1 Muharram 1447 H Jatuh Pada 27 Juni, Simak Bacaan Doa Akhir Tahun dan Awal Tahun Baru Islam

Biasanya doa akhir tahun dibaca setelah Salat Ashar hingga sebelum Maghrib tiba. Doa akhir tahun berisi tentang rasa syukur atas apa yang telah dicap

Penulis: Yeni Hardika | Editor: Agus Ramadhan
Chat GPT
DOA - Ilustrasi muslim sedang membaca doa awal dan akhir tahun menyambut Tahun Baru Islam 1447 H. Berikut bacaan doanya serta amalan sunnah lain yang dianjurkan. 

Berikut bacaan niat puasa Tasu'a

نَوَيْتُ صَوْمَ تَاسُعَاءْ سُنَّةَ ِللهِ تَعَالَى

"Nawaitu sauma tasu'a sunnatal lillahita’ala"

Artinya: Saya niat puasa hari tasua, sunnah karena Allah ta’ala.

2. Niat puasa Asyura

Puasa Asyura adalah puasa yang dilaksanakan pada 10 Muharram atau pada tahun ini.

Jika merujuk pada kalender 1447 H, puasa asyura dilaksanakan pada Minggu, 6 Juli 2025.

Keutamaan mengerjakan puasa Asyura disebutkan dalam hadis riwayat Imam Muslim no. 1162/2746.

Dalam hadis tersebut, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:

((…وَصِيَامُ يَوْمِ عَاشُورَاءَ أَحْتَسِبُ عَلَى اللَّهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِي قَبْلَهُ.))

"… Dan puasa di hari 'Asyura' saya berharap kepada Allah agar dapat menghapuskan (dosa) setahun yang lalu." 

Seperti halnya puasa sunnah lainnya, bagi yang melaksanakan puasa Tasu’a dan Asyura dianjurkan melafalkan niat sebagaimana berikut.

نَوَيْتُ صَوْمَ عَاشُورَاءَ لِلّٰهِ تَعَالَى 

Nawaitu shauma asyura lillahi ta'ala.  

Artinya: "Saya niat puasa Asyura karena Allah ta'ala."

Baca juga: Hasil Pantauan Tim Falakiyah, 1 Muharram Jatuh pada 27 Juni 2025

Selain puasa pada 9 dan 10 Muharram, sejumlah ulama berpendapat adanya puasa sesudah 10 Muharram yakni pada 11 Muharram.

Di antara dalil yang menyatakan ini terdapat dalam hadis Ibnu Abbas.

صُومُوا يَوْمَ عَاشُورَاءَ وَخَالِفُوا فِيهِ الْيَهُودَ ، صُومُوا قَبْلَهُ يَوْمًا أَوْ بَعْدَهُ يَوْمًا

"Berpuasalah kalian pada hari 'Asyura' dan selisihilah orang-orang Yahudi. Berpuasalah sebelumnya atau berpuasalah setelahnya satu hari." HR Ahmad no. 2153.

Kendati begitu, Syaikh Syu'aib dan Syaikh Al-Albani menghukumi hadits ini lemah.

Namun tentu saja bukan berarti berpuasa di 11 Muharram terlarang.

Puasa ini masih bisa dikerjakan karena termasuk pada bulan Muharram.

(Serambinews.com/Yeni Hardika)

BACA BERITA LAINNYA DI SINI

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved