Berita Nasional
Menko Cak Imin Kaget Dengar Kabar Ramainya PSK di IKN: Waduh, Masak Iya? Ini Harus Dicek Langsung
Cak Imin mengaku terkejut saat mendengar kabar ramainya praktik prostitusi di kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN), Kalimantan Timur.
Penulis: Agus Ramadhan | Editor: Yeni Hardika
Saat berbincang dengan tiga pekerja konstruksi yang tengah berteduh, topik hangat seputar layanan "Open BO" mencuat ketika bertanya soal ketersediaan "teman kencan."
"Buanyak mas, coba buka aplikasi itu ada ratusan. Tinggal pilih mau yang model kaya gimana semuanya ada di situ," ujar Sugianto, salah satu pekerja.
Rekan-rekannya menimpali dengan gelak tawa, menyiratkan bahwa praktik semacam ini bukan hal asing bagi mereka.
Beberapa pekerja lain bahkan menyebut layanan tersebut sebagai "kebutuhan."
Jauh dari rumah dan istri, mereka mengaku kerap memanfaatkan aplikasi itu untuk mencari pelampiasan nafsu.
"Kamu kan sering itu kalau sudah gajian langsung ganti oli di situ," timpal rekan-rekannya sambil tertawa lepas.
"Tak usah munafik kaya kamu tidak pakai aja," timpal pekerja yang lain sambil tunjuk-tunjukan disertai dengan tawa lepas.
Saat Tribun Kaltim mengunduh aplikasi yang dimaksud, dalam hitungan menit, notifikasi pertemanan langsung berdatangan, mayoritas dari akun wanita muda yang memajang foto-foto menarik.
Tarif Mulai Rp 400 Ribu
Tribun Kaltim mencoba memulai percakapan dengan beberapa akun, salah satunya bernama "Rena."
Langsung to the point obrolan mengarah pada tawaran tarif yang berkisar mulai dari Rp400 ribu hingga Rp700 ribu untuk sekali pertemuan dengan layanan full service.
Mereka bahkan langsung mengirimkan lokasi guest house tempat mereka menginap yang sebagian besar berada di wilayah Desa Bumi Harapan dan sekitarnya.
"Open BO ST (short time) 600, bisa nego, ful servis, stay. Gercep, OTW sekarang, kk saya tunggu," tulis salah satu akun sambil menyebutkan nama penginapan yang berada tak jauh dari Rest Area IKN.
Seiring meningkatnya jumlah pekerja dan tamu proyek IKN, jumlah guest house di Kecamatan Sepaku pun melonjak.
Tarifnya bervariasi, mulai dari Rp350 ribu hingga Rp400 ribu per malam.
Lokasi inilah yang kerap digunakan para pekerja seks online untuk "stay" dan menerima tamu.
| Daftar Barang yang Berpotensi Naik Harga Saat Rupiah Terus Melemah, Tembus Rp 18.037 per Dolar AS |
|
|---|
| Revisi UUPA Resmi Jadi Inisiatif DPR RI, Dana Otsus 2,5 persen Masuk Pembahasan |
|
|---|
| Baleg DPR Bahas Migas dan Pajak Aceh, DPRA Ikut Beri Masukan |
|
|---|
| Aceh Terus Gandeng UEA, Kerjasama Energi hingga Wisata |
|
|---|
| Bawa Cita Rasa Otentik Aceh ke Ibu Kota: UMKM Mie Caluek Rantau Dapat Dana Hibah LAKSMI DKI Jakarta |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Menko-Cak-Imin-Kaget-dengar-Ramainya-PSK-di-IKN-Waduh-Masak-Iya-Ini-Harus-Dicek-Langsung.jpg)