Berita Internasional

Wakil PM Thailand Tuduh Ketua Senat Kamboja Hun Sen Lancarkan Perang Informasi, Kedua Negara Memanas

“Kami bahkan tidak tahu apa motif sebenarnya. Namun yang jelas dia terlibat dalam perang informasi dan permainan psikologis," kata Wakil PM Thailand.

Penulis: Agus Ramadhan | Editor: Muhammad Hadi
KOLASE SERAMBINEWS.COM/IST
Wakil Perdana Menteri yang juga Menteri Pertahanan, Phumtham Wechayachai (kiri) merespon terkait pernyataan publik Ketua Senat Kamboja, Hun Sen (kanan) pada Jumat (27/6/2025). 

Wakil PM Thailand Tuduh Ketua Senat Kamboja Hun Sen Lancarkan Perang Informasi, Kedua Negara Memanas

SERAMBINEWS.COM, BANGKOK - Wakil Perdana Menteri yang juga Menteri Pertahanan, Phumtham Wechayachai merespon terkait pernyataan publik Ketua Senat Kamboja, Hun Sen pada Jumat (27/6/2025).

Ia mengatakan bahwa dia tidak mendengarkan apa yang disebut Hun Sen itu dalam pernyataan publiknya.

Namun Phumtham menggambarkan pernyataan mantan PM Kamboja itu tidak konsisten.

"Saya tidak melihat ada gunanya mendengarkan. Banyak hal yang dia katakan saling bertentangan, seperti klaimnya tentang penutupan perbatasan," kata Phumtham kepada wartawan.

"Jika dia tulus dan jujur ​​tentang tindakannya, dia pasti akan berbicara dengan jelas. Lagipula, saya tidak mengerti bahasanya, jadi buat apa repot-repot?,” ujarnya.

HUN SEN - Ketua Senator Kamboja, Hun Sen saat memberikan pidato dalam sebuah acara. Foto diambil dari situs www.samdechhunsen.gov.kh pada Jumat (14/2/2025)
HUN SEN - Ketua Senator Kamboja, Hun Sen saat memberikan pidato dalam sebuah acara. Foto diambil dari situs www.samdechhunsen.gov.kh pada Jumat (14/2/2025) (Samdechhunsen.gov.kh)

Ketika ditanya tentang potensi penyebaran klip audio yang akan mengungkap isu sensitif yang melibatkan Thailand, Phumtham tetap tenang.

"Saya tidak tertarik. Itu tidak ada hubungannya dengan pemerintah Thailand,”

“Kami bahkan tidak tahu apa motif sebenarnya. Namun yang jelas dia terlibat dalam perang informasi dan permainan psikologis," katanya.

"Semua yang dilakukannya ditujukan untuk melemahkan kredibilitas dan kapasitas pemerintah Thailand,”

“Jika pemerintah kita menjadi tidak stabil, Hun Sen akan diuntungkan, baik dalam sengketa wilayah maupun negosiasi. Itulah yang diinginkannya,” papar Phumtham

Wakil PM Thailand itu menegaskan bahwa Thailand tetap berkomitmen teguh pada legalitas dan transparansi.

“Pemerintah berpegang pada prinsipnya sendiri. Jika ada masalah yang nyata, kami akan menanganinya secara hukum,”

“Namun, saya yakin tidak ada yang substansial. Ini semua bagian dari kampanye disinformasi untuk menimbulkan ketakutan dan memicu keresahan,” jelas Phumtham.

Ia menambahkan bahwa tujuan Hun Sen mungkin untuk menekan Thailand agar tunduk atau menjadikan dirinya titik fokus upaya mediasi internasional.

Halaman
123
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved