Jumat, 10 April 2026

Video

VIDEO - Iran Selamatkan 400 Kg Uranium Tingkat Tinggi dari Fordow Sebelum Serangan AS

Langkah ini diduga merupakan bagian dari strategi perlindungan terhadap aset nuklir menyusul meningkatnya ancaman dari Washington.

SERAMBINEWS.COM - Iran dilaporkan telah memindahkan sejumlah besar uranium yang diperkaya tinggi dan peralatan penting dari fasilitas nuklir bawah tanah Fordow hanya beberapa hari sebelum serangan militer Amerika Serikat (AS) pada Minggu malam (22/6/2025).

Langkah ini diduga merupakan bagian dari strategi perlindungan terhadap aset nuklir menyusul meningkatnya ancaman dari Washington.

Mengutip laporan Kompas.com yang bersumber dari dua pejabat Israel yang mengetahui data intelijen, sebanyak 400 kilogram uranium yang telah diperkaya hingga tingkat 60 persen berhasil diamankan dari situs Fordow.

Baca juga: VIDEO - AS Klaim Hancurkan Nuklir Iran, Citra Satelit Bantah Fakta Sebaliknya

Tingkat pengayaan uranium tersebut sudah berada di ambang batas untuk produksi senjata nuklir, meski Iran selalu menegaskan bahwa program nuklirnya bertujuan damai.

Fordow Jadi Target Utama Serangan AS
Fasilitas nuklir Fordow yang terletak di bawah pegunungan dan diperkuat dengan sistem pertahanan bawah tanah yang canggih menjadi salah satu dari tiga target serangan udara besar-besaran AS.

Dua lokasi lainnya yang turut diserang adalah fasilitas di Natanz dan Isfahan.

Menurut Direktur Jenderal Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA), Rafael Grossi, kawah besar akibat amunisi penembus bunker telah ditemukan di Fordow.

Baca juga: Setelah AS Mengebom Situs Nuklir Iran, Israel Ngotot Masih akan Terus Serang Teheran

Namun, pihaknya belum dapat memastikan sejauh mana kerusakan yang terjadi di struktur bawah tanah fasilitas tersebut.

“Tim kami telah mengonfirmasi adanya dampak langsung serangan di situs Fordow. Akan tetapi, investigasi menyeluruh terhadap kondisi di bawah tanah masih berlangsung dan memerlukan waktu,” ujar Grossi dalam keterangan resmi, Minggu (22/6).

Grossi juga menyatakan bahwa tidak ditemukan peningkatan radiasi di luar situs, yang menunjukkan bahwa wadah penyimpanan bahan radioaktif kemungkinan besar tetap utuh atau telah dipindahkan sebelumnya.

Iran Diduga Antisipasi Serangan
Pihak Iran belum secara terbuka mengomentari kabar pemindahan uranium tersebut, namun sejumlah analis meyakini bahwa langkah itu dilakukan sebagai bentuk antisipasi terhadap potensi serangan AS yang kian terprediksi dalam beberapa pekan terakhir.

Baca juga: VIDEO Tiga Negara Nuklir Rusia, China dan Korut Bisa Balas Tindakan Gila AS Terhadap Iran

“Pemindahan uranium yang sangat diperkaya ini menunjukkan bahwa Iran telah memiliki informasi atau setidaknya ekspektasi akan datangnya serangan, dan mereka berhasil mengamankan aset strategis mereka,” ujar seorang analis keamanan Timur Tengah yang tak bersedia disebut namanya.

AS Klaim Sukses, Pakar Ragukan Efektivitas
Pemerintah AS sebelumnya menyatakan bahwa serangan ke tiga fasilitas nuklir Iran bertujuan melemahkan kemampuan nuklir Teheran secara signifikan.

Namun, dengan adanya laporan pemindahan uranium dari Fordow, sejumlah pakar mempertanyakan efektivitas serangan tersebut.

Baca juga: Iran Ancam Tutup Selat Hormuz, Dua Kapal Tanker Angkut Minyak Putar Balik

“Jika benar Iran berhasil memindahkan uranium dan peralatan vitalnya, maka klaim keberhasilan AS bisa dibilang prematur,” ujar Michael Eisenstadt, pakar kebijakan luar negeri dari Washington Institute.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved