Berita Pidie
Santri Hadramaut Yaman Kupas Dampak Shalawat di Masjid Al-Falah Sigli Pidie
Banyak Nabi sebelumnya rindu menjadi umat Nabi diakhir zaman. Termasuk Nabi Adam AS
Penulis: Idris Ismail | Editor: Muhammad Hadi
Laporan Idris Ismail l Pidie
SERAMBINEWS.COM, SIGLI - Santri Dayah Habsyi Hadramaut, Yaman, Tgk Muhammad Farhan SPdI mengisi tausiah agama yang diselenggarakan oleh Jamaah Safari Subuh Masjid Agung Al-Falah Kota Sigli, Pidie, Minggu (22/6/5/2025) subuh di Masjid Raya Labui, Kecamatan Pidie.
Dalam tausiah agama sepanjang 40 menit itu itu, sosok Alumnus Ma'hadul Ulum Diniyah Islamiyah (MUDI) Mesra, Kecamatan Samalanga, Bireun mengupas secara gamblang terhadap Nikmat.
Menurut putra kelahiran Gampong Keutapang, Kecamatan Delima, Pidie pada tahun 1997 lalu itu menyebutkan bahwa nikmat besar itu adalah hadirnya sosok Baginda Rasulullah Muhammad SAW.
"Artinya, lewat beliau kita mengenal Allah SWT, mengenal Iman sejati, mengenal syariat, akhlak serta yang lainnya. Maka banggalah diri kita yang hadir umat Baginda Muhammad SAW," ujarnya.
Banyak Nabi sebelumnya rindu menjadi umat Nabi diakhir zaman. Termasuk Nabi Adam AS.
Pasalnya, ketika umat Nabi Muhammad bertauabat, maka Allah SWT segera mengampuninya.
Dalam bentangan sejarah, disebutkan bahwa ada kesalahan Nabi Adam AS melalukan dosa dengan memakan buah Khuldi atas bujuhkan atau rayuan Iblis.
Baca juga: 4 Tahun Berlalu, Dewan Syariah Aceh Barat Belum Terbentuk: MES Desak DSI Lebih Proaktif
Lalu atas dosa itu Nabi Adam di campakkan ke bumi yaitu diwilayah di India dan Hawa di Jeddah. Ratusan tahun kedua pasangan ini berjumpa di padang Arafah.
Maka langkah Adam melalukan Taubat dengan menyebutkan shalawat kepada Nabi Muhammad SAW.
Jadi, sebagai umat Nabi Muhammad yang melakukan kerapa beragam dosa, maksiat kepada Allah SWT saat ini namun, tidak diganjarkan perpisahan kedua Pasutri.
Selain itu juga Nabi Musa AS ingin melihat Allah SWT di bukit Thursina. Lalu Allah SWT memperlihatkan Nur Nya hingga bukit tur sina meledak dan Nabi Musa AS menjadi pingsan.
Maka dalam hal ini seorang Makhkuk tidaklah mampu melihat Tuhan secara langsung harus dibatasi oleh 70.000 lapisan.
Hanya saja yang diberikan pertemuan Khaliq dan Makhluk hanyalah Baginda Rasulullah Muhammad SAW saat peristiwa Israk Mikraj.
Apapun yang melekat dengan sosok hamba Suci Allah yaitu Muhammad SAW, maka menjadi mulia, tempat lahirnya, hajar aswad yang sempat di cium, buraq yang ditumpangi, serta apapun yang menyatu bersamanya yaitu para sahabat dan bahkan umatnya yang senantiasi mengikuti Sunnahnya maka dia menjadi mulia.
Mucikari TPPO di Pidie Masih Bawah Umur, Korban Dijual Via Aplikasi Chatting Online, MPU Prihatin |
![]() |
---|
Diguyur Hujan Deras, Komplek Disdikbud Pidie Tergenang |
![]() |
---|
Puluhan Siswa SMAN Delima Kunjungi 3 Situs Bersejarah di Pidie |
![]() |
---|
Petani Pidie Masih Panen Bawang Merah, Harga Eceran Rp 40.000/Kg |
![]() |
---|
Majelis Hakim PN Sigli Hukum Penipu Rumah Bantuan 3 Tahun Penjara |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.