Minggu, 19 April 2026

Konflik Iran vs Israel

AS Kerahkan Pesawat Militer Terbesar di Dunia ke Perbatasan Iran, Ini Spesifikasinya

Menurut Flighradar 24, pesawat C-5M Super Galaxy melakukan perjalanan dari Pangkalan Udara Aviano di Italia menuju Arab Saudi

Editor: Amirullah
Dok. Angkatan Udara AS
C-5M SUPER GALAXY - Pesawat C-5M Super Galaxy yang membawa Prajurit dari Pangkalan Angkatan Udara Dover, Del., dan Pangkalan Gabungan Charleston, S.C., serta Prajurit dari Fort Polk, La., berpartisipasi dalam latihan kesiapan penempatan darurat di Pangkalan Garda Nasional Udara Volk Field, Wisconsin, 7 Juli 2021. Pada Kamis (19/6/2025), Flightradar24 mendeteksi penerbangan C-5M Super Galaxy dari angkalan Udara Aviano di Italia menuju dekat perbatasan Iran di Arab Saudi. Pengerahan itu dilakukan Angkatan Udara AS di tengah memanasnya konflik Iran vs Israel. 

Sistem diagnostik perawatan C-5M Super Galaxy memiliki kemampuan untuk merekam dan menganalisis data dari lebih dari 7.000 titik uji, mengurangi waktu perawatan dan perbaikan.

C-5M Super Galaxy, dengan muatan kargo 127.460 kilogram, bisa terbang 2.150 mil laut, menurunkan muatan, dan terbang ke pangkalan kedua 500 mil laut dari tujuan awal, tanpa pengisian bahan bakar udara.

Dengan pengisian bahan bakar udara, jangkauan pesawat hanya dibatasi oleh daya tahan kru.

Untuk awak pesawat, bisa memuat pilot, kopilot, dua teknisi penerbangan, dan tiga petugas muatan.

Trump Sebut Israel Tak Bisa Serang Fordow Sendirian

Sebelumnya, sumber keamanan Israel memastikan bakal menyerang situs nuklir bawah tanah Fordow milik Iran, dengan atau tanpa bantuan AS.

Tapi, dalam wawancaranya pada Jumat (20/6/2025), Presiden AS, Donald Trump,menyebut Israel tidak mungkin bisa menyerang Fordow sendirian.

Sebab, menurut Trump, kemampuan Israel dalam menghancurkan Fordow sangat terbatas.

"Mereka (Israel) memiliki kapasitas yang sangat terbatas. Mereka dapat menembus sebagian kecil, tetapi tidak bisa menembus terlalu dalam (ke bawah tanah)" kata Trump, dikutip dari Times of Israel.

"Mereka tidak punya kapasitas itu (menyerang Fordow)" tegasnya.

Saat ditanya mengenai kemungkinan AS mengirimkan pasukan darat untuk membantu Israel melawan Iran, Trump berkata, "Itu hal terakhir yang Anda ingin lakukan."

Ia juga menyinggung soal jangka waktu dua minggu untuk memutuskan apakah akan membantu Israel atau tidak.

Menurut Trump, jangka waktu itu ia berikan untuk Iran agar bisa mundur dari konflik ini.

"Saya kira dua minggu adalah waktu maksimal," ujarnya.

Dalam laporan Al Jazeera, Trump disebutkan tampaknya sangat berpihak kepada Israel.

Sumber: Tribunnews
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved