Daging Kurban
Tips Menyimpan Daging Kurban di Kulkas, Perhatikan Tata Cara dan Batas Waktu, Ini Penjelasannya
Menyembelih hewan kurban saat Idul Adha adalah bentuk ibadah dan rasa syukur kepada Allah SWT.
Salah satu contoh yang relevan dengan kondisi saat ini adalah warga Palestina, yang tengah mengalami krisis kemanusiaan.
Mereka sangat kesulitan mendapatkan makanan, dan daging olahan dari kurban bisa menjadi solusi yang sangat membantu mereka.
Rasulullah SAW Sempat Melarang Menyimpan Daging Kurban Setelah Hari Tasyrik
Pada suatu masa di Madinah, saat hari Iduladha tiba, masyarakat mengalami musibah kelaparan yang cukup parah.
Rasulullah SAW, sebagai pemimpin dan pembimbing umat, mengingatkan pentingnya berbagi pada saat-saat seperti ini.
Oleh karena itu, Nabi Muhammad SAW menganjurkan agar daging kurban dibagikan kepada orang-orang yang membutuhkan, terutama mereka yang sedang mengalami kesulitan.
Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Salamah bin al-Akwa’, Nabi SAW bersabda:
مَنْ ضَحَّى مِنْكُمْ فَلاَ يُصْبِحَنَّ بَعْدَ ثَالِثَةٍ وَفِى بَيْتِهِ مِنْهُ شَىْءٌ
"Bagi yang sembelih hewan kurban, jangan sisakan sedikit pun dagingnya di rumah lewat tiga hari tasyrik."
Hadis ini terdapat dalam Kitab Shahih Bukhari no. 5249 dan Kitab Shahih Muslim no. 1974.
Artinya, pada masa itu, Nabi Muhammad SAW melarang umat untuk menyimpan daging kurban melebihi tiga hari setelah hari tasyrik, yakni pada hari keempat setelah Idul Adha.
Larangan ini, menurut para ulama, memiliki tujuan yang mulia.
Rasulullah SAW ingin mendorong para umat Muslim yang memiliki kelapangan rezeki untuk membagikan daging kurban kepada mereka yang membutuhkan.
Pada masa itu, kelaparan melanda Madinah, sehingga kehadiran daging kurban sangat membantu mereka yang sedang kekurangan pangan.
Namun, setahun kemudian, keadaan mulai membaik.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/ilustrasi-daging-sapi.jpg)