Konflik Iran vs Israel

Diancam Bunuh Israel, Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei Dipindah dari Bunker demi Keamanan

Diduga Khamenei ditemani keluarganya, termasuk putranya Mojtaba, yang disebut-sebut sebagai calon penerusnya.

Editor: Faisal Zamzami
Kantor berita resmi negara Iran, IRNA
ISRAEL SERANG IRAN - Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei menyapa hadirin yang datang dalam acara peringatan dakwah Nabi Muhammad SAW, dengan sekelompok pejabat Iran, perwakilan dan duta besar negara-negara Islam di Teheran, Iran pada Selasa (28/1/2025). Intelijen Amerika Serikat (AS) mengungkapkan rencana Israel yang akan menyerang fasilitas nuklir milik Iran pada pertengahan tahun 2025 ini. 

SERAMBINEWS.COM - Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei dikabarkan bersembunyi di lokasi rahasia sejak serangan besar-besaran Israel ke Teheran pada Jumat (13/6/2025).

Menurut laporan media Iran International yang berbasis di London, Khamenei dipindahkan ke bunker bawah tanah di kawasan Lavizan, timur laut Teheran.

Ia diyakini tidak sendirian.

Diduga Khamenei ditemani keluarganya, termasuk putranya Mojtaba, yang disebut-sebut sebagai calon penerusnya.

Editor bidang pertahanan The Economist, Shashank Joshi, mengatakan dalam program Newscast BBC bahwa Khamenei kemungkinan besar akan terus menghindari tampil di depan publik.

“Saya kira mereka akan mencari ke segala sudut yang memungkinkan untuk menjaganya tetap aman, mungkin dengan memindahkannya dari satu tempat ke tempat lain,” ujar Joshi.

Ia menambahkan, ancaman terhadap Khamenei tergolong sah mengingat Israel telah berhasil menyusup ke dalam struktur keamanan Iran dan melancarkan pembunuhan presisi terhadap sejumlah jenderal.

Baca juga: VIDEO - Putra Mahkota Iran Reza Pahlavi Beda Arah, Serukan Pembelotan dari Rezim Khamenei

Sejak serangan dimulai, Israel menewaskan Mohammad Bagheri, Kepala Staf Militer Iran, dan Hossein Salami, komandan tertinggi Garda Revolusi Islam (IRGC).

Kepala intelijen IRGC, Mohammad Kazemi, dan wakilnya juga dilaporkan menjadi target.

Media pemerintah Iran mengonfirmasi bahwa Ali Shamkhani, penasihat senior Khamenei, meninggal akibat luka yang diderita dalam serangan hari Jumat.

Sementara itu, dua pejabat AS mengatakan kepada Reuters bahwa Presiden AS Donald Trump telah menolak permintaan Israel untuk membunuh Khamenei.

Menurut mereka, Trump secara langsung menyampaikan kepada Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu agar tidak mengeksekusi rencana tersebut.

Trump belum memberikan komentar publik atas laporan itu.

Ketika ditanya soal kemungkinan veto dari Washington, Netanyahu menjawab kepada Fox News: “Kami melakukan apa yang perlu kami lakukan, dan saya pikir Amerika Serikat tahu apa yang baik untuk mereka.”

 

Baca juga: Sosok Reza Pahlavi, Putra Mahkota Iran yang Serukan Perlawanan Terhadap Ayatollah Ali Khamenei

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved