Breaking News
Selasa, 21 April 2026

Konflik Iran vs Israel

Israel Akui Dibodohi Iran, Termakan Jebakan Perang Psikologis dan Siber Canggih Teheran

Menurut laporan, peretas Iran menyusup ke jaringan intersepsi kritis, memicu kepanikan yang meluas tanpa ada satu pun rudal yang diluncurkan.

Penulis: Agus Ramadhan | Editor: Yeni Hardika
X/Ayatollah Ali Khamenei/@khamenei_ir
Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei mengunjungi pameran yang menunjukkan pencapaian terbaru Pasukan Dirgantara IRGC dalam kunjungannya ke Universitas Dirgantara Ashura pada Minggu (19/11/2023). Iran dikabarkan memindahkan peluncur rudal untuk persiapan serang Israel. 

Israel Akui Dibodohi Iran, Termakan Jebakan Perang Psikologis dan Siber Canggih Teheran: Kelas Master

SERAMBINEWS.COM - Media Israel telah mengakui telah dibodohi dan menjadi korban kampanye perang psikologis dan siber Iran yang diatur dengan cermat.

Hal itu membuat pihak Israel mengalami kerentanan dalam sistem pertahanan rudal Israel.

Menurut laporan, peretas Iran menyusup ke jaringan intersepsi kritis, memicu kepanikan yang meluas tanpa ada satu pun rudal yang diluncurkan.

Media Israel mengklaim bahwa pada malam kejadian, tidak ada rudal sungguhan yang ditembakkan.

Namun sirene serangan udara meraung di seluruh wilayah yang diduduki, menyebabkan jutaan penduduk berlarian ke tempat perlindungan bom.

KOBARAN API DI HAIFA - Iran melancarkan serangan terhadap Kota Haifa, Israel, pada Minggu (15/6/2025) malam. Serangan itu memicu kobaran api hingga gangguan listrik. Dilaporkan empat warga Haifa, yang termasuk dalam satu keluarga, tewas akibat serangan tersebut.
KOBARAN API DI HAIFA - Iran melancarkan serangan terhadap Kota Haifa, Israel, pada Minggu (15/6/2025) malam. Serangan itu memicu kobaran api hingga gangguan listrik. Dilaporkan empat warga Haifa, yang termasuk dalam satu keluarga, tewas akibat serangan tersebut. (Tangkap layar YouTube WION)

Media tersebut menggambarkan peristiwa itu sebagai pelanggaran yang memalukan dan menggarisbawahi potensi kemampuan siber Iran.

“Apa yang kami alami bukanlah serangan fisik, melainkan serangan siber yang terencana untuk menebar ketakutan dan kekacauan,” demikian dilaporkan salah satu saluran berita utama, dikutip pada Senin (16/6/2025).

Analis di media Israel menekankan bahwa operasi tersebut merupakan kelas master dalam perang psikologis.

Di mana peretas Iran mengeksploitasi kecemasan publik dan mengungkap celah dalam infrastruktur pertahanan Israel.

Tidak adanya proyektil fisik memperkuat dampak psikologis saat warga bersiap menghadapi serangan.

Militer Israel, yang terkejut, telah mempertahankan status siaga tinggi. 

Pihak berwenang mengumumkan bahwa protokol keamanan, termasuk instruksi bagi penduduk di daerah yang terkena dampak untuk tetap berada di dekat tempat perlindungan, tetap berlaku hingga pemberitahuan lebih lanjut.

Juru bicara militer Israel telah berjanji untuk menyelidiki pelanggaran tersebut dan memperkuat pertahanan siber, meskipun kepercayaan publik terhadap sistem tersebut telah terguncang.

Insiden ini menandai peningkatan signifikan dalam strategi perang non-kinetik Iran, yang menunjukkan kemampuannya untuk mengganggu dan mengacaukan melalui cara digital.

Iran Bongkar Bengkel Pesawat Nirawak Israel

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved