Berita Sabang
Cuaca Buruk Paksa Kapal Cepat Putar Haluan Kembali ke Pelabuhan Balohan, Sempat Berlayar 40 Menit
“Kapal sudah berangkat dan sempat berlayar sekitar 40 menit, namun karena faktor cuaca, harus kembali ke pelabuhan,” ujarnya.
Penulis: Aulia Prasetya | Editor: Saifullah
Ketua Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI) Aceh Besar, Mulyadi mengatakan, saat ini hampir sepekan nelayan tradisional yang berada di kawasan pesisir Lhoknga memutuskan tidak pergi melaut akibat cuaca buruk yang melanda hampir seluruh wilayah di Aceh.
Akibatnya, saat ini para nelayan kesulitan memenuhi kebutuhan ekonomi keluarganya akibat tidak pergi melaut.
“Sudah beberapa hari mereka tidak melaut. Dan diprediksi cuaca buruk ini akan terjadi dalam sepekan ke depan,” kata Mulyadi kepada Serambinews.com, Selasa(15/7/2025).
Dikatakannya, faktor gelombang tinggi, dan angin kencang disertai hujan lebat, menjadi alasan para nelayan untuk sementara waktu berhenti melaut.
Terlebih air gunung yang turun ke sungai dengan muaranya ke laut, membuat kondisi air kuning yang membuat nelayan kesulitan mendapat ikan.
“Tidak bisa melaut juga mempengaruhi ekonomi nelayan. BMKG juga sudah mengeluarkan peringatan,” ucapnya.
Mulyadi menungkapkan, pada Sabtu lalu, ada seorang nelayan yang mencoba memaksakan diri untuk pergi melaut.
Namun, tak lama setelah pergi, nelayan tersebut harus kembali ke tepian lantaran kondisi gelombang yang cukup tinggi.
“Pulang lagi dia, nggak bisa lewat dari muara,” ucapnya.
Saat ini sendiri masih musim angin barat yang membuat gelombang tinggi yang mencapai hingga empat-lima meter.
Ketinggian gelombang tersebut, membuat nelayan kesulitan keluar dari muara.
“Mereka nggak bisa keluar dari muara. Apalagi muara kuala di Lhoknga. Bot nelayan susah keluar,” urai dia.
Apalagi musim angin kencang saat ini, hampir menimpa semua muara. Dan sini sangat berpengaruh dengan pendapatan nelayan kita,” jelasnya.
Terlebih saat ini hampir rata-rata nelayan, khususnya di Aceh Besar, berada dalam kondisi kemiskinan.
“Jika tidak diperhatikan oleh pemerintah, mereka kesulitan ekonomi,” ungkap dia.
“Kalau bisa, ada perhatian. Kebutuhan untuk rumah tangga, nelayan kesulitan memenuhinya,” tutur Mulyadi.
“Apalagi saat ini musim anak masuk sekolah. Sayang kami para nelayan,” pungkasnya.(*)
Kapal Cepat
kapal cepat gagal berlayar
Kapal Cepat Express Bahari
kapal cepat kembali ke pelabuhan
Pelabuhan Balohan
cuaca buruk
Sabang
Serambi Indonesia
Serambinews.com
| Polsubsektor Pelabuhan Usulkan Pos Imigrasi di Balohan, Koordinasi Dinilai Belum Maksimal |
|
|---|
| Pasang Surut Perairan Sabang - Banda Aceh Terpantau Normal, Gelombang Tenang |
|
|---|
| 575 KK di Kuta Ateuh Sabang Terima Subsidi Listrik, Total Rp155 Juta |
|
|---|
| Jumat 24 April 2026, Berikut Daftar Khatib dan Imam Shalat Jumat di Sabang |
|
|---|
| Jadwal Feri Sabang - Banda Aceh Normal, Dua Kapal Layani Tiga Trip Harian |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/dua-trip-kapal-cepat-distop.jpg)