vs Ukraina Semakin Meluas, Kini Berkecamuk di Darat dan Laut Front Timur |
|
|---|
| Rusia Lancarkan Serangan Udara Besar-besaran ke Ukraina, Polandia Siaga Jet Tempur |
|
|---|
| Trump Ubah Haluan! Dukung Ukraina Rebut Krimea dan 20 Persen Wilayah yang Dikuasai Rusia |
|
|---|
| 3 Tahun Perang, Presiden Rusia & Ukraina Akhirnya Siap Bertemu 2 Pekan Lagi |
|
|---|
| Janji Damai Omong Kosong? Putin Sebut Ingin Damai, Tapi Malam Itu Juga Ukraina Dibombardir 270 Drone |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/RUDAL-ORESHNIK.jpg)