Selasa, 21 April 2026

Berita Internasional

Trump Ngamuk! Ancam Bom Iran Lagi, Ngaku Selamatkan Khamenei dari Kematian!

"Negaranya telah hancur lebur, tiga Situs Nuklirnya yang jahat telah DIHANCURKAN, dan saya tahu PERSIS di mana dia berlindung," tulis Trump.

Penulis: Sri Anggun Oktaviana | Editor: Muhammad Hadi
Facebook The White House
TRUMP DI GEDUNG PUTIH - Foto diambil dari Facebook The White House, Sabtu (21/6/2025), memperlihatkan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dalam postingan yang diunggah pada Jumat (20/6/2025). Donald Trump, kembali melontarkan pernyataan keras terhadap Iran dan Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei (28/6/2025). 

Trump Ngamuk! Ancam Bom Iran Lagi, Ngaku Selamatkan Khamenei dari Kematian!

SERAMBINEWS.COM –Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, kembali melontarkan pernyataan keras terhadap Iran dan Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei.

Dilansir dari kantor berita Reuters (28/6/2025), dalam pernyataan terbarunya, Trump mengaku telah membatalkan rencana untuk mencabut sanksi terhadap Iran dan bahkan tidak menutup kemungkinan untuk kembali melancarkan serangan udara ke negara tersebut.

Konflik ini memanas setelah Amerika Serikat menyerang tiga situs nuklir Iran pada akhir pekan lalu, sebagai penutup konflik 12 hari antara Israel dan Iran.

 Menyusul serangan tersebut, Iran membalas dengan menyerang pangkalan militer AS di Qatar.

 Ayatollah Khamenei pun menyatakan bahwa "Iran telah menampar muka Amerika".

Baca juga: Kenapa Dana BSU 2025 Belum Dicairkan Meski Verifikasi Sudah Lolos? Ternyata Begini Penjelasannya 

Pernyataan itu memicu respons keras dari Trump.

Dalam unggahan di media sosial, ia menegaskan bahwa dirinya pernah menyelamatkan nyawa Khamenei.

"Negaranya telah hancur lebur, tiga Situs Nuklirnya yang jahat telah DIHANCURKAN, dan saya tahu PERSIS di mana dia berlindung," tulis Trump.


"Saya tidak akan membiarkan Israel, atau Angkatan Bersenjata AS, yang sejauh ini merupakan yang Terhebat dan Terkuat di Dunia, mengakhiri hidupnya. AKU MENYELAMATKAN DIA DARI KEMATIAN YANG SANGAT BURUK DAN MALU," tambahnya.


Pernyataan Trump muncul tak lama setelah Iran menegaskan bahwa mereka tidak akan menyerah pada tekanan AS.

 Iran juga menanggapi dengan menyatakan bahwa satu-satunya cara mencapai kesepakatan nuklir adalah jika AS mengubah nada bicara terhadap Khamenei.

Baca juga: Setia Dampingi Suami Sakit, Inul Daratista: Cinta Itu Pengabdian tanpa Balas Budi

“Jika Presiden Trump benar-benar menginginkan kesepakatan, ia seharusnya mengesampingkan nada tidak hormat dan tidak dapat diterima terhadap Pemimpin Tertinggi Iran,” kata Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araqchi, melalui akun X (Twitter) pada Sabtu dini hari (28/6/2025).

Trump juga mengungkapkan bahwa sebelumnya ia telah mencoba untuk mencabut sanksi terhadap Iran demi memberi peluang pemulihan ekonomi. 

Namun, ia membatalkan niat tersebut setelah menerima pernyataan yang ia nilai "penuh kemarahan, kebencian, dan rasa jijik" dari pihak Iran.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved