Senin, 18 Mei 2026

Peristiwa

Dua Bocah Tenggelam di Pantai Lhoknga Ditemukan Meninggal Dunia

Kepala Basarnas Banda Aceh, Ibnu Harris Al Hussain, mengatakan kedua korban ditemukan oleh tim gabungan dalam waktu berbeda

Tayang:
Penulis: Rianza Alfandi | Editor: Ansari Hasyim
SERAMBINEWS/dok Basarnas Banda Aceh
EVAKUASI KORBAN – Tim gabungan saat melakukan evakuasi korban tenggelam di kawasan Pantai Lhoknga, Kecamatan Lhoknga, Aceh Besar, Senin (30/6/2025).  

Laporan Rianza Alfandi | Aceh Besar 

SERAMBINEWS.COM, KOTA JANTHO  - Dua bocah yang dilaporkan hilang terseret arus saat berenang di kawasan Pantai Lhoknga, Kecamatan Lhoknga, Aceh Besar, pada Sabtu  (28/6/2025) kemarin ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.

Kepala Basarnas Banda Aceh, Ibnu Harris Al Hussain, mengatakan kedua korban ditemukan oleh tim gabungan dalam waktu berbeda.

Korban pertama bernama M. Amar Fauzan (7) ditemukan pada Senin (30/6/2025) sekitar pukul 03.00 WIB dini hari, dalam kondisi terdampar di pantai Pulau Kapuk Lhoknga.

“Selanjutnya, pada pukul 09.15 WIB, Tim SAR Gabungan kembali menemukan korban kedua M. Ozi Mahardika (8), dalam kondisi terapung sejauh sekitar 1,2 Km dari lokasi awal kejadian,” kata Ibnu Harris. 

Harris menyebut, usai ditemukan, kedua korban saat ini sedang dievakuasi ke kediamannya di Meulaboh, Aceh Barat. 

Diketahui, dalam proses pencarian tim melakukan penyisiran darat sepanjang pinggir pantai sejauh 3 Km, serta pemantauan lewat udara menggunakan drone.

Sebelumnya, korban dinyatakan tenggelam dan hilang terseret arus saat sedang mandi bersama orang tuanya di pinggir pantai.

Kala itu orang tua korban sempat melakukan upaya pencarian dibantu oleh masyarakat sekitar, namun belum berhasil menemukan kedua orang korban.

Selanjutnya sekitar pukul 17.30 WIB masyarakat melaporkan kejadian tersebut ke Basarnas  Banda Aceh dan langsung melakukan pencarian. 

Atas kejadian ini, Ibnu Harris mengimbau pengelola pantai untuk memasang rambu atau tanda peringatan bahaya serta menyiapkan tim penyelamat di sekitar pantai. Hal ini mengingat seringnya terjadi musibah wisatawan terseret arus dan tenggelam. 

“Selain itu, para pengunjung dan wisatawan diharapkan lebih berhati-hati dan meningkatkan  pengawasan terhadap anak atau keluarga yang bemain di sekitar pantai,” pungkasnya.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved