Breaking News

Konflik Iran vs Israel

Hari ke-5 Perang Iran vs Israel: Rudal Iran Hantam Tel Aviv hingga Ledakan Guncang Teheran

Rudal-rudal dilaporkan menghantam Tel Aviv, sementara ledakan besar mengguncang ibu kota Iran, Teheran.

Editor: Faisal Zamzami
Tangkap layar YouTube WION
KOBARAN API DI HAIFA - Iran melancarkan serangan terhadap Kota Haifa, Israel, pada Minggu (15/6/2025) malam. Serangan itu memicu kobaran api hingga gangguan listrik. Dilaporkan empat warga Haifa, yang termasuk dalam satu keluarga, tewas akibat serangan tersebut. 

SERAMBINEWS.COM - Ketegangan antara Israel dan Iran terus meningkat memasuki hari kelima.

Rudal-rudal dilaporkan menghantam Tel Aviv, sementara ledakan besar mengguncang ibu kota Iran, Teheran.

Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengklaim serangan rudal mereka telah mengenai markas intelijen militer Israel dan pusat operasi Mossad.


Target serangan diyakini berada di Herzliya, kota pesisir di Israel tengah, yang sering diasosiasikan sebagai lokasi fasilitas strategis, dikutip dari Al Jazeera.

Sementara itu, kota Teheran diguncang ledakan yang memicu kepanikan warga.

Dengan populasi lebih dari 10 juta jiwa, ibu kota Iran kini dalam suasana mencekam.

Banyak warga memilih meninggalkan kota setelah menerima peringatan berulang dari Israel.

Namun, tidak sedikit pula yang tetap tinggal.


Warga di lingkungan terdampak menyuarakan kemarahan, menyebut diri mereka hanya rakyat biasa yang tidak ada hubungannya dengan program militer atau nuklir.

Baca juga: VIDEO IDF Sembunyi di Bunker Sipil saat Rudal Iran Serang Tel Aviv, Warga Jadi Tameng Manusia

Iran Luncurkan Gelombang Serangan Baru

Komandan Pasukan Darat Iran, Kiomars Heidari, mengatakan bahwa Iran baru saja meluncurkan gelombang serangan baru ke Israel.

“Senjata yang lebih canggih telah digunakan, dan serangan akan meningkat dalam beberapa jam ke depan,” kata Heidari, dikutip IRNA.

Pemerintah Iran menyebut serangan ini sebagai balasan atas rentetan serangan udara Israel sejak pekan lalu yang menewaskan warga sipil Iran.

Menurut data Kementerian Kesehatan Iran, lebih dari 220 orang tewas akibat serangan Israel dalam beberapa hari terakhir.

 

Baca juga: Perang Israel vs Iran Memanas: 8 Negara Teraman dari Ancaman Perang Dunia III, Indonesia Termasuk?


Ledakan di Teheran

Media Iran melaporkan bahwa tiga orang berhasil diselamatkan dari reruntuhan bangunan tempat tinggal di Teheran.

Bangunan tersebut hancur akibat serangan udara Israel.

Operasi penyelamatan dilakukan oleh tim Bulan Sabit Merah dan disiarkan oleh kantor berita IRNA.

Dokter dan Perawat Iran Ditarik dari Cuti, Negara Dalam Status Darurat

Pemerintah Iran telah membatalkan semua cuti bagi tenaga kesehatan.

Wakil Menteri Kesehatan Seyed Sajjad Razavi menyampaikan bahwa dokter dan perawat diminta segera kembali bertugas.

“Tenaga medis harus hadir di pusat-pusat layanan untuk memberikan perawatan serta menjaga stabilitas psikologis tim kesehatan,” ujarnya.

Razavi menambahkan bahwa panduan penanganan korban massal telah dikirim ke rumah sakit di seluruh negeri.

Baca juga: VIDEO Iron Dome Eror! Coba Cegat Rudal Balistik Iran, Malah Berbalik Serang Baterai Peluncur

Israel Tuduh Iran Gunakan Perang Psikologis, Iran Balik Menuding

Abas Aslani, peneliti senior di Pusat Studi Strategis Timur Tengah, menilai Israel tengah melancarkan “perang psikologis” di Iran.

Menurutnya, pembunuhan dan ancaman yang dilakukan Israel bertujuan menekan publik agar mencegah Iran membalas.

Namun, kata Aslani, efeknya justru sebaliknya.

“Ancaman justru memperkuat solidaritas rakyat Iran,” ujarnya kepada Al Jazeera.

Ia juga menambahkan bahwa Iran belum menunjukkan kekuatan penuhnya karena mempertimbangkan potensi keterlibatan Amerika Serikat.

Iran Ancam Eksekusi Mata-mata Pro-Israel

Badan peradilan Iran mengumumkan akan menindak tegas para tersangka mata-mata yang dituduh bekerja untuk Israel.

 
“Kasus mereka sudah diproses dan akan dihukum secepatnya,” kata juru bicara pengadilan Asghar Jahangir kepada kantor berita Mehr.

Sebelumnya, Iran telah mengeksekusi satu pria yang dinyatakan bersalah karena memberikan informasi rahasia kepada musuh negara, menurut laporan Mizan Online.

Beberapa individu lainnya juga telah ditangkap atas dugaan keterlibatan dengan Mossad.

Baca juga: Iran Serang Gedung Badan Intelijen Israel dengan Rentetan Rudal, Disebut Sebagai Serangan Ganas

Lalu Lintas Padat di Teheran

Teheran dilaporkan mengalami kemacetan lalu lintas parah pada Senin (16/6/2025) malam.

Ini terjadi setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyerukan agar warga Iran "segera mengungsi" dari ibu kota.

Sejumlah foto yang beredar di media sosial dan media lokal menunjukkan padatnya kendaraan yang meninggalkan kota melalui jalan Karaj-Chalus, yang mengarah ke wilayah barat Iran.

Jalan utama itu terlihat dipenuhi mobil yang bergerak perlahan, diduga akibat gelombang evakuasi massal menyusul peringatan akan serangan udara besar.

Dalam unggahan di media sosial, Trump memperingatkan bahwa situasi di Teheran "sangat berbahaya" dan mendesak semua orang untuk meninggalkan kota sesegera mungkin.

Sebelumnya, militer Israel juga mengeluarkan peringatan dalam bahasa Persia.

Pihak berwajib meminta warga menjauh dari "pabrik produksi senjata" dan "lembaga pendukungnya".

Mereka juga menyarankan agar warga tidak kembali ke lokasi tersebut hingga ada pemberitahuan lebih lanjut.

Langkah ini memicu kekhawatiran akan kemungkinan kampanye pengeboman besar-besaran terhadap Teheran.

Sejumlah analis disebut mirip dengan taktik Israel di Gaza.

Diketahui, Israel sebelumnya melakukan kampanye udara serupa di Jalur Gaza, yang menurut laporan PBB, telah menewaskan lebih dari 30.000 warga sipil sejak 2023.

Ketegangan antara Iran dan Israel terus meningkat sejak Operasi Rising Lion dimulai, Jumat lalu (13/6/2025), ketika Israel menggempur sejumlah fasilitas militer dan nuklir di Iran.

Iran membalas dengan meluncurkan drone dan rudal ke berbagai kota Israel, termasuk Tel Aviv dan Haifa.

Hingga kini, kedua negara belum menunjukkan tanda-tanda mereda, meskipun sejumlah pemimpin dunia telah menyerukan gencatan senjata.

Baca juga: BREAKING NEWS - 4 Pulau Dikembalikan ke Aceh, Darwis Jeunib ke Prabowo: Memang Presiden Tahu Sejarah

Baca juga: Dapat Teror Bom, Saudi Airlines Mendarat Darurat di Kualanamu Bawa Jemaah Haji Kloter 12 Jakarta

Baca juga:  Musda Golkar Aceh 2025 Siap Digelar, Kandidat Bermunculan

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com 

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved