Rabu, 22 April 2026

Kesehatan

Nasi Panas vs Nasi Dingin dari Kulkas, Mana yang Lebih Sehat Dikonsumsi? Ini Penjelasan Ahli Gizi

Nasi yang telah didinginkan diketahui memiliki manfaat kesehatan tertentu, salah satunya membantu mengontrol kadar gula darah dan menurunkan asupan ka

Penulis: Yeni Hardika | Editor: Muhammad Hadi
KOLASE SERAMBINEWS.COM
NASI PANAS DAN NASI DINGIN - Perbedaan nasi panas dan nasi dingin, mana yang lebih sehat untuk dikonsumsi? Berikut penjelasan ahli gizi. 

SERAMBINEWS.COM - Nasi merupakan makanan pokok utama masyarakat Indonesia dan sejumlah negara Asia lainnya.

Biasanya, nasi dikonsumsi dalam kondisi panas, baru saja selesai ditanak.

Namun, dalam beberapa tahun terakhir, konsumsi nasi dingin yang disimpan di kulkas mulai populer, terutama di kalangan pelaku diet dan penderita diabetes.

Tren mengonsumsi nasi dingin ini bukan tanpa alasan.

Nasi yang telah didinginkan diketahui memiliki manfaat kesehatan tertentu, salah satunya membantu mengontrol kadar gula darah dan menurunkan asupan kalori.

Tapi benarkah nasi dingin lebih sehat daripada nasi panas?

Perbedaan nasi panas dan nasi dingin

Ahli Gizi Universitas Gadjah Mada (UGM), Toto Sudargo, menjelaskan bahwa nasi dingin yang disimpan di dalam refrigerator memiliki sejumlah keunggulan dibanding nasi panas.

Salah satunya adalah kandungan pati resisten yang lebih tinggi.

Pati resisten adalah jenis karbohidrat yang lebih lambat dicerna tubuh, sehingga tidak menyebabkan lonjakan gula darah secara drastis dan memberi efek kenyang lebih lama.

Baca juga: Benarkah Nasi Dingin Bisa Turunkan Gula Darah, atau Malah Nasi Panas? Ahli Medis Bilang Begini

"Mengonsumsi nasi yang didinginkan di dalam refrigerator ternyata memiliki kelebihan yang menguntungkan bagi tubuh dibandingkan mengonsumsi nasi panas," kata Toto dikutip dari Kompas.com (27/10/2024).

Penelitian yang diterbitkan di jurnal Nutrition and Diabetes pada April 2022 juga mendukung hal tersebut.

Studi yang dilakukan oleh para peneliti Polandia dari Universitas Ilmu Kedokteran Poznan terhadap 32 pasien diabetes tipe 1 itu menemukan bahwa mengonsumsi nasi dingin selama 24 jam dalam kulkas menghasilkan kadar gula darah yang lebih stabil, dibandingkan nasi panas dengan porsi sama.

Selain itu, peningkatan lonjakan gula darah ketika mengonsumsi nasi dingin lebih sedikit dan waktu lonjakan gula darah juga lebih singkat dibandingkan mereka yang mengonsumsi nasi panas.

Hal ini karena nasi dingin mengandung lebih banyak pati resisten daripada nasi panas.

Pati resisten dinilai lebih lambat dicerna sehingga membantu menyeimbangkan penyerapan karbohidrat lain untuk menyeimbangkan gula darah, mirip seperti serat.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved