Minggu, 10 Mei 2026

Konflik Iran vs Israel

Iran Siap Serang Amerika Serikat Jika Bantu Israel Perang

Teheran dikabarkan telah menyiapkan rudal dan berbagai peralatan militer lainnya untuk menyerang pangkalan-pangkalan Amerika Serikat

Tayang:
Editor: Faisal Zamzami
TINN
RUDAL HIPERSONIK FATTAH-1 - Rudal Hipersonik Fattah-1 milik Iran saat pertama kali diperlihatkan pada Juni 2023. IRGC mengatakan pihaknya telah meluncurkan rudal Hipersonik Fattah-1 terhadap Israel, Rabu (18/6/2025) dini hari. 

SERAMBINEWS.COM, TEHERAN - Teheran dikabarkan telah menyiapkan rudal dan berbagai peralatan militer lainnya untuk menyerang pangkalan-pangkalan Amerika Serikat (AS) di Timur Tengah, jika Washington memutuskan bergabung dalam perang antara Israel dan Iran.

Informasi ini disampaikan oleh pejabat Amerika yang meninjau laporan intelijen terbaru, sebagaimana diberitakan New York Times pada Selasa (17/6/2025).

Kekhawatiran akan meluasnya konflik di Timur Tengah semakin mencuat di kalangan pejabat AS, seiring dengan desakan Tel Aviv kepada Gedung Putih untuk campur tangan dalam konfliknya dengan Teheran.

Amerika Serikat sendiri telah mengirim sekitar 30-an pesawat pengisian bahan bakar ke Eropa.

Pesawat-pesawat ini dapat digunakan untuk mendukung jet tempur dalam melindungi pangkalan-pangkalan Amerika, atau memperluas jangkauan pembom yang mungkin terlibat dalam setiap serangan terhadap fasilitas nuklir Iran.

 Ancaman balasan Iran dan sekutunya
 

Para pejabat AS memperingatkan, jika Washington benar-benar bergabung dalam pertempuran Israel dan menyerang Fordo, salah satu fasilitas nuklir utama Iran, milisi Houthi yang didukung Teheran hampir pasti akan melanjutkan serangan terhadap kapal-kapal di Laut Merah. 

Selain itu, milisi pro-Iran di Irak dan Suriah kemungkinan besar akan mencoba menyerang pangkalan-pangkalan AS di wilayah tersebut.

Pejabat lain menambahkan, dalam skenario serangan tersebut, Iran juga dapat mulai memasang ranjau di Selat Hormuz untuk menjebak kapal-kapal perang Amerika di Teluk Persia, sehingga membatasi pergerakan mereka.

Sebagai respons, komandan militer AS telah menempatkan pasukan Amerika dalam siaga tinggi di pangkalan militer di seluruh wilayah, termasuk di Uni Emirat Arab, Yordania, dan Arab Saudi.

Saat ini, lebih dari 40.000 tentara Amerika telah ditempatkan di Timur Tengah.

Dua pejabat Iran secara terpisah mengakui bahwa negara mereka akan menyerang pangkalan AS di Timur Tengah, dimulai dengan pangkalan di Irak, jika Amerika Serikat bergabung dalam perang Israel.

Mereka juga menegaskan bahwa Iran akan menargetkan pangkalan-pangkalan Amerika yang berada di negara-negara Arab dan ikut serta dalam serangan.

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi pada Senin (16/6/2025) menegaskan sikap Teheran.

 "Musuh kita harus tahu bahwa mereka tidak dapat mencapai solusi dengan serangan militer terhadap kita, dan tidak akan dapat memaksakan keinginan mereka kepada rakyat Iran," kata Araghchi.

Ia juga menyampaikan kepada rekan-rekan Eropa melalui sambungan telepon bahwa jika perang menyebar, kesalahan akan ditimpakan kepada Israel dan para pendukung utamanya.

Hal ini berdasarkan ringkasan panggilan telepon yang diberikan oleh Kementerian Luar Negeri Iran.

Menurut pejabat AS, Iran tidak memerlukan banyak persiapan untuk menyerang pangkalan Amerika di wilayah tersebut. 

Militer Iran memiliki pangkalan rudal yang mudah dijangkau dari Bahrain, Qatar, dan Uni Emirat Arab.

Baca juga: Serangan Terbaru Iran Porakporandakan Pusat-pusat Kota Israel


Dilema AS dan prospek senjata nuklir Iran

Prospek keterlibatan pasukan AS dalam perang semakin meningkat dalam beberapa hari terakhir, seiring dengan berlanjutnya kampanye Israel dan gelombang rudal yang diluncurkan Iran ke Israel sebagai balasan. 

Belum jelas seberapa besar kerusakan yang akan ditimbulkan serangan ke Fordo terhadap kemampuan nuklir Iran atau berapa lama hal itu akan menunda pengembangan senjata.

Cadangan uranium yang diperkaya milik Iran saat ini juga disembunyikan di terowongan di berbagai lokasi di negara tersebut.

Beberapa pejabat Amerika berpandangan, Israel akan membutuhkan bantuan AS untuk merusak program nuklir Iran secara lebih signifikan.

Bantuan Amerika dapat mencakup penyediaan perlindungan udara bagi pasukan komando Israel yang memasuki Iran melalui darat.

Namun, skenario yang lebih mungkin adalah serangan oleh pesawat pengebom siluman B-2 AS yang dipersenjatai dengan Massive Ordnance Penetrator, senjata yang secara teoritis mampu menembus gunung yang melindungi fasilitas bawah tanah Fordo.

Setiap serangan terhadap Fordo, baik oleh Amerika Serikat secara langsung atau dengan bantuan AS, dipastikan akan mendorong Iran dan sekutunya untuk membalas. 

Iran dan sekutunya memiliki catatan menyerang personel Amerika di masa lalu. 

Pada Januari 2024, milisi yang didukung Iran melakukan serangan drone terhadap pangkalan AS di Yordania dekat perbatasan Suriah, menewaskan tiga tentara Amerika.

Badan intelijen Amerika sejak lama menyimpulkan, Iran hampir mampu membuat senjata nuklir, tetapi belum memutuskan apakah akan melakukannya.

Jika Iran memutuskan untuk membuat senjata, maka mereka akan mampu membuatnya dalam waktu kurang dari setahun. 

Bom nuklir yang lebih sederhana dan lebih kasar mungkin dapat dibuat lebih cepat.

Trump telah berulang kali menyatakan, ia tidak akan membiarkan Iran memperoleh senjata nuklir

Pada Selasa (17/6/2025), ia menyerukan penyerahan diri tanpa syarat dari Iran.

Namun, beberapa pejabat AS yang skeptis terhadap kampanye Israel mengatakan, serangan Israel mungkin mengubah perhitungan Iran

Mereka berpendapat bahwa Israel mungkin telah meyakinkan Teheran bahwa satu-satunya cara untuk mencegah serangan di masa mendatang adalah mengembangkan penangkal nuklir penuh. 

Hal ini dapat meningkatkan tekanan pada pemerintahan Trump untuk melancarkan serangan.

Meski demikian, para kritikus kebijakan luar negeri yang agresif dan militeristik menilai, belum terlambat bagi Amerika untuk mundur dari konflik ini.

"Tidak ada kata terlambat untuk tidak memulai perang," kata Rosemary Kelanic, direktur program Timur Tengah di Defense Priorities, lembaga pemikir yang menganjurkan kebijakan luar negeri terkendali.

Kelanic mengakui, serangan Israel memberi Iran alasan untuk mengembangkan senjata nuklir.

 Namun, ia menambahkan bahwa dalih tersebut akan berlipat ganda secara dramatis jika Amerika Serikat ikut berperang.

"Begitu Anda terlibat, kawan, sangat sulit untuk mundur," ujarnya. "Anda akan mengerahkan segalanya."

 

Baca juga: Puasa, Kurma dan Olahraga: Trio Sederhana Penghasil Hormon Bahagia, Ini Penjelasan dr Zaidul Akbar

Baca juga: Jumat Terakhir di Tahun Islam, Ini Daftar Khatib dan Imam Shalat Jumat di Banda Aceh 20 Juni 2025

Baca juga: Update Donasi untuk Palestina, Berikut Daftar Penyumbang Sementara, Kamis 19 Juni 2025

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved