Jumat, 24 April 2026

Konflik Iran vs Israel

Donald Trump: Jika Iran Balas Bombardir Amerika Serikat, Dirinya Siapkan Serangan Lebih Besar

Dalam pernyataan tegas di media sosial, Trump menegaskan bahwa “setiap pembalasan dari Iran akan dibalas dengan kekuatan yang jauh lebih besar.”

Editor: Faisal Zamzami
Facebook The White House
TRUMP DI GEDUNG PUTIH - Foto diambil dari Facebook The White House, Sabtu (21/6/2025), memperlihatkan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dalam postingan yang diunggah pada Jumat (20/6/2025). 

WASHINGTON – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memperingatkan Iran akan konsekuensi serius jika negara itu membalas serangan udara AS ke tiga situs nuklir di wilayahnya.  

Dalam pernyataan tegas di media sosial, Trump menegaskan bahwa “setiap pembalasan dari Iran akan dibalas dengan kekuatan yang jauh lebih besar.”

Pernyataan tersebut disampaikan hanya beberapa jam setelah Trump mengonfirmasi bahwa militer AS telah melancarkan serangan udara ke fasilitas nuklir Iran di Fordow, Natanz, dan Esfahan, bergabung dengan kampanye militer Israel yang telah berlangsung selama lebih dari sepekan.

 “Serangan ini sukses besar. Semua pesawat telah keluar dari wilayah udara Iran dan kembali dengan selamat,” ujar Trump dalam unggahan terpisah.

Ia menyebut bahwa bom-bom dijatuhkan secara penuh di situs Fordow yang dikenal memiliki sistem pengayaan uranium bawah tanah yang sangat terlindungi. 

Trump menambahkan, serangan itu melibatkan pesawat B-2 stealth bomber, satu-satunya armada udara yang mampu membawa bom bunker-buster seberat 13.500 kilogram, yang dirancang khusus untuk menghancurkan fasilitas nuklir bawah tanah seperti Fordow.

Langkah Amerika ini disebut sebagai keputusan yang sangat berisiko, karena sebelumnya, Iran telah memperingatkan akan adanya balasan jika AS ikut serta dalam operasi militer Israel.  

Pada Rabu lalu, Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei menegaskan, serangan terhadap Iran “akan membawa kerusakan yang tak dapat diperbaiki bagi mereka yang menyerang.”

Sementara itu, Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) menanggapi serangan AS dengan mengatakan, “perang dimulai sekarang.”

 Hal itu menandai peningkatan konflik dari serangkaian serangan drone dan rudal menjadi kemungkinan perang besar di Timur Tengah.

 Situasi di kawasan kini semakin genting.

Israel meningkatkan status siaga nasionalnya, dan militer AS telah memindahkan sejumlah kapal perang serta pesawat tempur ke kawasan Timur Tengah dalam beberapa hari terakhir guna mengantisipasi eskalasi lebih lanjut.

 

Baca juga: Iran Sebut AS Berkhianat, Berjanji Balas Serangan Amerika Serikat

Tangan Kanan Pemimpin Tertinggi Iran Ungkap Serangan Balasan Usai Dibom Amerika Serikat

Iran merencanakan serangan balasan usai pasukan militer Amerika Serikat (AS) menghancurkan situs nuklir Iran pada Sabtu (21/6/2025).

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved