Konflik Iran vs Israel
Ali Khamenei Muncul Kembali ke Publik di Hari Asyura, Disambut Gembira Warga Iran
Penampilan publik ini pun menandai kembalinya sosok Ali Khamenei yang terakhir menyapa masyarakat Iran sebelum 13 Juni 2025 lalu.
SERAMBINEWS.COM - Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, telah muncul di publik untuk pertama kalinya sejak dimulainya konflik Iran dengan Israel pada Sabtu malam waktu setempat (5/7/2025).
Dalam rekaman yang ditayangkan oleh saluran televisi milik pemerintah Iran, tampak Ali Khamenei menunjukkan dirinya menyapa jemaah di sebuah masjid pada hari Sabtu selama upacara sehari sebelum festival Syiah Asyura.
Pemberitaan media Iran pun didominasi oleh kabar kemunculan Khamenei, dengan rekaman pendukungnya yang mengekspresikan kegembiraan melihatnya di televisi.
Penampilan publik ini pun menandai kembalinya sosok Ali Khamenei yang terakhir menyapa masyarakat Iran sebelum 13 Juni 2025 lalu.
Seperti yang diketahui sebelumnya, selama konflik 12 hari dengan Israel yang menewaskan sejumlah komandan militer Iran serta ilmuwan nuklir tersebut, lokasi Ali Khamenei dirahasiakan oleh pemerintah untuk menjaga keselematannya.
Meski bersembunyi selama perang 12 hari dengan Israel tersebut, Khamenei terus menyapa publik secara tidak langsung melalui siaran TV milik pemerintah lewat rekaman video yang diduga diambil dalam sebuah bunker.
Tercatat, Ali Khamenei membagikan tiga pesan video selama perang tersebut.
Satu di antara video yang ia bagikan kala itu ikut menyinggung sosok Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.
Kala itu ia menyindir sosok Trump yang dinilai terlalu membesar-besarkan serangan AS ke Iran.
Adapaun pada penampilannya kembali ke publik kali ini, Khamenei terlihat mengajak ulama senior Mahmoud Karimi untuk menyanyikan lagu kebangsaan yang berjudul "Ey Iran".
Lagu "Ey Iran" yang patriotik ini menjadi sangat populer karena kerap diputar oleh media setempat selama konflik terkini dengan Israel.
Adapun menurut keterangan Televisi pemerintah, rekaman kembalinya Khamenei di hadapan publik tersebut diambil di kawasan Masjid Imam Khomeini di Tehran, yang dinamai sesuai pendiri Republik Islam.
Kemunculan Khamenei ini juga bertepatan dengan festival Syiah Asyura di bulan Muharram.
Kehadiran Khamenei pun meneruskan tradisi event-event Asyura yang biasanya selalu dihadiri Pemimpin Tertinggi di negara mayoritas Muslim Syiah ini.
Asyura sendiri diperingati pada hari kesepuluh bulan Muharram yang pada tahun ini jatuh pada 6 Juli.
Baca juga: VIDEO Balas Dendam Nuklir Iran Khamenei Ambil Alih Komando Militer, Luluh Lantakkan Fasilitas Israel
AS Masih Getol Recoki Iran
Kemunculan publik terbaru Khamenei ini sendiri terjadi sehari setelah Trump menyampaikan kepada wartawan di atas Air Force One bahwa AS tidak akan mengizinkan Iran memulai kembali program nuklirnya.
“Jika mereka melanjutkannya, akan ada masalah. Kami tidak akan mengizinkan hal itu terjadi,” kata Trump pada hari Jumat waktu setempat.
Trump menyatakan akan membahas serangan sebelumnya dengan Netanyahu, yang dijadwalkan berkunjung ke Washington pada Senin ini (7/7/2025).
Pernyataan ini menggemakan ucapan Menteri Pertahanan Israelmm Israel Katz yang sebelumnya menegaskan negaranya harus mempertahankan keunggulan udara atas Iran untuk memastikan program nuklir atau produksi misilnya tidak dapat dibangun kembali.
Trump juga mengulangi klaimnya bahwa Iran ingin bertemu AS untuk pembicaraan, sebuah pernyataan yang berulang kali dibantah pejabat Iran .
Empat sumber menyebutkan pemerintahan Trump tengah membahas kemungkinan membantu Iran mengakses hingga 30 miliar dolar untuk membangun program nuklir bagi produksi energi sipil, mengurangi sanksi, dan melepaskan miliaran dolar dana Iran yang dibekukan—bagian dari upaya memperkuat meja negosiasi dengan Teheran.
Baca juga: Trump Ngamuk! Ancam Bom Iran Lagi, Ngaku Selamatkan Khamenei dari Kematian!
Israel Akui Gagal Bunuh Pemimpin Iran Ali Khamenei
Rencana Israel membunuh pemimpin Iran Ayatollah Ali Khamenei tidak berhasil.
Menteri Israel mengakui adanya upaya membunuh pemimpin Iran Ayatollah Ali Khamenei pada perang Israel-Iran.
Upaya pembunuhan Khamenei tersebut diungkapkan oleh Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, Kamis (26/6/2025).
Namun, Israel Katz menegaskan kesempatan membunuh Khamenei tak pernah muncul dalam perang yang dimulai Jumat (13/6/2025), dan berlangsung selama 12 hari, karena ia tak pernah ditemukan.
“Jika ia berada di jarak pandang kami, kami akan menghabisinya,” kata Katz kepada Channel 13 dikutip dari The Times of Israel.
Ia menambahkan bahwa Israel banyak melakukan pencarian atas keberadaan Khamenei, namun peluang operasional untuk melakukannya tak juga muncul.
Katz juga mengatakan bahwa Israel memiliki kebijakan penegakan hukum yang melibatkan upaya mempertahankan superioritas udara atas Iran.
Juga memastikan, lewat serangan udara jika perlu, bahwa Iran tak memulai kembali program nuklir atau rudal jarak jauhnya.
Katz mengatakan bahwa Khamenei telah ditandai untuk dibunuh, tetapi Israel tidak dapat menemukannya setelah ia bersembunyi di bunker.
“Khamenei memahami hal ini, bersembunyi sangat dalam, memutuskan kontak dengan para komandan, jadi pada akhirnya itu tak realistis,” tutur Katz.
Katz pun menegaskan Israel tak membutuhkan persetujuan siapa pun, termasuk AS untuk membunuh Khamenei.
Presiden AS Donald Trump sempat mengancam membahayakan nyawa Khamenei saat perang Israel-Iran.
“Kami tahu dengan jelas di mana sosok yang disebut ‘Pemimpin Tertinggi’ bersembunyi. Ia target mudah, namun aman di sana. Kami tak akan menyeretnya (membunuhnya!), setidaknya untuk sekarang,” tulis Trump di media sosial.
Namun, Trump menganulir ucapannya beberapa hari kemudian, menegaskan perubahan rezim tak mungkin dilakukan.
Selama perang Israel-Iran, Israel Katz kerap vokal dalam keinginan membunuh Khamenei, menyebutnya sebagai “Hitler Modern”, yang tak boleh terus hidup.
Khamenei Gemborkan Kemenangan Iran, Sebut AS Menyerang karena Takut Israel Hancur
Pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei menggemborkan kemenangan Iran atas Israel.
Ia bahkan menyebut Amerika Serikat (AS) sampai menyerang Iran karena takut Israel bakal hancur.
Khamenei akhirnya muncul kembali ke depan publik, Kamis (26/6/2025), setelah dilaporkan bersembunyi ke bunker setelah serangan Israel ke Iran.
Perang Israel-Iran yang terjadi sejak Jumat (13/6/2025), berakhir pada Selasa (23/6/2025), setelah Presiden AS Donald Trump mengungkapkan Israel dan Iran telah melakukan gencatan senjata.
Khamenei pun menegaskan bahwa negaranya telah memenangkan perang atas Israel.
“Saya akan memberikan selamat untuk negara Iran yang hebat untuk beberapa hal. Pertama selamat atas kemenangan melawan rezim palsu Zionis,” ujar Ali Khamenei dikutip dari Mehr News.
“Meski dengan semua klaim dan propaganda media, rezim Zionis nyaris kolaps dan hancur di bawah pukulan Republik Islam,” ujarnya.
Ia pun menegaskan AS terpaksa ikut campur dengan menyerang tiga fasilitas nuklir Iran, Minggu (22/6/2025).
Meski begitu, ia memandang Iran mampu mengalahkan AS apalagi dengan menyerang pangkalan udara militer AS di Qatar.
“Ucapan selamat saya yang kedua, adalah kemenangan Iran atas rezim Amerika,” tuturnya.
Ia menambahkan bahwa AS harus menyerang Iran secara langsung karena ketakutan rezim Israel akan hancur total.
Menurut Khamenei, intervensi AS tak berbuah hasil, dan gagal menimbulkan kerusakan besar.
Ia menambahkan serangan AS ke fasilitas nuklir Iran juga harus diajukan sebagai kasus hukum independen di pengadilan internasional.
Baca juga: Cuaca di Abdya 6 Juli 2025, BMKG Prediksi 7 Kecamatan Berawan, Dua Daerah Hujan Ringan
Baca juga: Sempat Buron, Polisi Tangkap Pecatan TNI Pelaku Duel Maut di Palembang yang Tenewaskan Angga Saputra
Baca juga: Geger Politik Amerika: Elon Musk Luncurkan America Party, Langsung Tantang Donald Trump & Kongres
| Dubes Iran Peringatkan Inggris agar Hati-Hati Jika Ikut Campur Bantu As dalam Perang |
|
|---|
| Imbas Perang Iran vs Israel-AS Picu Panic Buying di Asia, Antrean SPBU Thailand Mengular |
|
|---|
| Netanyahu Diduga Sengaja Serang Iran Jelang 30 Maret, Gunakan Konflik untuk Tunda Krisis Politik |
|
|---|
| Kepala Staf Angkatan Bersenjata Israel Siap Lancarkan Serangan Baru Terhadap Iran |
|
|---|
| Iran Siapkan Skenario Militer Hadapi Israel, Ragukan Gencatan Senjata |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Pemimpin-tertinggi-Iran-Ali-Khamenei-kembali-muncul-ke-publik.jpg)