Berita Banda Aceh
Tantangan Infeksi dan Penanganan Bedah Jadi Fokus Utama di Aceh Surgery Update Meeting
“Tema ini kami pilih sebagai refleksi atas tantangan serius yang kita hadapi dalam pelayanan bedah sehari-hari, khususnya terkait peningkatan kejadian
Penulis: Agus Ramadhan | Editor: Muhammad Hadi
Tantangan Infeksi dan Penanganan Bedah Jadi Fokus Utama di Aceh Surgery Update Meeting
SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Ratusan peserta dari kalangan dokter bedah dan mahasiswa Fakultas Kedokteran menghadiri seminar internasional The 7th Aceh Surgery Update Meeting (ASUM), yang digelar di Banda Aceh, Sabtu (5/7/2025).
Acara yang bertajuk "How Surgeon Deal With Infection" ini menjadi wadah penting untuk membahas solusi dari tantangan besar dalam dunia bedah, terutama terkait penanganan infeksi yang semakin kompleks dalam praktik sehari-hari.
Ketua Panitia ASUM 2025, dr Lauhil Mahfudz SpB, SubspBVE(K) dalam sambutannya mengatakan, kegiatan ini menghadirkan 50 pakar bedah dari berbagai bidang, untuk berbagi wawasan dan ilmu terkini di dunia bedah modern.
“Tema ini kami pilih sebagai refleksi atas tantangan serius yang kita hadapi dalam pelayanan bedah sehari-hari, khususnya terkait peningkatan kejadian infeksi, baik infeksi nosokomial, infeksi pasca operasi, maupun yang disebabkan oleh resistensi antimikroba,” ujarnya.
Karena itu, dr Lauhil Mahfudz berharap kegiatan ini dapat merumuskan pendekatan terbaik dalam tatalaksana infeksi di bidang bedah.
“Kami ingin mendorong diskusi ilmiah yang kritis, aplikatif dan berbasis bukti guna merumuskan pendekatan terbaik dalam tatalaksana infeksi di bidang bedah,” ujarnya.
Dalam seminar tersebut, Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI), Prof Dr dr Aryono D Pusponegoro SpB Subsp BD (K) memaparkan terkait bagaimana dokter bedah menangani pasien yang terdampak bencana maupun perang.
Ia menyoroti peran vital dokter bedah dalam situasi bencana dan perang, di mana keselamatan nyawa korban sangat bergantung pada tindakan cepat dan tepat dari tim medis, khususnya ahli bedah.
“Dalam segala macam bencana dan perang, yang dikirim itu selalui dokter bedah umum agar pasien itu tidak meninggal. Lalu yang kedua adalah dokter bedah vaskular,” ujarnya.
Sementara itu, Prof Tatsuhiko Kubo dari Hiroshima University (Jepang) memaparkan terkait manajemen dan pendekatan berbasis bukti dalam tanggap bencana di Jepang.
Sedangkan Prof Roberto Mugavero dari Amerika Serikat menjelaskan terkait kesiapan bedah dan pengendalian infeksi dalam pengobatan pasien yang terkena bencana.
Baca juga: FK USK Gelar Aksi Kemanusiaan di Sabang, Hadirkan Layanan Bedah Hingga Khitanan Massal
Dalam seminar itu, dokter bedah di RSUD Dr H Yuliddin Away Tapaktuan, dr Amriansyah Miga SpB memaparkan pengalamannya dalam menangani pasien diabetikum, yakni kondisi yang berkaitan dengan penyakit diabetes, utamanya pada bagian kaki.
“Karena perawatan pada kaki pasien diabetes ini adalah perawatan luka terberat di dunia. Penanganan luka diabetes tidak sesimpel yang dibayangkan,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Kepala Departemen Bedah RSUD Zainoel Abidin, Dr dr Dahril SpU(K), mengungkapkan bahwa dunia kedokteran terus mengalami perkembangan cepat.
| Haji Uma Bantu Biaya Pendamping Khalisa di RSUDZA, Paisen Anak asal Aceh Utara yang Dirawat Intensif |
|
|---|
| RSUDZA Tak Kenal Istilah Desil, Pasien JKA Nonaktif Tetap Dilayani |
|
|---|
| Serambi Indonesia Terima Anugerah ISAD Aceh, Tgk Mustafa Husen Woyla Dikukuhkan Sebagai Ketua |
|
|---|
| Hendra Halim Terpilih Aklamasi sebagai Ketua PBI Banda Aceh 2026–2030 |
|
|---|
| PMK Baru Pengembalian Pajak Terbit, DJP Klaim Permudah Layanan dan Perkuat Pengawasan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Seminar-Internasional-ASUM-2025-Angkat-Isu-Serius-dan-Inovasi-Penanganan-Infeksi-Bedah.jpg)