Perang Gaza
Dijebak Hamas, 4 Tentara Israel Tewas, 5 Terluka Parah di Jalur Gaza Selatan
Militer mengidentifikasi dua prajurit yang terbunuh sebagai Sersan Mayor (purnawirawan) Chen Gross, 33, dari unit komando Maglan dan Sersan Staf Yoav
SERAMBINEWS.COM - Empat tentara Israel tewas dan lima lainnya terluka pada Jumat pagi dalam sebuah ledakan di sebuah gedung di lingkungan Bani Suheila di Khan Younis, Gaza selatan, Times of Israel melaporkan, mengutip tentara sumber Israel.
“Bangunan itu dipasangi bom, dan ledakan itu menyebabkan bangunan itu runtuh menimpa para prajurit,” kata pihak militer.
Militer mengidentifikasi dua prajurit yang terbunuh sebagai Sersan Mayor (purnawirawan) Chen Gross, 33, dari unit komando Maglan dan Sersan Staf Yoav Raver, 19, dari unit teknik tempur Yahalom.
“Lima tentara terluka parah dan sedang dalam sebuah ledakan yang menyebabkan runtuhnya sebuah bangunan di Khan Younis,” harian Yedioth Ahronoth melaporkan, mengutip keterangan militer.
Ditambahkannya bahwa “di antara kelima orang tersebut, seorang perwira Maglan terluka parah dan empat prajurit lainnya terluka sedang.”
Perempuan Gaza Gunakan Kain Robek Pengganti Pembalut di Tengah Kondisi Kekurangan Sarana Kebersihan
Badan Bantuan dan Pekerjaan Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Pengungsi Palestina (UNRWA) menyampaikan keprihatinan mendesak tentang memburuknya kondisi kehidupan yang dihadapi perempuan dan anak perempuan di Gaza.
"Di Gaza, pengepungan yang sedang berlangsung telah menyebabkan kekurangan pasokan kebersihan dan air bersih. Banyak perempuan dan anak perempuan harus berimprovisasi dengan pakaian lama atau kain robek sebagai pengganti pembalut, sering kali menggunakannya kembali tanpa dicuci dengan benar," kata UNRWA seperti dilansir Al Jazeera, Sabtu.
Badan tersebut mencatat bahwa kondisi yang buruk ini telah berdampak serius pada martabat dan kesejahteraan mental perempuan dan anak perempuan, yang menyebabkan rasa malu yang mendalam, ketakutan akan kebocoran, dan kecemasan yang terus-menerus.
Militer Israel Serang Tempat Penampungan dan Rumah Sakit tak Dapat Diakses
Direktur rumah sakit lapangan di Kementerian Kesehatan di Gaza, Marwan al-Hams, telah berbicara kepada Al Jazeera tentang serangan Israel yang sedang berlangsung terhadap warga Palestina, termasuk terhadap fasilitas perawatan kesehatan.
Menurutnya perang harus dihentikan agar rakyat Gaza dapat hidup.
Pendudukan membom tenda-tenda orang terlantar dari utara ke selatan Gaza.
"Pendudukan ingin merusak kegembiraan Idul Fitri bagi rakyat kami dengan mengebom dan membuat mereka kelaparan," ujarnya.
Dia sebutkan orang-orang mencoba berlindung di Rumah Sakit Nasser di Gaza selatan, tetapi penjajah Israel bahkan mengebom rumah sakit.
Rumah sakit di Gaza Selatan tidak dapat diakses setelah adanya perintah evakuasi dari Israel
Brigade Qassam Sergap Patroli Tentara Israel dengan Bom Tanam, 5 Tewas 20 Luka-luka |
![]() |
---|
Macron kepada Netanyahu: Anda telah Mempermalukan Seluruh Prancis |
![]() |
---|
PBB Sebut Memalukan Penyangkalan Israel atas Kelaparan di Gaza |
![]() |
---|
Tentara Israel Terus Merangsek ke Kota Gaza, Bunuh dan Usir warga Palestina |
![]() |
---|
Menteri Israel: Biarkan Mereka Mati karena Kelaparan atau Menyerah |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.